Keunggulan Tensimeter Digital dibandingkan Manual

Keunggulan Tensi Digital dibandingkan Manual dan Jenisnya

Sedang mencari produk tensimeter? sebelum membeli pastikan simak ulasan Keunggulan Tensimeter Digital dibandingkan Manual dan Jenisnya dari Agm Medica.

Tekanan darah merupakan ukuran kekuatan jantung dalam memompa darah menuju seluruh bagian tubuh. Ukuran ini merupakan salah satu tanda vital tubuh yang sering dijadikan acuan untuk melihat kesehatan tubuh secara umum dan harus dipantau secara berkala Tekanan darah dapat diukur dengan menggunakan alat. Tekanan darah setiap orang berbeda-beda karena berbagai macam faktor. Salah satunya adalah usia. Semakin bertambah usia seseorang, semakin tinggi pula kisaran normal tekanan darahnya.

Tekanan darah Normal Berdasarkan Usia

Tekanan darah dituliskan dengan 2 angka yang dipisahkan dengan garis miring, misalnya 120/80 mmHg. Angka 120 mewakilkan dengan tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara angka 80 mewakilkan tekanan darah diastolik, yaitu tekanan saat otot jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Kedua tekanan ini memiliki kisaran normalnya masing-masing dan setiap usia memiliki kisaran yang berbeda-beda pula.

Berikut ini adalah batas tekanan darah normal yang dibagi berdasarkan kelompok usia:

Tekanan darah normal pada anak-anak

Walaupun tidak berbeda jauh, tekanan pada anak-anak dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Anak usia prasekolah (3–5 tahun): batas normal tekanan sistolik berkisar antara 95-110 mmHg dan tekanan diastolik berkisar antara 56-70 mmHg.
  • Anak usia sekolah (6–13 tahun): batas normal tekanan sistolik berkisar antara 97-112 mmHg dan tekanan diastolik berkisar antara 57-71 mmHg.

tekanan darah pada anak-anak

Tekanan darah normal pada remaja

Pada remaja usia 13–18 tahun, batas normal tekanan sistoliknya berkisar antara 112–128 mmHg dan diastolik berkisar antara 66–80 mmHg. Variasi tekanan darah di dalam batas normal seorang remaja dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, misalnya tinggi badan, jenis kelamin, dan waktu pengukuran tekanan darah.

Tekanan darah normal pada dewasa

Secara umum, orang dewasa dikatakan memiliki tekanan darah normal jika angkanya berada di atas 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Tekanan darah normal bisa naik atau turun tergantung aktivitas fisik yang Anda jalani dan kondisi emosional yang tengah Anda alami.

Pada ibu hamil, perubahan hormonal menyebabkan kisaran tekanan darah menjadi lebih rendah. Bahkan pada ibu hamil, tekanan darah 120/80 mmHg sudah termasuk kategori harus berhati-hati akan risiko preeklamsia.

Tekanan darah normal pada usia lanjut

Tekanan darah normal pada orang lanjut usia (lansia) cenderung lebih tinggi, yaitu itu < 150 mmHg untuk tekanan sistolik dan < 90 mmHg untuk tekanan diastolik. Hal ini disebabkan pembuluh darah pada lansia cenderung lebih kaku, sehingga jantung memerlukan tekanan lebih tinggi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tekanan darahnya terlalu rendah, lansia malah bisa mengalami pusing dan hipotensi ortostatik sehingga meningkatkan risiko jatuh dan cedera.

Alat pengukur besarnya tekanan darah disebut dengan tensimeter. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dilakukan untuk mendeteksi apakah tekanan darah dalam tubuh berada pada kisaran normal.

lihat di Blood pressure chart dari bloodpressureuk.org ini

Blood pressure chart

 

Panduan Memilih Tensimeter

Sebelum memutuskan untuk membeli tensimeter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tensimeter yang tepat, yaitu:

  1. Menentukan jenis tensimeter

Tensimeter manual terdiri dari meteran penunjuk tekanan darah, balon pompa, serta selang yang terhubung dengan manset. Menggunakan tensimeter manual cukup sulit dilakukan oleh orang awam. Oleh karena itu, tensimeter jenis ini sebaiknya dipilih jika di rumah ada tenaga medis atau orang yang bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Berbeda dengan tensimeter manual, alat pengukur tekanan darah digital lebih mudah dan praktis digunakan. Setelah manset terpasang di lengan, hanya dengan menekan tombol periksa, manset akan mengembang otomatis, lalu sensor pada tensimeter digital akan membaca tekanan darah dan hasilnya ditampilkan di layar tensimeter.

  1. Cari ukuran manset yang sesuai

Kesalahan umum dalam mengukur tekanan darah adalah ukuran manset yang tidak sesuai dengan lingkar lengan pasien. Jika ukuran manset tidak pas, baik kekecilan atau kebesaran, hasil pengukuran bisa menjadi tidak tepat. Manset yang terlalu kecil atau terlalu ketat di lengan akan membuat pengukuran tekanan darah menjadi lebih tinggi. Jika manset terlalu longgar, pengukuran tekanan darah akan menjadi lebih rendah. Pada anak-anak yang ukuran lengannya lebih kecil, atau orang dengan obesitas yang ukuran lengannya lebih besar, dibutuhkan manset khusus yang bisa dipesan di toko peralatan medis.

  1. Pilih alat dengan harga terjangkau

Harga tensimeter yang dijual di pasaran berbeda-beda, tergantung kepada merek dan fiturnya. Beberapa tensimeter yang lebih mahal mungkin menyertakan fitur tambahan yang tidak dibutuhkan oleh pasien. Jadi, pilihlah alat pengukur tekanan darah yang sesuai dengan anggaran serta fitur yang sesuai dengan kebutuhan.

Jual Tensimeter Digital Beurer BM26
Tensimeter Digital Beurer BM26

Tips Menggunakan Tensimeter Di Rumah

Guna mencegah kesalahan dalam mengukur tekanan darah atau tensimeter menunjukkan hasil yang kurang akurat, coba ikuti tips-tips berikut ini:

  • Hindari merokok atau mengonsumsi kafein paling tidak 30 menit sebelum hendak memeriksa tekanan darah.
  • Hindari olahraga atau aktivitas fisik berat setidaknya 20-30 menit sebelum melakukan pemeriksaan.
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah dalam posisi duduk tegak sambil menyandar di kursi.
  • Lepaskan pakaian saat pemeriksaan. Manset yang terpasang pada lengan yang masih tertutupi baju dapat menunjukkan hasil yang kurang akurat.
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah pada jam yang sama setiap hari, kemudian catat hasilnya.
  • Setelah membeli tensimeter, lakukanlah kalibrasi ulang setiap 1 tahun.

Jika hasil pemeriksaan tekanan darah berbeda dari hasil biasanya, cobalah untuk beristirahat dan menenangkan diri selama 20 menit, kemudian lakukan pemeriksaan ulang. Secara umum, tidak ada perbedaan hasil bacaan yang signifikan antara tensimeter manual maupun digital. Namun, kebanyakan dokter merekomendasikan pasien untuk memilih tensimeter digital karena lebih mudah dan praktis digunakan sendiri oleh pasien di rumah.

Jenis-jenis Tensimeter

Tensimeter memiliki tiga macam jenis. Pertama adalah tensimeter air raksa. Tensimeter jenis ini saat ini jarang sekali digunakan karena alasan keamanan. Air raksa pada tensimeter ini juga dianggap dapat memberikan dampak buruk jika pecah. Penggunaannya pun terhitung cukup rumit karena diperlukan bantuan stetoskop. Kedua adalah tensimeter aneroid. Tensimeter lebih aman jika dibandingkan dengan termometer air raksa. Pengukuran tekanan darah pada tensimeter ini menggunakan jarum mekanik yang akan bekerja ketika kain sintetis dipasang melingkar pada lengan.

Terakhir adalah tensimeter digital. Di antara ketiga jenis tensimeter tersebut, tensimeter digital adalah yang paling mudah digunakan. Hasil pengukuran pada tensimeter jenis ini dapat ditampilkan dengan mudah secara otomatis. Selain penggunaannya yang mudah, tensimeter digital juga dianggap lebih akurat dalam memberikan hasil pengukuran tekanan darah dengan angka digital yang ditunjukkan pada layar. Karena penggunaannya yang cukup mudah, tensimeter ini tidak hanya digunakan oleh dokter di rumah sakit, melainkan juga dapat digunakan secara pribadi di rumah. Salah satu jenis tensimeter digital yang saat ini banyak digunakan oleh dokter di rumah sakit adalah Tensimeter Digital Beurer BM 26.

Tensimeter Digital Beurer BM 26

Jual Tensimeter Digital Beurer BM26
Jual Tensimeter Digital Beurer BM26

Terlepas dari berbagai macam keunggulan tensi digital. Tensimeter Digital Beurer BM 26 adalah salah satu jenis tensi digital.  Tensimeter ini memiliki fungsi untuk mengukur tekanan darah serta detak jantung. Tensimeter buatan Jerman ini telah banyak digunakan oleh ahli kesehatan di berbagai Rumah Sakit Internasional.

Kemudahan pengoperasian adalah keunggulan dari Tensimeter digital beurer BM 26. Informasi berupa tanggal, waktu, serta tombol switch off yang dapat secara otomatis mati disediakan pada tampilan layar tensimeter ini. Ukuran layar LCD yang cukup besar, pengguna dapat membaca hasil atau informasi yang ditampilkan dengan mudah. Selain itu, tensimeter digital beurer BM 26 mampu menyimpan 120 memori untuk 4 pengguna. Tensimeter ini memiliki desain elegan serta telah mendapatkan standardisasi dari World Health Organization (WHO).

Fitur lain yang juga ditambahkan dalam tensimeter ini adalah teknologi IHB (Irregular Heart Beat). Dengan teknologi ini, pengguna dapat menghitung rata-rata dari tiga pengukuran yang terakhir kali dilakukan. Tensimeter ini dapat digunakan oleh pengguna dengan lingkar lengan atas antara 22 hingga 35 cm. Selain itu, range indikasi tekanan dimulai dari 0 sampai dengan 300 mmHg.

Satu kemasan paket tensimeter digital beurer BM 26, biasanya berisi alat tensimeter, baterai, manset, carrying case atau tas penyimpan, serta petunjuk pengoperasian.

Jika Anda berminat untuk membeli tensi digital jenis tensimeter digital beureu BM 26, sebaiknya anda memilih distributor alat kesehatan yang terpercaya dan berpengalaman, seperti halnya AGM Medica. Dengan pelayanan purna jual, Anda akan mendapatkan garansi dari setiap produk yang Anda beli. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir apabila terjadi kerusakan atau cacat bawaan pada produk yang Anda beli. Selain itu, pastikan pula bahwa produk yang Anda beli memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

error: Content is protected !!