Kecemasan atau Anxiety adalah hal yang wajar ketika seseorang mengalami atau mendengar tentang situasi yang menyebabkan ketakutan atau kekhawatiran. Namun, jika kecemasan terjadi tanpa sebab atau sulit dikendalikan, kemungkinan disebabkan oleh stres, maka berhati-hatilah. Stres dan kecemasan bukanlah hal yang sama. Cemas bisa dikatakan masih normal ketika bisa dikendalikan. Yuk, ketahui ciri-ciri anxiety disorder dan jenisnya berikut ini!
Kenali Ciri-Ciri Anxiety Disorder
Siapa pun dapat merasa cemas ketika dihadapkan atau dihadapkan pada situasi yang mengancam atau menakutkan. Beberapa contoh dari situasi ini adalah: pindah sekolah, memulai pekerjaan baru, menjalani operasi, menangani diagnosis medis, menghadapi bencana, atau menunggu istri Anda melahirkan. Itu selalu membuat stres karena Anda harus menghadapi situasi atau situasi yang membuat stres.
Orang yang cemas sering muncul dengan gejala seperti:
Gelisah, gugup, tegang
Detak jantung cepat
Pernapasan cepat
Gemeteran
Tidak bisa tidur
Banyak berkeringat
Merasa lemah
Murung
Ada rasa bahaya
Membedakan Kecemasan Normal Dari Kecemasan Berbahaya
Anxiety atau kecemasan tidak selalu buruk. Stres yang diciptakan oleh pemikiran positif dapat digunakan sebagai motivasi atau dorongan untuk mengatasi suatu tantangan atau situasi. Misalnya, selama ujian atau wawancara kerja, stres dapat memotivasi Anda untuk belajar atau mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk wawancara kerja. Hal yang harus diwaspadai adalah ketika ada stres bahkan setelah pemicunya hilang, atau ketika stres tidak terlihat jelas dan mengganggu pekerjaan. Dalam hal ini, Anda harus merasa cemas. Gejala stres yang Anda alami bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung jenis stres yang diderita. Evaluasi lebih lanjut oleh psikolog atau psikiater harus menentukan apakah kecemasan yang terjadi adalah normal atau karena gangguan psikologis.
Jenis Stres yang Harus Anda Ketahui
Berikut jenis dan gejala stres atau kecemasan.
Gangguan Kecemasan Umum (Generalized anxiety disorder)
Orang dengan kecemasan berlebihan mungkin merasa khawatir atau stres terus-menerus tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan dan kesehatan hingga hal-hal sederhana sehari-hari, seperti percakapan dengan orang lain. Kecemasan yang disebabkan oleh berbagai stresor dapat dirasakan setiap hari dan berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Oleh karena itu, pasien yang menderita kecemasan ini akan mengalami kesulitan dalam aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Selain kecemasan yang tidak stabil, orang dengan gangguan kecemasan umum juga dapat mengalami kelelahan, kecemasan, mual, sakit kepala, depresi, sesak napas, dan insomnia.
Fobia
Fobia adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan pasien mengembangkan rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap objek, hewan, atau situasi tertentu. Seseorang dengan fobia dapat mengalami rasa takut atau ketakutan yang ekstrim ketika melihat sesuatu atau berada di tempat yang memicu fobia, seperti laba-laba, darah, keramaian, kegelapan, ketinggian, atau ruangan tertutup. Oleh karena itu, penderita fobia akan melakukan apa saja untuk menjauhkan diri dari objek atau situasi yang ditakutinya.
Kecemasan Sosial
Orang dengan gangguan kecemasan atau fobia sangat cemas atau takut dengan lingkungan atau situasi sosial di mana mereka harus berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan fobia ini selalu merasa diawasi dan dihakimi oleh orang lain, dan mereka takut atau malu ketika berada dalam kelompok. Hal-hal tersebut membuat orang miskin selalu berusaha menghindari situasi dimana mereka harus bertemu atau berinteraksi dengan banyak orang.
Post Traumatic Stress (PTSD)
PTSD atau post traumatic stress, dapat memengaruhi siapa saja yang pernah mengalami trauma yang mengancam jiwa atau peristiwa berbahaya. Misalnya, Anda mungkin tinggal di zona konflik atau perang, terkena dampak bencana alam, atau menjadi korban aksi terorisme. Orang yang menderita PTSD seringkali sulit melupakan traumanya, baik dalam pikiran maupun dalam mimpinya, sehingga membuat mereka merasa bersalah, terisolasi dan sulit berinteraksi dengan orang lain. Terkadang orang dengan PTSD bisa menderita insomnia dan bahkan depresi.
Gangguan Panik
Orang cemas yang mungkin merasa gugup atau takut tanpa alasan. Kecemasan dan kepanikan akibat masalah ini bisa terjadi kapan saja dan bisa terjadi secara tiba-tiba atau berulang. Saat gejala muncul, penderita kecemasan seringkali memiliki banyak gejala, seperti jantung berdebar, keringat dingin, pusing, sesak napas, tremor, dan kelelahan. Orang yang cemas tidak dapat memprediksi kapan masalah akan terjadi atau apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, tidak sedikit pasien yang tidak puas yang berlatih menjauh dari rasa takut muncul kembali di tempat umum.
OCD atau Gangguan Obsesif Kompulsif
Orang dengan gangguan obsesif-kompulsif sering melakukan hal-hal untuk menghilangkan stres dari pikiran mereka. Misalnya, Anda harus mencuci tangan sebanyak tiga kali karena merasa tangan Anda masih kotor. Konflik tersebut sulit di kelola, stabil dan dapat berulang kapan saja sehingga mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Cara Mengatasi Anxiety
Untuk mengurangi atau mencegah anxiety, Anda dapat:
- Tidur dan istirahat yang cukup
- Hindari kafein dan alkohol
- Kurangi stres dengan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga
- Terlibat dalam aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur
- Bertukar atau berbagi ide dengan teman Anda.
Jika kecemasan sudah teratasi dengan cara-cara di atas, namun kecemasan tidak juga hilang, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke psikiater. Psikiater melakukan asesmen psikologis untuk menentukan penyebab dan jenis stres yang Anda rasakan. Itulah ciri-ciri anxiety disorder dan jenisnya yang perlu anda ketahui. Jika anda membutuhkan informasi jual alat kesehatan terlengkap di Indonesia, jangan lupa untuk mengunjungi AGM Medica!

