PENGERTIAN DAN PROSEDUR KALIBRASI SPIROMETER

Pengertian

Spirometer adalah alat medis diagnostik yang di gunakan untuk mengukur volume dan kecepatan udara yang dapat di hirup serta di hembuskan oleh paru-paru seseorang. Pengujian yang di lakukan menggunakan alat ini di namakan spirometri.

 

Fungsi Alat Spirometer

Spirometer berfungsi merekam dua parameter utama dalam sistem pernapasan:

  • Forced Vital Capacity (FVC):

Jumlah total udara yang dapat di hembuskan secara maksimal setelah menarik napas sedalam mungkin.

  • Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1):

Jumlah udara yang dapat di hembuskan secara paksa pada detik pertama pengeluaran napas.

 

Manfaat Utama

  • Mendiagnosis Gangguan Pernapasan:

Membantu mengidentifikasi jenis kelainan paru-paru, baik tipe obstruktif (seperti asma dan PPOK) maupun tipe restriktif (seperti fibrosis paru).

  • Evaluasi Respons Terapi:

Menilai efektivitas penggunaan obat inhaler atau bronkodilator pada pasien.

  • Skrining Kesehatan Kerja:

Memantau kondisi paru-paru pekerja yang sering terpapar debu, zat kimia, atau bahan iritan lingkungan kerja.

  • Pengujian Pra-Bedah:

Memastikan fungsi ventilasi paru-paru pasien berada pada batas aman sebelum menjalani prosedur pembedahan besar.

 

Prinsip Kerja Flow Sensor pada Spirometer

Flow sensor (sensor aliran) pada spirometer berfungsi mendeteksi kecepatan dan arah aliran udara yang di hembuskan atau di hirup oleh pasien secara real-time. Berdasarkan teknologi yang di gunakan, terdapat tiga jenis prinsip kerja utama pada alat medis ini:

  • Pneumotachograph (Fleisch / Lilly):

Menggunakan elemen resistif berupa membran halus atau tumpukan kapiler (mesh) di dalam jalurnya. Ketika udara mengalir, terjadi penurunan tekanan di sisi hulu dan hilir elemen tersebut. Berdasarkan hukum fluidika, perbedaan tekanan ini berbanding lurus dengan kecepatan aliran udara (flow rate), yang kemudian di teruskan oleh differential pressure transducer menjadi sinyal elektrik.

  • Turbin (Rotor-based):

Menggunakan baling-baling ringan di dalam jalur udara. Aliran udara yang melewati bilah turbin menyebabkan rotor berputar. Kecepatan putaran turbin sebanding dengan kecepatan aliran udara. Sensor optik atau magnetik mendeteksi putaran ini dan mengubahnya menjadi data volume.

  • Ultrasonic Flow Sensor:

Memanfaatkan gelombang ultrasound yang di pancarkan antara dua transduser secara bergantian searah dan berlawanan arah dengan aliran udara. Perbedaan waktu tempuh (transit time) gelombang suara di gunakan untuk menghitung kecepatan aliran udara secara akurat tanpa hambatan mekanis di dalam saluran napas.

 

Prosedur Kalibrasi Spirometer

Kalibrasi rutin wajib di lakukan sesuai standar ATS/ERS (American Thoracic Society / European Respiratory Society) untuk memastikan akurasi volume dan aliran udara tetap berada dalam batas toleransi.

  1. Persiapan Alat dan Lingkungan

  • Siapkan Calibration Syringe 3 Liter (suntikan kalibrasi standar bersertifikat).
  • Pastikan alat berada pada suhu ruangan yang stabil dan bebas dari kebocoran pada konektor selang atau filter antibakteri. Masukkan data suhu, tekanan udara, dan kelembapan ruangan ke dalam perangkat lunak spirometer untuk koreksi BTPS (Body Temperature, Pressure, Saturated).

 

  1. Pemasangan (Connection)

  • Sambungkan flow sensor atau handheld spirometer secara langsung ke ujung calibration syringe 3 liter secara rapat tanpa celah udara.

 

  1. Prosedur Penyuntikan (Stroke Test)

  • Tarik plunger suntikan sepenuhnya hingga posisi maksimum (mencapai volume 3 liter), lalu dorong sepenuhnya ke depan dengan gerakan stabil.
  • Lakukan penyuntikan sebanyak minimal tiga kali hingga lima kali pukulan berturut-turut dengan variasi kecepatan dorong (lambat, sedang, dan cepat) untuk mencakup rentang aliran klinis antara 0,5 hingga 12 L/s.

 

  1. Verifikasi dan Evaluasi Hasil

  • Perangkat lunak akan membandingkan volume terbaca dengan volume acuan standar 3,00 liter.
  • Berdasarkan standar ATS/ERS, akurasi volume yang di izinkan berada dalam batas toleransi kurang lebih 3% (rentang nilai antara 2,91 hingga 3,09 liter).

 

  1. Penyesuaian (Adjustment) jika Di perlukan

  • Jika hasil pembacaan berada di luar batas toleransi kurang lebih 3%, lakukan kalibrasi ulang melalui menu perangkat lunak instrumen atau periksa kembali kebersihan flow sensor dari kondensasi uap air atau kotoran sebelum di uji ulang.

 

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan yogyakarta

error: Content is protected !!
Customer Service