6 Cara Memilih Nebulizer yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

cara memilih nebulizer

Sedang mencari produk nebulizer? sebelum membeli, pastikan simak tips memilih nebulizer dari agmmedica berikut ini. Monggo dibaca.

Nebulizer adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengatasi asma pada pasien. Nebulizer adalah sebuah alat atau mesin yang dapat mengubah cairan obat menjadi bentuk uap. Uap yang dihasilkan dari alat ini kemudian akan dihirup paru-paru dan membuka seluran nafas yang menyempit.

Umumnya, bagian nebulizer terdiri atas mesin kompresor, wadah penampung obat, masker penghirup udara, serta selang penghubung.Uap yang dihasilkan oleh alat ini nantinya akan menuju paru-paru dan menormalkan kembali saluran yang menyempit.

Sekilas Tentang Penyakit Asma

nebulizer dan asma

Kita ketahui bahwa asma adalah kondisi ketika saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas. Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa. Asma dapat menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk, dan napas berbunyi.

Gejala terkadang menjadi parah. Asma biasanya dapat ditangani dengan inhaler penyelamatan untuk mengobati gejala dan pengendali inhaler yang mencegah gejala. Kasus yang parah mungkin membutuhkan inhaler yang berefek lebih lama yang menjaga saluran udara terbuka, serta steroid oral.

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.

Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan nafas terasa berat.

nebulizer

Data Penyakit Asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma

Dalam penanganan pasien asma, selain inhaler, alat lain yang juga sering digunakan dalam dunia medis adalah nebulizer. Nebulizer merupakan sebuah alat atau mesin yang dapat mengubah cairan obat menjadi bentuk uap. Uap yang dihasilkan dari alat ini kemudian akan dihirup paru-paru dan membuka seluran nafas yang menyempit. Umumnya, bagian nebulizer terdiri atas mesin kompresor, wadah penampung obat, masker penghirup udara, serta selang penghubung.

Nebulizer memiliki tiga jenis, kompresor, ultrasonic, serta mesh. Akan tetapi, berdasarkan sumber penggeraknya nebulizer dibagi menjadi dua, yaitu listrik dan juga baterai. Nebulizer sendiri saat ini sudah dijual bebas di pasaran.

Yang harus diketahui sebelum membeli Nebulizer

Jual Nebulizer Omron NE-U17
Nebulizer Omron NE-U17

1. Sesuaikan dengan Kondisi Pernafasan

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan ketika memilih nebulizer tentunya adalah jenis gangguan pernapasan. Pilih nebulizer sesuai dengan jenis gangguan pernapasan. Misalnya, untuk flu atau penyakit ringan, umumnya memerlukan banyak partikel uap. Sedangkan pada gangguan pernapasan semacam PPOK, nebulizer dengan partikel uap kecil lebih efektif. Untuk menentukan jenis nebulizer, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.

2. Portabilitas Nebulizer

Cara memilih nebulizer selanjutnya adalah portabilitas. Portabilitas penting untuk dipertimbangkan ketika Anda hendak membeli nebulizer. Pemilihan nebulizer tentunya harus disesuaikan dengan mobilitas dari pasien. Apabila pasien memiliki mobilitas yang tinggi, maka nebulizer rechargeable yang mudah dibawa kemanapun dan ringan adalah pilihan yang tepat.

Dengan nebulizer tipe ini, maka Anda tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu baterai dari nebulizer habis atau menipis. Namun, jika mobilitas Anda rendah dan lebih sering menggunakan nebulizer di rumah, maka nebulizer stationer dapat Anda pilih untuk menghemat biaya pengeluaran Anda.

Nebulizer INNOSPIRE SAMI THE SEAL
Nebulizer INNOSPIRE SAMI THE SEAL

3. Frekuensi Penggunaan Nebulizer

Frekuensi penggunaan adalah seberapa sering keperluan pasien dalam menggunakan nebulizer. Apabila frekuensi penggunaan pasien tinggi, maka sebaiknya nebulizer yang dipilih adalah nebulizer yang portabel, sehingga mudah untuk dibawa kemanapun, Akan tetapi, apabila penggunaan masih daam batas normal atau ringan, maka nebulizer jenis compressor saja sudah cukup.

4. Efektivitas Penggunaan Nebulizer

Efektivitas penggunaan sangat perlu Anda perhatikan. Terutama apabila pasien dalam kondisi dimana ia harus mengonsumsi atau menghirup dua obat sekaligus.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ada baiknya Anda memilih nebulizer dengan fasilitas yang dibutuhkan. Meskipun lebih efektif, sebaiknya Anda tanyakan kepada dokter terlebih dahulu apakah obat jenis manakah yang dapat dikonsumsi secara bersamaan.

Jual Nebulizer Beurer IH 50
Nebulizer Beurer IH 50

5. Aksesori dan Ketahanan Nebulizer

Sebelum membeli nebulizer, kelengkapan aksesori pada nebulizer serta ketahanannya juga perlu menjadi bahan pertimbangan. Pilihlah nebulizer dengan aksesori yang sesuai kebutuhan dan nyaman.

Selain itu, nebulizer yang Anda pilih juga sebaiknya memiliki kualitas serta ketahanan yang baik, sehingga dapat digunakan berulang kali dalam jangka waktu yang lama. Perawatan terhadap alat nebulizer juga perlu diperhatikan dengan baik agar nebulizer dapat digunakan dalam rentang waktu yang lebih lama atau awet.

Jual Nebulizer Omron NE-C28
Nebulizer Omron NE-C28

6. Harga Nebulizer

Umumnya harga nebulizer berada pada rentang harga antara 150 ribu hingga 500 ribu rupiah. Harga nerulizer ditentukan oleh jenis, tipe maupun merek dari nebulizer tersebut. Sebelum membeli nebulizer, sebaiknya Anda membandingkan terlebih dahulu harga dari tiap penyedia alat kesehatan.

Namun, tetap perhatikan kualitas barang. Jika Anda lebih sabar, Anda dapar mencari promo tertentu yang disediakan oleh distributor alat kesehatan tertentu. Yang pasti, sesuaikan kebutuhan Anda dengan anggaran yang Anda miliki.

Harga Nebulizer Beurer IH 21
Nebulizer Beurer IH 21

Sembilan cara memilih nebulizer tersebut perlu Anda perhatikan ketika hendak membeli nerulizer. Meskipun sudah dijual bebas di pasaran, ada baiknya Anda membeli nebulizer pada distributor alat kesehatan yang telah terpercaya. Distributor alat kesehatan yang Anda pilih sebaiknya memberikan garansi serta menyediakan alat kesehatan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sperti halnya AGM Medica. Dengan kualitas distributor alat kesehatan yang baik dan terpercaya, tentunya tidak perlu lagi untuk membeli alat kesehatan yang Anda perlukan.

error: Content is protected !!