KOMPLIKASI PEMASANGAN INFUS SEPERTI FLEBITIS ATAU EKSTRAVASASI DAN PENANGANANNYA

Pengertian

Komplikasi pada pemasangan infus merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan kerusakan jaringan yang lebih berat. Dua komplikasi yang paling sering terjadi adalah flebitis dan ekstravasasi/infiltrasi.

Berikut adalah tanda-tanda klinis serta langkah penanganan untuk masing-masing komplikasi:

Flebitis (Peradangan Pembuluh Darah Vena)

Flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah vena yang disebabkan oleh iritasi mekanis (ukuran jarum terlalu besar), kimiawi (jenis obat/cairan yang iritatif), atau bakteri (kurang steril).

Tanda-tanda Flebitis:

  • Kemerahan (Eritema): Kulit di sepanjang jalur vena berwarna kemerahan.
  • Nyeri dan Nyeri Tekan: Area penusukan terasa sakit saat di sentuh atau disentuh secara tidak sengaja.
  • Bengkak dan Hangat: Area sekitar tusukan membengkak dan terasa hangat saat diraba.
  • Pengerasan Vena: Pembuluh darah vena terasa keras atau kaku seperti tali (venous cord).
  • Demam Lokal/Sistemik: Kadang disertai keluarnya cairan/nanah jika di sebabkan oleh infeksi bakteri.

 

Penanganan Flebitis:

  • Hentikan Infus Segera: Matikan aliran infus dan lepas kateter/jarum di area tersebut.
  • Kompres Hangat: Aplikasikan kompres hangat kering pada area yang meradang selama 15–20 menit (3–4 kali sehari) untuk melancarkan sirkulasi darah dan meredakan nyeri.
  • Pindahkan Jalur Infus: Pasang infus baru di ekstremitas/lengan yang berbeda jika masih memerlukan terapi cairan.
  • Elevasi Ekstremitas: Tinggikan posisi tangan/kaki yang terkena flebitis di atas level jantung untuk mengurangi pembengkakan.
  • Dokumentasi & Obat: Catat derajat flebitis (skala VIP/Visual Phlebitis Score) dan berikan salep analgesik/antiinflamasi (misal: salep heparin/thrombophob) sesuai instruksi medis.

 

Ekstravasasi & Infiltrasi (Bocornya Cairan ke Jaringan Sekitar)

  • Infiltrasi: Kebocoran cairan infus biasa (non-vesikan) ke jaringan lunak di luar pembuluh darah.
  • Ekstravasasi: Kebocoran obat/cairan berisiko tinggi (vesicant seperti kemoterapi, dopamin, atau kalsium glukonas) yang dapat menyebabkan nekrosis (kematian) jaringan.

 

Tanda-tanda Ekstravasasi / Infiltrasi:

  • Pembengkakan Cepat: Area sekitar penusukan tampak membengkak, tegang, dan mengilat.
  • Terasa Dingin: Kulit di sekitar area infus terasa lebih dingin di bandingkan area kulit lainnya (karena akumulasi cairan infus).
  • Nyeri atau Rasa Terbakar: Terutama pada ekstravasasi obat vesikan, pasien mengeluhkan rasa terbakar yang hebat.
  • Perubahan Warna Kulit: Kulit tampak pucat (blanching) atau kebiruan/melepuh pada kasus ekstravasasi berat.
  • Tetesan Infus Melambat/Buntu: Aliran infus melambat atau berhenti total meskipun kran infus terbuka penuh.

 

Penanganan Ekstravasasi / Infiltrasi:

  1. Hentikan Infus Segera: Jangan langsung melepas jarum/kateter terlebih dahulu!
  2. Aspirasi Cairan: Sambungkan spuit (syringe) pada kateter infus untuk menyedot sisa obat/cairan yang tertinggal sebanyak mungkin sebelum jarum dicabut.
  3. Berikan Antidot (Jika Ada): Untuk obat vesikan tertentu (seperti kemoterapi), suntikkan obat penawar/antidot khusus sesuai protokol sebelum mencabut kateter.
  4. Lepas Kateter: Setelah aspirasi/pemberian antidot selesai, lepaskan jarum infus dengan hati-hati.
  5. Kompres Khusus:
    • Kompres Dingin: Di gunakan untuk mayoritas cairan/obat vesikan (seperti agen kemoterapi tertentu) untuk melokalisir obat agar tidak menyebar.
    • Kompres Hangat: Di gunakan khusus pada ekstravasasi golongan obat alkaloid vinka (misal: vinkristin) atau infus natrium bikarbonat untuk membantu penyerapan cairan.
  6. Elevasi & Pemantauan: Tinggikan posisi lengan/kaki dan pantau adanya tanda-tanda kerusakan jaringan/sindrom kompartemen.

Pencegahan Utama: Pemantauan lokasi tusukan secara berkala (minimal setiap 2–4 jam), penggantian kateter secara rutin sesuai indikasi, serta edukasi pasien untuk segera melapor jika merasa nyeri atau bengkak adalah kunci utama mencegah komplikasi berat.

 

Rekomendasi peralatan medis dari AGM Medica Yogyakarta

AGM medica Yogyakarta menghadirkan berbagai macam produk alat Kesehatan. Produk dari AGM Medica Yogyakarta memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Pemasangan instrumen sangat mudah dan dapat di lakukan oleh siapa saja dengan manual book yang tersedia.
  • Memiliki produk yang eksklusif dan berkualitas.
  • Dengan garansi produk yang terjamin dan mudah untuk klaim.
  • Dengan kualitas yang bagus tetapi tetap dengan harga yang bersahabat.

 

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan yogyakarta

 

error: Content is protected !!
Customer Service