Cara Membuat Tandu Darurat Dengan Mudah

Hal yang terduga bisa saja terjadi kapan saja, contohnya seperti musibah dan bencana alam. Dalam kondisi seperti ini tandu sangat di perlukan untuk membantu mengevakuasi korban bencana. Apalagi buat ada para pecinta alam yang gemar mendaki gunung atau melakukan penjelajahan. Meskipun kita tidak mengarapkan suatu hal yang buruk terjadi, namun alangkah baiknya kita mempersiapkan hal tersebut. Salah satunya yaitu dengan cara membuat tandu darurat.

Sangat penting buat anda untuk mengetahui bagaimana cara membuat tandu darurat yang sederhana, karena akan bermanfaat ketika anda berda dalam keadaan darurat.

Apa Itu Tandu Darurat?

Tahukah anda? Jika tandu bisa anda bikin sendiri ketika dalam keadaan darurat. Tandu darurat ini bisa membantu anda untuk melakukan evakuasi korban menuju tempat untuk melakukan perawatan. Alat ini akan sangat memudahkan untuk memberikan pertolongan, selain itu korban juga akan merasa lebih nyaman berada di atas tandu. Tak hanya untuk mengangkat korban saja, anda juga bisa menggunakan tandu darurat ini untuk mengangkut barang milik korban.

Sebelum kita membahas mengenai cara membuat tandu darurat, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis-jenis tandu yang sering di gunakan.

Macam-Macam Tandu

Tandu Spindal

Setiap kondisi korban memerlukan tandu yang tepat untuk pertolongannya. Karena, apabila kita menggunakan tandu yang tidak sesui, bisa memperparah kondisi korban. Salah satunya yaitu untuk korban patah tulang yaitu menggunakan tandu spindal. Tandu spindal ini memiliki permukaan yang rata sehingga membuat posisi tulang tidak bergeser dan tetap pada posisi yang sama. Dengan permukaan yang rata korban akan merasa lebih aman.

Tandu Lipat

Anda pasti sering melihat tandu ini ketika sedang menonton pertandingan sepak bola. Yaa tandu lipat ini sering di gunakan untuk mengevakuasi korban pada saat pertandingan. Bentuknya yang bisa di lipat membuat tandu ini praktis untuk di bawa kemana-mana tanpa memakan space yang banyak.

Tandu Sorong

Jenis tandu ini sering di gunakan untuk mengangkut pasien di rumah sakit, ambulance, maupun puskesmas. Berbeda dengan tandu lipat dan spidel, anda tidak perlu mengangkat tandu untuk memindahkan pasein. Tandu ini memiliki roda pada keempat kaki tandu sehingga mudah untuk mendorongnya. Namun, tandu ini hanya bisa di gunakan pada medan yang rata, sehingga kurang cocok di gunakan untuk mengevakuasi pasien di medan yang terjal. Tandu ini juga memiliki matras yang terbentang di atas tandu lengkap dengan kain yang menyelimutinya sehingga pasien akan merasa lebih nyaman.

Tandu Darurat

Yang terakhir yaitu ada tandu darurat. Nah tandu darurat inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Sesuai dengan namanya, tandu ini memang hanya di buat ketika dalam keadaan darurat. Anda yang pernah menggeluti pramuka, PMR, atau pecinta alam tentunya sudah tidak asing lagi dengan tandu ini. Tandu ini biasanya terbuat dari kayu atau bambu yang di rancang dengan tali hingga membentuk menyerupai tandu. Namun, untuk membuat tandu ini juga membutuhkan skill tali menali, agar tandu darurat yang kita buat kuat dan aman untuk mengevakuasi korban. Setidaknya anda harus menguasi dua simpul agar bisa membuat tandu ini yaitu simpul pangkal dan simpul jangkar. Simpul pangkal ini untuk membuat tali saat awal pembuatan tandu, sedangkan simpul jangkar ini berfungsi untuk pengaman jaring tandu. Selanjutnya, ikatan pangkat untuk mengikat tongkat panjang dan tongkat pendek di sekeliling tandu.

Cara Membat Tandu Darurat

Nah setelah menguasi tali simpul tersebut anda bisa memulai untuk membuat tandu darurat dengan mudah. Berikut kami bagikan cara membuat tandu darurat dengan mudah dan sederhana:

  • Hal pertama yang harus anda persiapkan tentunya bahan-bahannya seperti 2 buah tongkat dengan panjang 160 cm, 2 buah tongkat pendek 60 cm, tali pramuka atau tali tampar, serta mitella jika ada.
  • Selanjutnya, susun tongkat yang pajang secara sejajar dengan jarak antar tongkat 50 cm.
  • Lalu palangkan tongkat yang pendek di kedua sisi ujung tongkat yang panjang tadi dengan menyisakan jarak kurang lebih 25 cm untuk pegengan sehingga memudahkan untuk mengangkut korban.
  • Satukan tongkat-tongkat tersebut dengan cara mengikatan keempat pertemuan antar tongkat dengan tali tampar menggunakan ikatan pangkal.
  • Sisa tali tersebut kemudian saling di tautkan menggunakan simpul jangkar antara yang atas dan bawah di bagian tengah-tengah tandu.
  • Ulangi cara tersebut hingga membentuk simpul jangkar hingga menjadi 5 simpul jangkar.
  • Setalah itu, akhiri simpul dengan membuat simpul pangkat serta lingkarkan tali yang tersisa di bawah tongkat dan ikat dengan simpul mati.

Apabila ada mitella bisa anda gunakan untuk alas kepala dengan cara melingkarkan dengan kedua tongkat. Jika tidak ada, anda bisa menggunakan benda-benda lain yang bisa membuat rasa nyaman di kepala korban.

Hal Yang Harus Anda Perhatikan dalam Membuat Tandu Darurat

Jarak menjadi hal utama yang harus anda perhatikan dalam membuat tandu darurat. Baik itu jarak antar tali maupun jarak antar tongkat. Jarak pada tandu darurat ini berfungsi untuk memudahkan mengangkut korban dengan nyaman saat berada di atas tandu.

Nah itu tadi cara membuat tandu darurat, sekilas memang terlihat rumit namun dengan banyak berlatih bisa anda kerjakan dengan mudah.

error: Content is protected !!
Customer Service