Pengertian
Pemasangan infus (terapi intravena) adalah salah satu tindakan medis paling umum di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Prosedur ini memasukkan cairan, obat, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah vena pasien. Berikut adalah rincian lengkap mengenai manfaat, kegunaan, serta hal-hal yang wajib di persiapkan sebelum melakukan pemasangan infus:
-
Manfaat & Kegunaan Infus
Pemasangan infus memiliki beberapa fungsi vital dalam perawatan medis:
-
- Pemberian Cairan Rehidrasi Cepat: Mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh pada pasien yang mengalami dehidrasi berat, syok, atau luka bakar.
- Akses Obat Langsung (Efek Cepat): Memasukkan obat-obatan (seperti antibiotik, anti nyeri, atau obat darurat) langsung ke aliran darah agar bekerja secara instan dan efisien.
- Pemberian Nutrisi Parenteral: Memberikan asupan nutrisi lengkap bagi pasien yang tidak dapat makan atau mencerna makanan secara oral/melalui selang lambung.
- Transfusi Darah & Produk Darah: Menjadi jalur untuk memasukkan darah atau komponen darah (seperti sel darah merah atau plasma) pada pasien anemia berat atau pendarahan.
- Akses Darurat (Vascular Access): Menyediakan jalur tetap yang siap di gunakan kapan saja jika terjadi kondisi gawat darurat yang membutuhkan obat-obatan cepat.
-
-
Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pemasangan Infus
-
Persiapan yang matang sangat penting untuk memastikan prosedur berjalan lancar, sterilitas terjaga, dan pasien merasa nyaman.
-
Persiapan Peralatan (Set Infus & APD)
Seluruh alat harus di pastikan steril dan belum melewati tanggal kadaluwarsa:
-
- Cairan Infus: Sesuai instruksi/resep dokter (misal: NaCl 0.9%, Ringer Lactate, Dextrose).
- Infus Set / Selang Infus: Set standar (makro/mikro) atau set khusus (transfusi).
- Jarum Infus (IV Catheter / Abocath): Ukuran di sesuaikan dengan kondisi vena dan kebutuhan pasien (misal: ukuran 18G–20G untuk dewasa/darurat, 22G–24G untuk anak/vena kecil).
- Torniket (Tourniquet): Untuk membendung aliran darah agar pembuluh vena menonjol dan mudah terlihat/teraba.
- Alat Sterilisasi & Fiksasi: Swab alkohol 70%, plester/transparan dressing (Tegaderm), dan kasa steril.
- Alat Pelindung Diri (APD): Sarung tangan steril/bersih (handscoon).
- Tiang Infus & Tiang Penyangga (Spalk): Jika di perlukan untuk memfiksasi area lipatan/tangan anak.
-
Persiapan Pasien
- Informed Consent (Persetujuan): Jelaskan tujuan, prosedur, dan efek samping (seperti rasa sedikit sakit saat di tusuk) kepada pasien atau keluarga, lalu minta persetujuan.
- Pemeriksaan Kondisi Pasien: Cek riwayat alergi (terutama terhadap plester atau perekat), serta pastikan area penusukan bebas dari infeksi, luka, atau cedera.
- Posisi Pasien: Atur posisi pasien senyaman mungkin (biasanya berbaring atau duduk rileks) dengan pencahayaan ruangan yang cukup.
-
Persiapan Petugas Medis
- Prinsip Sterilitas (Aseptik): Mencuci tangan 6 langkah sesuai standar WHO sebelum menyentuh alat dan pasien.
- Identifikasi Pasien: Melakukan pengecekan ulang identitas pasien (nama, tanggal lahir/nomor rekam medis) dan mengonfirmasi kembali jenis cairan yang akan di berikan (5 Benar Pemberian Obat).
Jual alat kesehatan
Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan yogyakarta

