Prosedur kolonoskopi adalah prosedur medis di mana dokter memasukkan tabung tipis dan fleksibel yang di sebut kolonoskop melalui rektum untuk melihat bagian dalam usus besar pasien. Di ujung tabung kolonoskop terdapat kamera yang menampilkan video pada monitor, video ini memungkinkan dokter untuk melihat berbagai kondisi di dalam usus besar pasien. Selain itu, kolonoskopi juga dapat di gunakan ketika dokter ingin menemukan penyebab dari gejala-gejala pasien seperti buang air besar berdarah, diare, penurunan berat badan yang tak dapat di jelaskan, maupun nyeri perut yang parah. Pemeriksaan kolonoskopi mungkin menimbulkan rasa sedikit tidak nyaman, tetapi tidak menyakitkan. Pasalnya, selama prosedur berlangsung, pasien di berikan anestesi untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Perbedaan Endoskopi dan Kolonoskopi
Endoskopi merupakan prosedur non bedah yang berfungsi untuk memeriksa saluran pencernaan. Sedangkan kolonoskopi adalah bagian dari endoskopi yang khusus memeriksa bagian bawah saluran pencernaan, yang meliputi rektum dan usus besar. Berikut adalah penjelasan perbedaan dari kedua prosedur ini:
-
Penggunaan anestesi
Pemeriksaan endoskopi hanya menggunakan obat penenang minimal. Sedangkan kolonoskopi memerlukan anestesi umum, untuk memastikan pasien nyaman dan rileks selama pemeriksaan.
-
Area pemeriksaan
Endoskopi berfokus pada pemeriksaan untuk saluran pencernaan bagian atas. Sementara itu, kolonoskopi berfokus pada saluran pencernaan bagian bawah.
-
Persiapan sebelum prosedur
Endoskopi memerlukan puasa selama 6-8 jam sebelumnya. Sedangkan kolonoskopi memerlukan persiapan yang lebih berfokus pada usus, mulai dari malam hari sebelum prosedur berlangsung.
Indikasi Kolonoskopi
Dokter biasanya menyarankan prosedur kolonoskopi untuk tujuan berikut :
- Mendeteksi dan memotong polip usus, sekaligus menurunkan risiko terserang kanker usus besar
- Mencari tahu penyebab buang air besar berdarah, sembelit kronis, diare kronis, nyeri perut, dan keluhan lain yang terkait dengan usus
- Menghentikan perdarahan bila terjadi perdarahan pada usus besar
- Mendeteksi kanker usus besar, terutama pada orang berusia 50 tahun ke atas dan orang yang berisiko terserang kanker usus
Tujuan dan Manfaat Kolonoskopi
Berikut adalah manfat dari pemeriksaan atau prosedur kolonoskopi :
-
Deteksi dini kanker usus besar
-
Pengangkatan polip
-
Diagnosis dan pengobatan kondisi usus
-
Pemeriksaan keluhan gastrointestinal
-
Pemantauan kondisi usus
-
Pencegahan kanker usus besar secara umum
-
Mengatasi masalah yang terjadi pada usus besar
Persiapan untuk Menjalani Prosedur Kolonoskopi
Sebelum prosedur ini di lakukan, usus Anda harus dalam keadaan bersih. Oleh karena itu, dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan usus besar. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengosongkan usus besar Anda:
-
Mengonsumsi obat pencahar
Dokter dapat menganjurkan Anda mengonsumsi obat pencahar untuk mengosongkan usus besar pada malam sebelum melakukan prosedur ini.
-
Menggunakan enema
Untuk kondisi tertentu, dokter akan melakukan prosedur enema, yaitu dengan memasukkan cairan pembersih secara langsung ke dalam anus untuk mengosongkan usus besar.
-
Menjalani diet khusus sehari sebelum pemeriksaan
Anda akan di minta untuk berhenti mengonsumsi makanan padat setidaknya sehari sebelum pemeriksaan. Sebagai gantinya, Anda dapat mengonsumsi makanan lunak, seperti jus, minum air putih, susu, atau teh.
Jual alat kolonoskopi
Bisa anda dapatkan dengan harga terbaik di AGM medica Yogyakarta. Kami adalah Distributor alat kesehatan terlengkap dan termurah. Menjual berbagai macam produk alat-alat medis untuk kebutuhan rumah sakit dan klinik dengan kualitas terjamin. Tersedia Jual alat kolonoskopi murah berkualitas bisa anda dapatkan di toko kami. Segera hubungi kontak kami untuk informasi produk lebih lengkap, harga terbaru dan untuk pemesanan. Kami siap melayani semua keperluan dan kebutuhan anda

