Tourniquet adalah alat untuk membendung atau menghentikan aliran darah. Alat ini bisa menyelamatkan nyawa asalkan di gunakan dengan tepat. Ketika seseorang mengalami perdarahan hebat, baik di bagian arteri maupun vena utama, mereka berisiko kehilangan banyak darah dalam waktu cepat. Orang dewasa misalnya, dapat kehilangan sekitar 40 persen darah hanya dalam kurun 3-4 menit. Sedangkan, anak-anak bisa lebih cepat daripada itu. Kehilangan banyak darah merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Pasalnya, hal ini dapat memicu syok hipovolemik, berupa kegagalan sistem peredaran darah, hingga kematian. Untuk mencegah keadaan tersebut, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan tourniquet dalam kondisi darurat.
Jenis-Jenis Tourniquet
Berikut teknik tourniquet yang paling sering di gunakan, antara lain:
-
Combat Application Tourniquet (CAT)
Ini merupakan metode pertolongan pertama yang paling sering di pakai ketika terjadi kecelakaan. Combat Application Tourniquet (CAT) terkesan minim nyeri dan menggunaan tuas untuk merapatkan turniket. Pemasangan turniket dengan metode CAT bahkan bisa di pakai sendiri oleh mereka yang mengalami kecelakaan. Warna perekat atau tali yang di gunakan in biasanya berwarna hitam dan telah lama di pasang sejak zaman perang. Perekatan tali tourniquet di pasang di luka yang terbuka selama 30 menit sebelum mendapat pertolongan lanjutan. Tak hanya itu, cara ini juga terkesan lebih praktis karena adanya buckle di ujung tali perekatnya.
-
Special Operations Force Tactical (SOFT) Tourniquet
Selain itu, jenis lain turniket ini juga tak kalah penting untuk di ketahui. Special Operations Force Tactical (SOFT) Tourniquet adalah penghentian aliran darah ke luka dengan menggunakan buckle. Buckle ini biasanya telah terpasang di turniket dan di pakai untuk menghentikan pendarahan di sekitar paha atau tangan yang cedera. Mirip dengan jenis turniket sebelumnya, ini pun bisa di gunakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Yang membedakan adalah bentuk alat yang lebih kokoh dengan beberapa penyangga yang lebih banyak.
-
Stretch Wrap and Tuck Tourniquet
Stretch Wrap and Tuck Tournique menjadi jenis yang paling umum di gunakan ketika keadaan darurat. Tourniquet jenis ini menggunakan karet berbahan tebal dan tidak memakai buckle sebagai perekatnya. Metode ini di yakini mudah di pakai untuk orang dewasa ataupun anak-anak dan terkesan lebih praktis. Bentuknya yang lebih panjang dan bervariasi. Ini bisa di gunting menjadi 2 bagian untuk perekatan di lokasi luka yang berbeda. Turniket jenis ini biasanya akan lebih sering di miliki tenaga kesehatan untuk menolong korban-korban kecelakaan.
Cara pemasangan dan penggunaan Tourniquet
- Alasi tempat yang akan di pasang Tourniquet dengan kasa agar kulit tidak lecet
- Pasang tourniquet antara luka dengan jantung, dengan cara meyimpul mati pengikat di atas luka
- kencangkan balutan dengan tongkat pemutar sampai pendarahan berhenti
- Setiap 10 – 15 menit tourniquet harus di longgarkan dengan cara memutar tongkat kearah berlawanan
- Tunggu ½ – 1 menit. Kalau dalam satu menit darah tidak mengalir lagi, biarkan tourniquet dalam keadaan longgar.
- Kalau terjadi lagi perdarahan, segera tourniquet di kencangkan kembali.
Jual alat tourniquet
Bisa anda dapatkan dengan harga terbaik di AGM medica Yogyakarta. Kami adalah distributor alat kesehatan terlengkap dan termurah. Menjual berbagai macam produk alat-alat medis untuk kebutuhan rumah sakit dan klinik dengan kualitas terjamin. Tersedia Jual alat tourniquet murah berkualitas bisa anda dapatkan di toko kami. Segera hubungi kontak kami untuk informasi produk lebih lengkap, harga terbaru dan untuk pemesanan. Kami siap melayani semua keperluan dan kebutuhan anda

