3 Jenis Nebulizer , Alat Pereda Asma yang Efektif Mengobati

cara memilih nebulizer

Jenis-jenis nebulizer- Kita ketahui bahwa asma adalah kondisi ketika saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas. Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa. Asma dapat menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk, dan napas berbunyi. Gejala terkadang menjadi parah. Asma biasanya dapat ditangani dengan inhaler penyelamatan untuk mengobati gejala dan pengendali inhaler yang mencegah gejala. Kasus yang parah mungkin membutuhkan inhaler yang berefek lebih lama yang menjaga saluran udara terbuka, serta steroid oral.

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua. Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan nafas terasa berat.

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut. Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma

Dalam penanganan pasien asma, selain inhaler, alat lain yang juga sering digunakan dalam dunia medis adalah nebulizer. Nebulizer merupakan sebuah alat atau mesin yang dapat mengubah cairan obat menjadi bentuk uap. Uap yang dihasilkan dari alat ini kemudian akan dihirup paru-paru dan membuka saluran nafas yang menyempit. Umumnya, bagian nerbulizer terdiri atas mesin kompresor, wadah penampung obat, masker penghirup udara, serta selang penghubung.

Setidaknya terdapat tiga jenis nebulizer, yaitu kompresor, ultrasonic, dan mesh. Ketiganya sama-sama berfungsi untuk mengatasi asma. Akan tetapi, daya tahan, perawatan, efisiensi, serta ukuran obat yang dapat diproses dalam alat dari ketiga jenis tersebut berbeda.

Berikut adalah jenis-jenis nerbulizer serta perbedaannya.

1. Nerbulizer Compressor

Nerbulizer

Sumber penggerak dari nebulizer umumnya adalah listrik atau baterai. Pada nerbulizer jenis compressor ini daya penggerak yang digunakan adalah listrik. Aliran gas dengan tekanan tinggi pada nebulizer akan mengubah bentuk obat cair menjadi bentuk uap dan kemudian dihirup oleh paru-paru.  kompresor nebulizers dilengkapi kompresor dan biasanya berukuran lebih besar dan cenderung lebih berisik. Jika nebulizer akan digunakan untuk anak-anak, jenis ini biasanya kurang disukai karena kurang praktis. Umumnya, nerbulizer ini digunakan 10 hingga 20 menit dalam sekali pemakaian. Nerbulizer jenis kompresor memiliki harga yang sangat terjangkau. Kompresor nebulizer bekerja dengan menekan udara. Kompresor nebulizer bisa digunakan untuk jenis obat apapun, termasuk obat-obatan suspense dan viskositas rendah. Namun, kekurangan dari nerbulizer ini adalah pada suara bising yang dihasilkan ketika mulai dioperasikan.

2. Nerbulizer Ultrasonic

Nerbulizer

Berbeda dengan nerbulizer kompresor, nerbulizer jenis ultrasonik memiliki sumber daya penggerak berupa baterai. Ketika baterai nurbilizer menipis atau hampir habis, daya penggerak dapat diisi kembali dengan menggunakan listrik. Selain daya penggeraknya yang fleksibel, penggunaan nerbulizer jenis ini juga cukup efektif. Dalam sekali proses pengobatan, nerbulizer ultrasonik hanya memerlukan waktu 6 menit. Jika dibandingkan dengan kompresor, tentu saja proses tersebut dapat dibilang lebih singkat.

Keunggulan lain dari nerbulizer ultrasonik jika dibandingkan dengan nerbulizer kompresor adalah suaranya yang tidak bising serta ukurannya yang lebih kecil. Ukurannya yang kecil tersebut, tentu saja akan membuat nerbulizer menjadi lebh fleksibel ketika dibawa kemanapun. Akan tetapi, nerbulizer ultrasonik kurang efektif jika digunakan untuk melakukan kompres cairan obat suspensi atau obat kental.

3. Nerbulizer Mesh

Nerbulizer

Jenis nerbulizer ketiga nerbulizer mesh. nebulizer mesh bekerja dengan menggunakan elemen getar dengan frekuensi tinggi. Teknologi mesh yang digunakan oleh mesh nebulizers akan menghantarkan obat ke dalam paru-paru. Anda dapat menggunakan pengobatan ini di posisi apapun dan di mana pun. Sama halnya degan nerbulizer ultrasonik, nerbulizer mesh menggunakan baterai sebagai daya penggeraknya. Kemudian, untuk mengonversi obat cair ke uap, nerbulizer ini memanfaatkan gelombang ultrasonik melalui lubang mesh atau lubang dari benang atau kawat. Keunggulan nerbulizer jenis ini dibandingkan dengan dua nerbulizer sebelumnya adalah uap yang dihasilkan sangat halus. Selain itu, ukuran serta cara pakai dari nerbulizer ini sangat efisien jika dibandingkan dengan nerbulizer lainnya. Nyala mesin dari nerbulizer ini juga tidak menimbulkan bunyi bising ketika dioperasikan. Namun mesh nebulizers yang hanya bisa digunakan untuk jenis obat-obatan yang lebih terbatas. Dengan kelebihan tersebut, tentunya harga dari nerbulizer jenis ini juga lebih mahal jika dibandingkan dengan dua jenis nerbulizer sebelumnya. Akan tetapi, hal tersebut tentunya setimpal dengan keefektifan pemakaian yang diberikan oleh nerbulizer jenis ini.

Mana yang lebih tahan lama?

Nebulizer akan lebih tahan lama jika dirawat dengan baik, jadi pertimbangkan juga jenis nebulizer seperti apa yang lebih mudah untuk Anda rawat. Nebulizer portabel memang lebih praktis dibawa-bawa, namun jika menggunakan system mesh, membersihkannya mungkin agak sulit karena seluruh bagiannya harus dilepas, dicuci, dikeringkan, dan dipasang kembali.

Itulah tigas jenis nerbulizer, alat pereda Asma yang perlu Anda ketahui. Nerbulizer saat ini sudah dijual bebas di pasaran. Akan tetapi, untuk mendapatkan nerbulizer yang sesuai dengan standar, sebaiknya nerbulizer dibeli di distributor alat kesehatan terpercaya. Salah satu distributor alat kesehatan terpercaya dan berpengalaman misalnya adalah AGM Medica. Layanan purna jual dari AGM Medika memberikan garansi pada setiap produk yang dijual. Selain itu, produk alat kesehatan yang dijual juga memiliki kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir dan cemas lagi mengenai produk alat kesehatan yang akan Anda beli.

error: Content is protected !!