Jangan Sampai Salah! Inilah Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan

Antiseptik dan Disinfektan- Pandemi COVID-19 tak kunjung reda. Bahkan di Indonesia, persentase kematian akibat penyakit ini termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Sehingga, kita masih harus melakukan pencegahan lebih lama lagi, salah satunya dengan mengetahui perbedaan antiseptik dan disinfektan.

Kedua bahan ini memang bisa digunakan untuk membunuh virus. Namun, penggunaannya tidak bisa disamakan. Karena itu, kita perlu mengenal lebih dalam perbedaan antiseptik dan disinfektan, agar ke depannya tidak salah menggunakannya.

Kebutuhan Antiseptik dan Desinfektan di tengah Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini tengah berlangsung di hampir seluruh belahan dunia, masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan.

Menjaga kebersihan sangat penting dalam situasi saat ini untuk mencegah serta memutus rantai penularan dari Covid-19. Himbauan menjaga kebersihan tersebut lantas membuat masyarakat memburu antiseptik dan disinfektan.

Pasalnya, kedua produk tersebut dianggap masyarakat dapat membunuh kuman ataupun bakteri serta efektif untuk memutus rantai penyebaran Corona. Dalam hal tersebut, banyak masyarakat salah informasi mengenai berbagai isu yang berkembang mengenai covid-19 ini.

Hal ini tentu sangat berbahaya mengingat informasi yang tidak akurat akan menyebabkan tindakan yang berbahaya bagi individu tersebut. Slah satu informasi yang berkembang selama pandemi ini adalah mengenai penggunaan antiseptik dan disinfektan oleh berbagai kalangan.

Kesalahan informasi yang ada bisa dilihat karena ada berbagai argumen yang muncul ke publik dan dirasa menyesatkan. Bahkan yang sangat berbahaya adalah banyak tokoh publik yang percaya dan menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai antiseptik dan disinfektan ini.

Beberapa waktu yang lalau kita pernah mendengar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah mengatakan bahwa meminum disinfektan adalah slah satu cara untuk menyembuhkan covid-19. Apakah benar? Mari kita lihat.

Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan

Baik antiseptik maupun disinfektan adalah dua hal yang berbeda. Begitu pula dengan penggunaannya. Akan tetapi, pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap kedua produk tersebut tak jarang membuat pemakaiannya menjadi salah kaprah.

Bukannya menghindarkan kuman, bisa-bisa malah menyebabkan efek samping lainnya. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai antiseptik dan disinfektan, berikut adalah perbedaan antiseptik dan disinfektan yang perlu kamu ketahui.

Antiseptik

Antiseptik maupun disinfektan sebenarnya sama-sama berfungsi membunuh bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit maupun infeksi. Keduanya memiliki cara kerja yang sama, yaitu membunuh kuman ataupun mikroorganisme melalui senyawa atau zat kimia yang bekerja dengan cara menembus dinding dari sel mikroorganisme tersebut.

Akan tetapi, kedua jenis produk ini memiliki kandungan serta penggunaan yang berbeda. Antiseptik adalah zat atau senyawa kimia yang memiliki fungsi untuk menghambat atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme ataupun kuman pada tubuh manusia.

Sedangkan disinfektan adalah zat atau senyawa kimia yang dipergunakan untuk membersihkan ataupun membunuh kuman yang terdapat pada benda mati atau tak hidup.

Jadi pada intinya, antiseptik digunakan pada tubuh manusia, sedangkan disinfektan digunakan pada barang-barang atau benda mati. Beberapa kegunaan antiseptik antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bahan pembersih dalam mencuci tangan. Profesional medis menggunakan antiseptik untuk scrub tangan dan gosok di rumah sakit.
  • Membasmi kuman pada selaput lendir. Antiseptik dapat diterapkan pada uretra, kandung kemih, atau vagina untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Mereka juga dapat membantu mengobati infeksi di area ini.
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik diterapkan pada kulit sebelum segala jenis operasi untuk melindungi terhadap mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada pada kulit.
  • Mengobati infeksi kulit. Anda dapat membeli antiseptik generik untuk mengurangi risiko infeksi pada luka ringan, luka bakar, dan luka. Contohnya termasuk hidrogen peroksida dan alkohol gosok.
  • Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa pelega tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.

Antiseptik biasanya diaplikasikan pada kulit atau jaringan tertentu guna mencegah infeksi. Sifat dari antiseptik sendiri tidak terlalu toxic. Oleh karena itu, zat ini aman dan tidak berbahaya digunakan pada kulit. Antiseptik pun memiliki beragam jenis dengan penggunaan yang berbeda sebagai berikut.

  1. Chlorexidine, digunakan sebagai antiseptik pada luka yang terbuka.
  2. Antibacterial Dye, digunakan pada luka jatuh atau luka bakar.
  3. Paroxide dan Permaganate, terdapat pada obat kumur dengan kandungan antiseptik dan juga pada obat luka terbuka.
  4. Turunan Halogenated Phenol, digunakan oleh paramedis sebagai sabun, prosedur medis, dan juga cairan pembersih.
  5. Povidine Iodine, digunakan untuk membersihkan kontaminasi pada luka, area tubuh yang akan dilakukan operasi, ataupun area kulit yang sehat.
  6. Alkohol, alkohol berkonsentrasi 60% hingga 70% juga dapat digunakan sebagai antiseptik. Kadar tersebut lebih efektif jika dibandingkan dengan alkohol dengan konsentrasi 90%-95%.

Disinfektan

Disinfektan

 Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, antiseptik dan disinfektan berbeda. Jika antiseptik dapat digunakan pada kulit, maka disinfektan hanya dapat digunakan pada permukaan benda mati.

Disinfektan, biasanya digunakan untuk membersihkan lantai, meja, atau permukaan benda lainnya. Selain itu, di rumah sakit, disinfektan biasanya digunakan untuk mensterilkan peralatan medis.

Untuk mempermudah dalam mengetahui perbedaan keduanya adalah sebagai berikut: dokter akan mengoleskan cairan antiseptik pada badan pasien sementara alat-alat operasi disterilkan menggunakan cairan disinfektan. disinfektan, pada umumnya, banyak ditemukan dalam produk pembersih lantai, dapur, dan pembersih rumah tangga lainnya.

Produk yang paling umum ditemukan adalah produk pembersih kerak dan pemutih yang mengandung alkohol. Di sisi lain, perlu Anda ketahui bahwa beberapa mikro organik mungkin bersifat resistansi terhadap cairan disinfektan sehingga beberapa mikroba tidak terbunuh secara keseluruhan.

Akan tetapi, disinfektan tetap berfungsi sebagai cairan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan tidak membahayakan untuk kesehatan. Sementara itu, senyawa kimia yang biasanya terdapat dalam disinfektan antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Glutaraldehyde 2%, digunakan untuk mensterilkan peralatan medis di rumah sakit yang tidak dapat disterilkan dengan menggunakan suhu panas. Kandungan ini juga dapat digunakan pada permukaan benda.
  2. Chloroxylenol 5%, kandungan ini baik untuk digunakan sebagai antiseptik ataupun disinfektan. Dengan dicampur dengan alkohol 70%, bahan ini biasa digunakan untuk membersihkan peralatan medis.
  3. Chlorine, biasa disebut sebagai kaporit. Bahan ini biasanya digunakan sebagai pembersih kolam renang dan juga pembersih permukaan benda mati.

Dengan demikian, jelas berbagai perbedaan yang ada sehingga tidak salah lagi dalam hal penggunaan dan pemakaian keduanya. Jangan sampai malah meminum cairan disinfektan untuk menyembuhkan covid-19 karena ingin mengikuti saran dari Presiden Trump,hehe.

Demikianlah perbedaan antara antiseptik dan disinfektan dari segi penggunaan maupun kandungan senyawa kimianya. Di tengah pandemi saat ini, kedua barang tersebut cukup banyak diperjual-belikan secara bebas.

Akan tetapi, kandungan yang ada di dalamnya belum tentu sesuai standar. Untuk mendapatkan berbagai jenis antiseptik maupun disinfektan sesuai dengan kebutuhan penggunaan, Anda dapat mendapatkannya di distributor alat kesehatan, salah satunya adalah AGM Medica.  

error: Content is protected !!