Informasi Penting Mengenai Cairan Disinfektan

Apa sebenarnya Disinfektan itu?

Cairan Disinfektion adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyebab penyakit terutama COVID-19. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat beracun dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan. Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi yang kuat sehingga tidak memungkinkan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan tidak dapat membunuh spora bakteri sehingga dibutuhkan metode lain seperti sterilisasi dengan menggunakan autoclave.

Efektifitas Disinfektan

Efektivitas Cairan Disinfektion dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya lamanya paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan, misalnya saja senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10. Contoh senyawa pengganggu yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik.

Jenis Jenis

Cairan Disinfektion memiliki bermacam-macam jenisnya, namun tidak semua cairan disinfektan ini aman untuk disemprotkan pada manusia ataupun pada pakaian. Misalnya saja Alkohol ataupun Klorin bisa menyebabkan kerusakan pada kulit, tidak aman bila terhisap ke saluran nafas, serta bisa menyebabkan kerusakan pada pakaian. Penyemprotan cairan semacam ini juga tidak efektif untuk mendisinfeksi benda yang banyak porinya (seperti pakaian). Berikut dibawah ini merupakan jenis disinfektan.

  • Klorin

Senyawa klorin yang paling aktif adalah asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan, dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini juga cukup luas, meliputi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Kelemahan dari disinfektan ini karena berbahan dasar klorin yang dapat menyebabkan korosi pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum mendisinfektan cairan ini. Klorin juga cepat terinaktivasi jika terpapar dengan senyawa organik tertentu.

  • Iodin

Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi pada air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor. Karena Sifatnya yang stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, tetapi tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi. Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih dan harganya yang mahal. Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49 °C.

  • Alkohol

Alkohol merupakan disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis. Umumnya yang digunakan  sebagai disinfektan adalah etil alkohol dan isopropil alcohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

  • Amonium Kuartener

Amonium kuartener merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan sebagai disinfektan adalah en:cetyl trimetil ammonium bromide (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida. Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif, tetapi kurang efektif terhadap bakteri yang mengandung gram negatif, kecuali jika ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam). Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada permukaan berpori, sifatnya yang stabil, tidak bersifat korosif, memiliki umur simpan panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap. Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan menghasilkan residu.

  • Formaldehida

Dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentrasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi namun tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan. Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas. Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.

  • Kalium Permanganate

Kalium permanganate merupakan zat oksidan yang kuat namun tidak cocok untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini cukup efektif terhadap bakteri Vibrio cholerae.

  • Fenol

Merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu. Bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi, Mekanisme kerja senyawa ini adalah dengan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan) protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.

AGM MEDICA INFO KESEHATAN

Sekian informasi mengenai Cairan Disinfektion serta cara mengetahui kefektifannya, yang bisa saya bagikan. Semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahuan anda. Sekian dan terima kasih.

 

 

error: Content is protected !!