Pentingnya Mengobati Dan Mencegah Penyakit Stroke

Mengobati dan Mencegah Penyakit Stroke…?

Mengobati dan mencegah sebelum terjadinya penyakit stroke sangatlah penting. Mengapa, karena stroke jika dibiarkan akan mengakibatkan kematian atau memperparah stroke tersebut, dan mencegah sebelum terjangkit penyakit stroke juga sama pentingnya dengan mengobati. Dengan begitu mari kita bahas bagaimana cara mengobati dan mencegah stroke.

Diagnosis Untuk Penderita stroke

Bila menemui gejala seperti yang di bahas di artikel sebelumnya, segeralah untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Untuk menentukan jenis penanganan yang paling tepat bagi pasien stroke, dokter akan mengevaluasi jenis stroke dan area yang mengalami stroke. Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan  menanyakan beberapa hal kepada pasien ataupun anggota keluarga pasien, yang meliputi:

  • Gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan apa yang sedang pasien lakukan ketika gejala tersebut muncul.
  • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Apakah pasien pernah mengalami cedera pada bagian kepala.
  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien terkait dengan penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien secara keseluruhan, yang biasanya diawali dengan pemeriksaan pada tekanan darah, detak jantung, dan bunyi bising yang abnormal pada pembuluh darah leher dengan menggunakan stetoskop. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, antara lain:

  • Tes darah. Pemerikasaan yang dilakukan untuk mendeteksi:
    • Kadar gula darah.
    • Menghitung jumlah sel darah untuk melihat kemungkinan adanya yang terinfeksi.
    • Hemostasis).
    • Keseimbangan zat kimia dan elektrolit dalam darah.
  • CT Scan. CT scan dapat menghasilkan gambar otak secara detail, sehingga dapat mendeteksi tanda-tanda pendarahan, tumor dan stroke.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemerikasaan menggunakan MRI dapat mendeteksi jaringan pada otak yang mengalami kerusakan akibat stroke iskemik dan pendarahan otak.
  • EKG dilakukan untuk mendeteksi jika adanya gangguan irama jantung atau penyakit jantung coroner yang menyertai.
  • USG Doppler Karotis. USG Doppler Karotis berfungsi untuk mendeteksi timbunan lemak (plak) dan kondisi aliran darah dalam arteri karotis, dari gambar yang dihasilkan dengan memanfaatkan gelombang suara.
  • Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail untuk jantung. Ekokardiografi dilakukan untuk mendeteksi sumber dari gumpalan di dalam jantung yang mungkin bergerak dari jantung ke otak, sehingga menyebabkan stroke. Alat ini juga dapat mendeteksi penurunan fungsi pompa jantung.

Penanganan untuk penyakit Stroke

Penanganan khusus terhadap pasien stroke dilakukan oleh dokter saraf tergantung pada jenis stroke yang diderita pasien (stroke iskemik atau hemoragik) dan pengobatan yang tepat untuk pasien.

 

  • Pengobatan Stroke Iskemik.

    • Penanganan awal stroke iskemik adalah berfokus untuk menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah dan mengembalikan aliran darah. Penanganan tersebut dapat dilakukan dengan cara:
    • Penyuntikan rtPA. Penyuntikan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator) melalui infus yang dilakukan untuk mengembalikan aliran darah.
    • Obat Antiplatelet. Obat antiplatelet bertujuan untuk mencegah pembekuan darah, seperti aspirin.
    • Obat Antikoagulan. Obata antikoagulan Bertujuan untuk mencegah pembekuan darah, seperti heparin, yang bekerja dengan cara mengubah komposisi faktor pembekuan dalam darah. Biasanya digunakan untuk penderita stroke dengan masalah dalam gangguan irama pada jantung.
    • Obat Antihipertensi. Bagi penderita stroke yang baru, biasanya tekanan darah tidak diturunkan terlalu rendah agar menjaga suplai darah yang menuju ke otak. Namun, setelah keadaan stabil untuk mencegah stroke terulang, mengingat hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab stroke.
    • Statin berguna untuk menghambat enzim penghasil kolestrol pada hati.
    • Endarterektomi Karotis. Terkadang operasipun diperlukan untuk mencegah terulangnya stroke iskemik, salah satunya adalah endarterektomi karotis. Melalui prosedur ini, tumpukan lemak yang mengahambat pada arteri karotis dibuang oleh dokter dengan pembedahan pada leher pasien. Arteri karotis merupakan arteri yang terdapat pada setiap sisi leher yang menuju ke otak. Meski efektivitas operasi ini dalam mencegah stroke iskemik cukup tinggi, namun prosedur ini tidak sepenuhnya aman untuk pasien yang menderita kondisi lainnya, terutama penyakit jantung.
    • Selain endarterektomi karotis, arteri karotis dapat juga dilebarkan dengan teknik angioplasty. Angioplasti dilakukan melalui kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha kemudian diarahkan ke arteri karotis. Kateter ini membawa sebuah balon khusus dan stent. Setelah berada di arteri karotis, balon tersebut digelembungkan untuk memperluas arteri yang tersumbat lalu disangga dengan ring atau stent.
  • Pengobatan Stroke Hemoragik.

    • Pada kasus stroke hemoragik, penangan awal yang bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengontrol pendarahan. Ada beberapa bentuk pengobatan terhadap stroke hemoragik, antara lain:
    • Obat-obatan. Dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan tekanan pada otak, menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang. Jika pasien mengonsumsi obat antikoagulan atau antiplatelet, dokter akan memberikan transfuse faktor pembekuan atau obat-obatan untuk membalik efek obat pengencer darah tersebut.
    • Stroke hemoragik dapat ditangani dengan operasi. Operasi dilakukan untuk mengurangi tekanan dalam otan dan bila memungkinkan memperbaiki pembuluh darah yang pecah.
  • Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack).

    • Pengobatan TIA bertujuan untuk mengendalikan faktor resfactorng dapat memicu timbulnya stroke.

Langkah Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Stroke…?

Langkah utama untuk mecegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor resiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke, antara lain:

  • Menjaga Pola Makan. Hindari untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan hindari konsumsi garam yang berlebihan (lebih dari 6 gram atau satu sendok the per hari). Makanan yang disarankan adalah makannan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat.
  • Olahraga Secara Teratur.
  • Berhenti Merokok.
  • Hindari Konsumsi Minuman Beralkohol.
  • Hindari Penggunaan NAPZA.

Dengan Informasi cara mengobati dan mencegah stroke diatas kita dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan jika menderita penyakit struke. sekaligus bagaimana cara untuk mencegah agar tidak terkena stroke. Semoga semua informasi ini bermanfaat dan dapat menjadikan untuk lebih menjaga kesehatan tubuh.

error: Content is protected !!