CARA MENGOBATI BELL’S PALSY

Pengertian Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan otot-otot pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat membuat wajah menjadi tidak simetris. Kerusakan saraf pada wajah juga dapat menyebabkan berkurang atau hilangnya kemampuan wajah untuk berekspresi, gangguan produksi air mata dan rasa pengecap, serta mati rasa. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan membaik dalam hitungan minggu , namun biasanya tidak bersifat permanen.

Gejala

Kelumpuhan tersebut di tunjukkan dengan perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris atau menutup mata di sisi yang lumpuh. Kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi wajah bisa di bagi menjadi dua jenis, yaitu kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) dan kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali, tetapi kasus ini jarang sekali terjadi). Bell’s palsy juga membuat mulut serta kelopak mata pengidap akan terpengaruh, sehingga kedua bagian ini akan sulit untuk di buka dan di tutup. Berikut adalah beberapa gejalanya yaitu sebagai berikut :

  • Penurunan atau perubahan pada indra perasa.
  • Rasa sakit pada sekitar rahang.
  • Kesulitan untuk makan, minum, dan berbicara.
  • Nyeri telinga pada sisi wajah yang lumpuh.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Berdenging di salah satu telinga atau keduanya.
  • Nyeri tajam di belakang telinga atau dari dalam telinga
  • Kadang wajah terasa kaku
  • Kelumpuhan sebelah otot wajah bagian atas dan bawah

Bell’s palsy merupakan gangguan yang terjadi pada otot dan saraf wajah, sehingga kondisi ini tidak berdampak pada kinerja otak dan bagian tubuh lainnya.

Penyebab

Penyakit ini terjadi ketika saraf kranial ketujuh menjadi bengkak atau terkompres, menyebabkan kelemahan wajah atau kelumpuhan. Penyebab pasti dari kerusakan ini tidak di ketahui, tetapi banyak ilmuwan percaya hal ini di picu oleh infeksi virus. Virus atau bakteri yang berhubungan dengan penyakit ini yaitu sebagai berikut :

  • Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster
  • Rubella atau campak jerman.
  • Herpes simplex, yang dapat menyebabkan lepuhan dan herpes kelamin.
  • Virus gondongan.
  • Influenza B yang menyebabkan flu.

Faktor risiko Bell’s palsy

Risiko untuk terkena Bell’s palsy meningkat pada:

  • Menderita infeksi pada paru–paru atau saluran pernapasan atas seperti flu atau pilek.
  • Wanita hamil, terutama pada trimester ketiga atau pada minggu pertama setelah melahirkan.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan Bell’s Palsy (kerentanan genetik).
  • Menderita diabetes atau kencing manis.

Pencegahan Bell’s Palsy

Mulai gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat serta rutin berolahraga. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Berikut daftar makanan tinggi serat :

  • Apel
  • Brokoli
  • Pir
  • Roti gandum
  • Pisang wortel
  • Chia seed
  • Almond
  • Edamame

Cara mengobati

Beberapa obat di berikan untuk mengobati kondisi ini, antara lain:

  • Obat tetes mata

Untuk menjaga mata tetap lembap dan terlindung dari kotoran dan cedera, memberikan tetes mata bisa membantu. Selain itu, salep, gel mata, dan penutup mata juga bisa di gunakan dengan tujuan yang sama.

  • Obat tanpa resep dokter

Obat tanpa resep yang bisa di berikan adalah ibuprofen dan acetaminophen guna meredakan nyeri.

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan natuna.

error: Content is protected !!
Customer Service