KEGUNAAN DAN CARA KERJA MIKROPIPET

Pengertian

Mikropipet adalah alat laboratorium yang di gunakan untuk mengambil dan memindahkan cairan dalam volume yang sangat kecil secara akurat. Berbeda dengan pipet plastik atau pipet kaca biasa yang skalanya menggunakan mililiter (ml), mikropipet menggunakan satuan mikroliter.

 

Kegunaan Mikropipet dalam Kesehatan

Di laboratorium medis, mikropipet di gunakan hampir di setiap jenis pengujian cairan tubuh. Kegunaan spesifiknya meliputi:

  • Persiapan Sampel untuk Chemical Analyser:

Mengambil serum darah atau urine pasien dalam jumlah mikroliter untuk di campurkan dengan reagen sebelum di masukkan ke dalam mesin analisis.

  • Pemeriksaan Genetika dan DNA (PCR):

Dalam tes PCR (seperti untuk mendeteksi Covid-19, TBC, atau kanker), volume sampel DNA dan master mix yang di campurkan sangatlah sedikit dan sensitif. Mikropipet wajib di gunakan agar formulanya pas.

  • Uji Imunologi dan Serologi:

Memindahkan antibodi atau antigen dalam pemeriksaan seperti ELISA (uji HIV, demam berdarah, atau hepatitis).

  • Pembuatan Pengenceran (Dilution):

Mengencerkan sampel darah pasien yang terlalu pekat agar kadarnya bisa terbaca oleh alat laboratorium.

 

Manfaat Mikropipet dalam Kesehatan

Mengapa laboratorium kesehatan tidak bisa hidup tanpa mikropipet? Alat kecil ini membawa manfaat yang masif:

  • Akurasi dan Presisi Tingkat Tinggi

Dalam dunia medis, salah takaran bisa berarti salah diagnosis. Jika petugas laboratorium terlalu banyak atau terlalu sedikit mengambil sampel darah sebesar satu mikroliter saja, hasil tes glukosa atau kolesterol pasien bisa kacau. Mikropipet memastikan volume yang di ambil selalu konsisten dan tepat.

  • Menghemat Sampel Pasien

Karena mikropipet mampu bekerja dengan volume mikroliter, dokter tidak perlu mengambil darah pasien dalam jumlah banyak (berbotol-botol). Cukup satu tabung kecil darah, sudah bisa di gunakan untuk belasan parameter tes karena mikropipet mampu membagi-bagi sampel tersebut dalam porsi yang sangat efisien.

  • Mencegah Kontaminasi Silang (Cross-Contamination)

Mikropipet selalu menggunakan tip (ujung plastik tempat menampung cairan) yang bersifat sekali pakai (disposable). Setelah mengambil darah Pasien A, tip tersebut di buang dan di ganti dengan yang baru untuk Pasien B. Hal ini memastikan sampel antar pasien tidak saling tercampur dan melindungi petugas laboratorium dari infeksi menular.

  • Efisiensi dan Kecepatan Kerja

Mikropipet modern di desain secara ergonomis dan memiliki sistem pegas yang cepat. Petugas laboratorium dapat memindahkan ratusan sampel cairan dalam waktu singkat tanpa membuat tangan cepat lelah, sehingga hasil laboratorium pasien bisa keluar lebih cepat.

 

Cara kerja mikropipet

Berikut adalah langkah-langkah sistematis cara kerja dan cara menggunakan mikropipet:

  1. Mengatur Volume Cairan

Sebelum mengambil cairan (misalnya serum darah), petugas laboratorium akan memutar roda pengatur volume di bagian atas mikropipet. Angka pada indikator digital akan berubah sesuai dengan volume mikroliter yang di inginkan.

  1. Memasang Tip Steril (Ujung Plastik)

Mikropipet tidak boleh menyentuh cairan secara langsung. Petugas akan menancapkan ujung mikropipet ke dalam wadah tip plastik sekali pakai. Tip inilah yang nantinya akan menampung cairan sampel.

  1. Menekan Plunger ke Stop Pertama (First Stop)

Di bagian paling atas mikropipet terdapat tombol tekan (plunger). Tombol ini memiliki dua batas tekanan:

    • Stop Pertama (First Stop): Di gunakan untuk menyedot cairan. Petugas akan menekan tombol ini menggunakan jempol hingga terasa ada ganjalan/tahanan pertama.
    • Catatan: Penekanan ini di lakukan di udara, sebelum ujung tip di masukkan ke dalam cairan.
  1. Menyedot Cairan (Aspirasi)

Sambil tetap menahan tombol di posisi first stop, petugas memasukkan ujung tip sekitar 2–3 mm ke dalam cairan sampel. Setelah itu, tekanan jempol dilepaskan secara perlahan dan konstan.

  • Saat tombol naik, piston di dalam alat akan menarik udara ke atas, menciptakan ruang hampa, sehingga cairan tersedot masuk ke dalam tip plastik dengan volume yang pas.
  1. Mengeluarkan Cairan (Dispensasi)

Untuk memindahkan cairan tersebut ke dalam tabung reaksi atau mesin chemical analyzer:

  • Sentuhkan ujung tip ke dinding dalam tabung tujuan (agar cairan mengalir lancar berkat gaya kapiler).
  • Tekan tombol plunger secara perlahan sampai Stop Pertama.
  • Untuk memastikan tidak ada sisa cairan yang tertinggal di ujung tip, tekan tombol lebih dalam lagi hingga mentok ke Stop Kedua (Second Stop). Langkah ini akan mengembuskan sisa udara terakhir untuk mendorong seluruh cairan keluar.
  1. Membuang Tip (Eject)

Setelah cairan di pindahkan, petugas tidak perlu menyentuh tip bekas yang telah terkontaminasi tersebut dengan tangan. Cukup arahkan mikropipet ke tempat sampah medis, lalu tekan tombol pelepas tip (ejector button). Tip akan terlepas secara otomatis, dan mikropipet siap di pasangi tip baru untuk sampel berikutnya.

 

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan yogyakarta

error: Content is protected !!
Customer Service