Apa Itu Penyakit Stroke? Waspadai Gejalanya

Mari Waspadai penyakit Stroke Dengan Mengenali Gejala, Penyebab Serta Komplikasinya

Sebelum kita membahas gejala dan penyebab stroke, kita terlebih dulu membahas apa itu penyakit stroke. Penyakit stroke adalah  penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke heroragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Ketika sebagian dari area otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik.

Gejala Yang Akan Dialami Penderita Stroke adalah

Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda, sehingga gejala stroke tergantung pada bagian yang terserang dan tingkat kerusakannya. penyebab Stroke , Gejala stroke bervariasi pada setiap penderita, namun umumnya muncul secara tiba-tiba. Ada 3 gejala utama stroke yang mudah untuk dikenali, yaitu :

  • Wajah. Wajah Penderita akan terlihat menurun pada satu sisi dan tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
  • Lengan. Penderita stroke tidak mampu mengangkat salah satu lengannya karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, bagian tungkai lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
  • Cara Bicara. Penderita tidak dapat berbicara dengan jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali walaupun penderita terlihat sadar.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul, antara lain:

  • Sakit kepala yang mendadak.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Kehilangan kesadaran atau koma.
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba

Jenis Dan Penyebab Terjadinya Stroke

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:

  • Stroke Iskemik. Sekitar 80% penderita stroke adalah jenis stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang berfungsi membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak berkurang. Kondisi ini disebut iskemia. Stroke iskemia dapat terbagi lagi dalam 2 jenis, diantaranya:
    • Stroke Trombotik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri (aterosklerosis) dan menyebabkan menurunnya aliran darah.
    • Stroke Embolik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah atau gumpalan yang terbentuk pada bagian tubuh lain, umumnya jantung, terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah pada otak, sehingga menyebabkan arteri pada otak menyempit. Jenis gumpalan ini disebut embolus. Salah satu gangguan irama jantung, yaitu filbrilasi atrium, sering menyebabkan stroke embolik.
  • Stroke Hemoragik. Stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi:
    • Hipertensi yang tidak terkendali.
    • Melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma otak).
    • Pengobatan dengan antikoagulan (pengencer darah).

Ada dua jenis stroke hemoragik, antara lain:

  • Pendarahan Pada pendarahan intraserebral, pembuluh darah pada otak pecah dan menumpahkan isinya ke jaringan otak di sekitarnya, sehingga merusak sel otak.
  • Pendarahan Pada pendarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat dengan permukaan otak, pecah dan menumpahkan isinya ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara permukaan otak dengan tulang tengkorak.

Komplikasi Akibat Penyakit Stroke

Stroke juga dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan atau komplikasi, dan sebagian besar dari komplikasi tersebut dapat membahayakan nyawa. Beberapa jenis komplikasi yang mungkin muncul, yaitu:

  • Deep Vein Thrombosis. Sebagian penderita stroke akan mengalami penggumpalan darah pada tungkai yang mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut dikenal sebagai deep vein thrombosis. Kondisi ini terjadi akibat terhentinya gerakan otot tungkai, sehingga aliran di dalam pembuluh darah vena pada tungkai terganggu. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penggumpalan darah.
  • Sebagian penderita stroke hemoragik dapat mengalami hidrosefalus. Hidrosefalus adalah komplikasi yang terjadi karena penumpukan cairan otak di dalam rongga otak (ventrikel).
  • Disfagia disebabkan oleh stroke karena dapat mengganggu reflex menelan, akibatnya makanan dan minuman beresiko masuk melalui saluran pernapasan. Masalah unuk menelan tersebut dikenal sebagai disfagia. Disfagia dapat juga menyebabkan pneumonia aspirasi

Dengan penjelasan diatas kita dapat mengenal apa saja gejala, penyebab serta komplikasi dari stroke. Dengan begitu kita dapat berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya. Semoga semua informasi ini dapat bermanfaat untuk anda.

error: Content is protected !!