Apa itu Audiometer ?

Pengertian

Audiometer adalah peralatan elektronik untuk menguji pendengaran. Audiometer digunakan untuk mengukur ketajaman pendengaran ,untuk mengukur ambang pendengaran, mengindikasikan kehilangan pendengaran. Mencatat kemampuan pendengaran setiap telinga pada frekuensi yang berbeda.

Melakukan Tes Pendengaran dengan Audiometer

Siapapun boleh melakukan tes pendengaran dengan alat audiometer ini. Akan tetapi yang lebih dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini adalah mereka dengan indikasi pemeriksaan seperti :

  • Rasa penuh di telinga
  • Memiliki gangguan keseimbangan pendengaran
  • Telingan sering berbunyi dengung
  • Pernah memiliki riwayat trauma pada telinga, riwayat keluar cairan pada telinga.

Persiapan sebelum melakukan tes pendengaran

  • Pastikan ruang periksa harus benar benar kedap suara
  • Pastikan ruang periksa nyaman untuk pasien
  • Matikan pendingin ruangan agar suaranya tidak menggangu proses pemeriksaan
  • Memasang penerangan yang cukup di dalam ruangan, sehingga bagi pasien dengan keluhan gangguan pendengaran yang berat akan terbantu untuk membaca bahasa tubuh atau ucapan pemeriksa

Persiapan Alat

Pastikan audiometer dan segala bagian dari alat tersebut telah siap dan dapat dioperasikan, seperti :

  • Switch indikator untuk memilih telinga yang ingin diperiksa
  • Switch interuptor
  • Headphone ( sebagai air conductor ) jangan sampai terbalik untuk pemasangan headphone, warna merah untuk telinga kanan dan untuk biru telinga kiri.
  • Microphone
  • Masking indikator
  • Bone conductor
  • Indikator frekuensi, indikator intensitas dan indikator perubahan fungsi audiometer

Cara melakukan tes pendengaran dengan audiometer

  • Sebelum tes pendengaran berlangsung pastikan segala persiapan telah lengkap termasuk ruang kedap suara dan audiometer dalam posisi siap digunakan
  • Pastikan pasien telah melepas segala aksesoris yang dapat mengganggu pemasangan headphone seperti anting, alat bantu dengar dan lain lain. Selain itu periksa juga kebersihan telinga pasien
  • Pasang headphone pada pasien dengar benar, yaitu warna merah untuk telinga kanan dan warna biru untuk telinga kiri. Pemasangan heaphone untuk pemeriksaan air conduction, sedangkan untuk pemeriksaan bone conduction pasanglah bone conduction ke telinga pasien
  • Lakukan tes pendengaran terlebih dahulu pada telinga yang baik dan sehat. Bila semua telinga sehat maka awali dengan tes pendengaran pada telinga kanan
  • Mulailah dengan memberikan bermacam-macam frekuensi dan intensitas suara kepada pasien. Instruksikan kepada pasien agar ia memberikan kode kepada pemeriksa baik ketika dapat mendengar ataupun tidak dapat mendengar berbagai tingkatan frekuensi dan intensitas suara yang diberikan

Hasil Pemeriksaan

Untuk menilai derajat gangguan pendengaran/tuli pasien kisaran nilainya adalah:

  • Normal : 0 – 25 dB
  • Tuli ringan : 26 – 40 dB
  • Tuli sedang : 41 – 60 dB
  • Berat : 61 – 90 dB
  • Sangat berat : > 91 dB

Jual alat kesehatan

Bagi anda, kerabat maupun keluarga anda yang sedang mencari kebutuhan alat kesehatan anda dapat menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Bisa berkunsultasi terlebih dahulu sebelum membeli | Distributor Alat Kesehatan

error: Content is protected !!