Hipertiroidisme atau hyperthyroidism adalah penyakit yang di sebabkan oleh terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh. Terlalu banyak hormon tiroid dapat menyebabkan gejala seperti jantung berdebar, tremor tangan, dan penurunan berat badan yang cepat. Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher dan bertanggung jawab untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon-hormon ini bekerja mengatur proses metabolisme seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mengendalikan detak jantung.
Fungsi kelenjar tiroid di pengaruhi oleh kelenjar di otak yang di sebut kelenjar hipofisis atau hipofisis. Kelenjar pituitari menghasilkan hormon TSH (thyroid stimulating hormone), yang mengatur kelenjar tiroid dalam hormon tiroidnya. Terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh mempercepat proses metabolisme dan menyebabkan banyak gejala. Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mencegah hipertiroidisme atau memburuknya gejala hipertiroidisme. Apa itu hipertiroidisme? Yuk, cari tahu apa itu hipertirodisme melalui ulasan berikut ini!
Penyebab Hipertiroidisme
Penyakit yang dapat menyebabkan hipertiroid berkisar dari penyakit autoimun hingga efek samping obat. Berikut adalah beberapa penyebab umum penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan hipertiroidisme:
- Penyakit Graves adalah penyakit autoimun, atau kebingungan, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel normal.
- Peradangan tiroid atau tiroiditis
- Pertumbuhan jinak atau tumor kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisis (pituitary gland) kanker tiroid
- Tumor testis atau ovarium adenoma toksik
- Minum obat yang mengandung yodium, seperti amiodarone
- Penggunaan agen kontras beryodium untuk skrining
- Makan terlalu banyak makanan yang kaya yodium seperti makanan laut, produk susu, dan telur
Selain penyebab di atas, ada faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini. Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan penyakit Graves Anda memiliki kondisi kronis, seperti diabetes tipe 1, anemia, atau penyakit kelenjar adrenal
Hipertiroidisme pada Kehamilan
Hipertiroidisme atau hipotiroidisme dapat terjadi selama kehamilan. Selama ini, tubuh Anda menghasilkan hormon yang di sebut HCG (human chorionic gonadotropin). Tingkat zat ini meningkat terutama pada minggu ke-12 kehamilan. Tingginya kadar hormon HCG dalam tubuh dapat menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Ini menyebabkan gejala hipertiroidisme. penyakit ini juga lebih sering terjadi pada kehamilan kembar dan kehamilan mola.
Gejala Hipertiroidisme
Adapun gejala yang di timbulkan oleh penyakit ini di sebabkan oleh metabolisme tubuh yang cepat. Gejala ini akan datang secara perlahan atau tiba-tiba. Keluhan meliputi:
- Denyut jantung tremor tangan atau tremor
- Mudah panas dan dingin (hiperhidrosis)
- Tidak nyaman
- Mudah marah
- Cepat kehilangan perhatian
- Kesulitan tidur
- Kehilangan fokus
- Diare
- Buta
- Rambut rontok
- Haid
Selain gejala yang mungkin di alami pasien, ada banyak tanda fisik yang mungkin di temukan oleh penderita penyakit iniyaitu sebagai berikut:
- Pembengkakan kelenjar tiroid atau gondok
- Mata tampak melotot (exophthalmos)
- Ruam atau gatal
- Telapak tangan merah
- Tekanan darah meningkat
Ada juga jenis hipertiroidisme yang tidak menimbulkan gejala. Masalah ini di sebut hipertiroidisme asimptomatik. Gejala ini di sebabkan oleh peningkatan TSH tanpa peningkatan hormon tiroid. Setengah dari pasien sembuh tanpa pengobatan khusus.
Kapan Harus Berkunjung ke Dokter?
Jika Anda melihat gejala hipertiroidisme, segera temui dokter Anda. Perlu untuk menentukan penyebabnya dengan pemeriksaan dan mencari pengobatan. Jika Anda saat ini atau baru saja di rawat karena penyakit ini, temui dokter Anda secara teratur. Dokter Anda akan memantau kondisi Anda dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan. Hipertiroidisme dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah tiroid atau badai tiroid. Jika gejala penyakit ini, termasuk demam, diare, atau kehilangan kesadaran terjadi selama atau setelah pengobatan hipertiroidisme, segera pergi ke ruang gawat darurat.
Diagnosis Hipertiroidisme
Dokter menanyakan gejala pasien kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa gejala hipertiroidisme, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika dokter Anda menemukan gejala penyakit ini, tes darah dilakukan untuk mengukur kadar TSH dan hormon tiroid dalam darah Anda. Tes darah juga dilakukan untuk mengukur kadar kolesterol dan gula darah, yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme akibat hipertiroidisme.
Dokter juga melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebab hipertiroidisme, di antaranya sebagai berikut:
- USG tiroid untuk memeriksa kelenjar tiroid dan mendeteksi adanya tumor atau tumor pada kelenjar tiroid.
- Pemindaian tiroid (tiroid nuklir), di mana bahan radioaktif pertama kali disuntikkan ke dalam arteri untuk memeriksa kelenjar tiroid menggunakan kamera khusus.
- Tes yodium radioaktif, di mana tiroid pertama kali diuji dengan meminta orang tersebut menelan produk elektronik yang mengandung sedikit yodium.
Pencegahan Hipertiroidisme
Cara terbaik untuk mencegah hipertiroidisme adalah menghindari situasi yang membuat Anda lebih mungkin mengembangkan kondisi ini. Misalnya, pemeriksaan rutin diperlukan jika Anda menderita diabetes tipe 1, yang membuat Anda berisiko mengalami hipertiroidisme. Seiring dengan pencegahan hipertiroidisme, penting untuk mencegah gejala negatif. Kebiasaan gaya hidup sehat yang dapat Anda terapkan untuk mengelola gejala hipertiroidisme meliputi:
- Makan makanan sehat
- Olahraga rutin
- Kelola stres secara efektif
- Jangan merokok
Komplikasi Hipertiroidisme
Hipertiroidisme dapat menyebabkan komplikasi jika tidak di tangani dengan cepat. Beberapa masalah yang dapat muncul antara lain:
- Masalah tiroid atau badai tiroid
- Osteoporosis
- Irama jantung yang tidak normal (fibrilasi atrium)
Risiko hipertiroidisme selama kehamilan
Perawatan untuk penyakit ini selama kehamilan harus segera di mulai untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janinnya. Beberapa komplikasi penyakit ini yang dapat terjadi selama kehamilan antara lain:
- Preeklampsia
- Lahir prematur
- Sulit melahirkan
- Tidak normal pada anak
Itulah informasi yang bisa kami berikan seputar apa itu Hipertiroidisme. Bagi anda yang membutuhkan jual alat kesehatan, jangan lupa untuk membelinya di tempat yang terpercaya.

