3 Model Alat X-Ray Yang Banyak Digunakan Rumah Sakit

X-Ray

Model alat X-RayApa Itu X-Ray?

Sinar-X merupakan jenis radiasi yang disebut gelombang elektromagnetik. Pencitraan X-ray akan menciptakan gambar bagian dalam tubuhmu. Gambar-gambar ini akan menunjukkan bagian-bagian tubuhmu dalam berbagai nuansa hitam dan putih. Gambar hitam putih ini dihasilkan karena jaringan-jaringan tubuh menyerap jumlah radiasi yang berbeda. Misalnya, kalsium dalam tubuh menyerap sinar-X paling banyak, sehingga tulang tampak putih. Sementara lemak dan jaringan lunak lainnya menyerap lebih sedikit, sehingga terlihat abu-abu.

Prosedur X-ray ini dilakukan dengan cepat dan tanpa rasa sakit. Pemeriksaan X-ray bertujuan untuk membantu dokter mendiagnosis dan memantau beberapa kondisi tubuh. Misalnya, keluhan, seperti infeksi, pembusukan gigi, patah tulang, radang sendi, osteoporosis, ataupun kanker tulang.

Kenapa Melakukan Pemeriksaan X-Ray?

Meski tujuan utama X-ray digunakan untuk menelisik kondisi tulang dan sendi, tapi terkadang prosedur ini juga dipakai untuk mendeteksi masalah kesehatan lainnya. Contohnya, jaringan lunak, seperti organ internal. Selain itu, prosedur ini juga digunakan untuk memeriksa adanya penyakit atau infeksi paru-paru, kanker payudara, masalah saluran pencernaan, pembesaran jantung, pembuluh darah yang tersumbat, bentuk tulang belakang yang abnormal, masalah ketika menelan, hingga benda yang tak sengaja tertelan ke dalam tubuh.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan X-Ray?

Pemeriksaan X-ray merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dari penegakkan diagnosis di samping pemeriksaan laboratorium. Seperti dijelaskan di atas, X-ray dilakukan untuk melihat kondisi-kondisi di atas. Misalnya, patah tulang hingga menentukan jenis pengobatan suatu masalah medis yang akan diberikan.

Bagaimana Melakukan Tes X-Ray?

Ketika menjalani pemeriksaan X-ray, kamu akan diminta untuk berbaring, berdiri, ataupun melakukan posisi tertentu. Posisinya disesuaikan dengan bagian tubuh yang akan difoto. Contohnya, Rontgen dada. Dalam Rontgen ini, kamu biasanya akan diminta untuk berdiri. Film foto berupa pelat nantinya akan diolah menjadi gambar, lalu diletakkan sesuai dengan bagian tubuh yang ingin difoto.

Kemudian, alat foto rontgen yang menyerupai tabung dan dilengkapi cahaya, akan diarahkan ke bagian tubuh yang akan diperiksa. Alat inilah yang akan memproduksi sinar-X untuk mengambil gambar dalam film foto khusus.

Dalam prosedur ini, dirimu akan diminta untuk tidak bergerak dan menahan napas agar gambar tidak kabur. Oleh sebab itu, untuk anak-anak terkadang membutuhkan penyangga sebagai penahan posisi agar anak tidak bergerak. Selama pengambilan foto ini, dirimu tak akan merasakan apa pun. Namun, bila mengalami patah tulang, biasanya akan merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman ketika harus memindah-mindahkan posisi tubuh.

Prosedur foto rontgen ini hanya berlangsung selama beberapa menit. Namun, untuk foto Rontgen tertentu, seperti penggunaan kontras, bisa memakan waktu hingga satu jam.

Cara Kerja Tes X-Ray?

Ketika kali pertama ditemukan, X-ray digunakan untuk memeriksa tubuh. Radiasi ini pertama kali ditemukan oleh seorang profesor asal Jerman di tahun 1895 yang bernama Wilhelm Conrad Röntgen. Berikut cara kerja X-ray yang menampakkan perbedaan warna dari putih, abu-abu, hingga hitam.

  • Warna hitam menandakan bahwa X-ray mengenai udara.
  • Bila mengenai logam atau bagian tubuh yang padat, seperti tulang, sebagian besar partikel X-ray terblokir. Hasil X-ray pun akan tampak berwarna putih.
  • Jika sinar X-ray mengenai otot, lemak, dan cairan, hasilnya akan memunculkan warna abu-abu.

Pemeriksaan X-Ray dilakukan untuk memeriksa kondisi sendi, tulang, maupun masalah kesehatan lainnya. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan sinar-X. Sinar-X sendiri adalah jenis radiasi yang biasa disebut dengan gelombang elektromagnetik. Hasil dari Sinar-X ini akan memberikan gambar hitam-putih yang akan menunjukkan bagian-bagian dalam tubuh.

Warna putih dalam gambar hasil X-Ray menunjukkan bahwa sinar-X mengenai udara. Sedangkan warna putih akan menunjukkan bahwa sinar X-Ray mengenai bagan tubuh padat seperti, tulang. Namun jika, otot, cairan, ataupun lemak terkena X-Ray, maka hasil dari gambar akan berwarna abu-abu. Pemeriksaan X-Ray biasanya dilakukan oleh tenaga medis atau dokter di rumah sakit atau di laboratorium di rumah sakit. Terdapat dua jenis alat X-Ray jika dilihat dari mobilitasnya, yaitu stationary atau mobile dan juga static. Namun, saat ini alat-X-Ray yang banyak digunakan adalah stationary atau mobile, karena lebih mudah untuk dipindahkan kemana-mana.

Berikut adalah alat X-Ray yang banyak digunakan di rumah sakit.

Portable X-Ray WSM-300 WON

Portable X-Ray WSM-300 WON
Portable X-Ray WSM-300 WON

Portable X-Ray WSM-300 WON adalah jenis dari model alat X-Ray atau juga biasa disebut dengan stasionary X-Ray Unit. X-Ray model ini memungkinkan untuk digerakkan dan dipindahkan dari tempat satu ke tempat lain. Dengan kata lain, X-Ray model ini cocok untuk pengguna dengan mobilitas yang tinggi. Portable X-Ray WSM-300 WON digunakan sebagai penegakan diagnosis yang lebih akurat pada cedera, infeksi, radang sendi, patah tulang, kanker tulang, osteoporosis, ataupun masalah pada jaringan internal lainnya. Selain itu, X-Ray juga dapat digunakan untuk prosedur CT Scan dan juga fluoroskopi. X-Ray jenis ini dilengkapi dengan compact design and colour, single phase, high frequency inverter, serta A.P.R function internal organs. Selain itu, X-Ray jenis ini juga cukup mudah untuk dioperasikan.

Stationary X-Ray WSR-30 WON

Stationary X-Ray WSR-30 WON
Stationary X-Ray WSR-30 WON

Sama halnya dengan Portable X-Ray WSM-300 WON, Stationary X-Ray WSR-30 WON adalah salah satu model X-Ray yang memberikan kemudahan untuk dipindahkan. Oleh karena itu, X-Ray ini masuk ke dalam jenis mobile X-Ray atau Stationary X-Ray. X-Ray model ini memiliki fungsi seperti halnya alat X-Ray pada umumnya dengan komponen antara lain, consol dan generator, tube unit, tube stand, table L/R, collimator, H.T Cable, serta Option Bucky table. Alat X-Ray lai dengan kemampuan sejenis adalah Stationary X-Ray WSR-40 WON

X-Ray Mobile IR 100D

xray mobile IR 100D
xray mobile IR 100D

X-Ray Mobile IR 100D memiliki fungsi seperti halnya X-Ray pada umumnya. Alat X-Ray dengan merek Poly ini masuk dalam jenis X-Ray mobile yang dapat dipindahkan dengan mudah. Komponen dar X-Ray model ini antara lain, kolimator, X-Ray tube, HTT (High Tension Travo), Control table, Arm, Roda, dan juga Casette box. Alat X-Ray dengan komponen serupa juga akan ada diberikan pada alat X-Ray merek Shanghay dengan model X-Ray Mobile SF100BY.

Itulah tiga model alat X-Ray yang banyak digunakan oleh rumah sakit dalam melakukan pemeriksaan. Alat tersebut dapat didapatkan di distributor alat kesehatan. Akan tetapi, untuk membeli Alat X-Ray, pastikan distributor kesehatan tersebut terpercaya serta berpengalaman. Sehingga barang-barang yang dijual akan disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia. Salah satu distributor alat kesehatan terpercaya adalah AGM Medica. Dengan pelayanan purna tugas, distributor ini tidak hanya menyediakan barang berkualitas namun juga garansi untuk setiap pembeliannya, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika barang diterima dalam kondisi rusak atau cacat bawaan.

error: Content is protected !!