Berbagai Penyebab Penyakit Jantung

penyebab penyakit jantung

Salah satu penyakit dengan kasus kematian tertinggi di dunia ialah penyakit jantung. Gangguan fungsi pada pembuluh darah, detak jantung hingga katup merupakan beberapa gejala yang menandai kondisi jantung yang tidak sehat. Salah satu pemicunya ialah adanya penumpukan kolestrol dalam waktu yang lama sehingga dapat membentuk plak pada dinding arteri. Penumpukan kolesterol mampu menyumbat aliran darah dan gejala tersebut bernama aterosklerosis.

Penyakit jantung sering disebut sebagai penyakit silent killer karena ia dapat menyebabkan kematian meski tidak menunjukkan gejala. Peluang terkena penyakit jantung semakin tinggi jika anda memiliki kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat. Untuk itu, anda perlu mengenali berbagai faktor penyebab penyakit jantung untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan. Kali ini tim agmmedica sebagai distributor alat kesehatan terbaik akan berbagi informasi seputar faktor penyebab penyakit jantung. Yuk, simak ulasan tentang faktor penyebab penyakit jantung berikut!

1. Usia

Faktor pertama yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung ialah masalah usia. Semakin bertambahnya usia maka terdapat berbagai sistem yang mengalami penurunan fungsi. Selain itu, usia yang semakin bertambah dapat meningkatkan resiko kerusakan serta penyempitan pada arteri, kerja otot jantung juga melemah dan dapat menebal. Seorang pria biasanya memiliki resiko yang tinggi terhadap serangan jantung ketika ia berusia 45 tahun ke atas, sedangkan seorang wanita memiliki resiko yang tinggi ketika ia sudah menopause.

2. Kebisingan

Adapun faktor kedua yang menjadi faktor penyebab penyakit jantung adalah tingginya tingkat kebisingan suara. Suara yang terlalu bising ternyata dapat meningkatkan tekanan darah yang menyebabkan terganggunya kesehatan jantung. Contoh suara yang bisa menyebabkan kebisingan ialah suara pesawat terbang, pengeras suara yang berdengung serta kebisingan lalu lintas. Suara yang berasal dari kebisingan lalu lintas dapat mencapai angka 50 desibel dimana setiap peningkatan 10 desibel dapar memperbesar peluang seseorang untuk terkena jantung dan juga stroke.

3. Keturunan dan Biologis

Dapat di katakan bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan gen atau keturunan. Seseorang yang memiliki keluarga atau kerabat dekat yang memiliki riwayat penyakit jantung memiliki resiko yang besar untuk terkena penyakit jantung. Resiko tersebut semakin besar jika keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung ialah ayah atau saudara laki-laki yang di diagnosa mengidap penyakit ini sebelum ia berusia 55 tahun. Selain itu, anda juga beresiko tinggi jika yang terkena penyakit ini ialah ibu atau saudara perempuan anda yang di diagnosa sebelum usia 65 tahun.

Jika orang tua terkena penyakit jantung, besar kemungkinan anaknya juga berpeluang tinggi untuk terkena penyakit ini. Selain itu, seorang wanita yang sebelum usia 12 tahun sudah mendapatkan menstruasi atau seorang wanita yang berhenti menstruasi sebelum berusia 47 tahun juga memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami stroke dan penyakit jantung. Peningkatan resiko juga terjadi ketika seorang wanita pernah mengalami keguguran dan pernah menjalani pengangkatan ovarium.

Jumlah anak juga mempengaruhi tingginya resiko karena karena selama wanita hamil jantung semakin membesar sehingga hormon tidak seimbang dan sistem kekebalan tubuh semakin meningkat. Itulah sebabnya banyak yang bilang bahwa banyak anak dapat memicu penyakit jantung.

4. Kesepian

Banyak yang tidak mengetahui bahwa perasaan kesepian juga dapat meningkatkan peluang seseorang dapat terkena penyakit jantung dan stroke. Hal-hal yang berkaitan dengan kesepian seperti perasaan patah hati, tidak bahagia dengan berbagai hubungan baik pertemanan, keluarga hingga percintaan akan semakin meningkatkan rasa kesepian yang memicu penyakit jantung. Selain itu, perasaan ini juga dapat meningkatkan resiko penyakit stroke. Ya, salah satu hal yang berkaitan dengan darah tinggi dan efek stress ialah rasa kesepian dan kesedihan. Untuk meminimalisir hal tersebut maka anda perlu untuk memperluas jaringan pertemanan. Hal ini dapat anda lakukan dengan bergabung di berbagai komunitas atau organisasi yang anda sukai. Mengikuti organisasi atau komunitas tertentu yang sesuai dengan passion anda akan memberikan banyak manfaat serta anda dapat dengan mudah mendapatkan banyak teman.

5. Obat ADHD

Apakah anda adalah orang yang sering minum obat stimulan seperti dextroamphetamine atau methylphenidate? Sudah tahukah anda bahwa ternyata obat stimulant ternyata dapat meningkatkan kerja jantung serta tekanan darah. Itulah mengapa obat ini tidak baik di konsumsi secara berkepanjangan karena dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Jika anda berencana untuk meminum obat tersebut, alangkah lebih baiknya jika anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal ini perlu untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

6. Olahraga yang Minim

Semua orang pasti sudah tahu bahwa olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting untuk dilakukan. Anda pasti setuju bukan? Selain untuk menyehatkan jasmani, olahraga dapat meminimalisir munculnya berbagai penyakit kronis bahkan jantung ataupun stress. Tingginya resiko orang terkena penyakit jantung bisa di lihat dari lama waktu bekerja. Seorang yang bekerja dengan durasi minimal 55 jam dalam satu minggu memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada orang yang bekerja dengan durasi waktu 35-40 jam per minggu. Pekerjaan kantor yang memiliki tekanan lebih tinggi juga akan memicu seseorang mengalami stress karena menghabiskan waktunya untuk bekerja serta lembur. Waktu yang terlalu sedikit untuk beristirahat akan membuat anda semakin tidak punya waktu untuk berolahraga. Kurangnya waktu untuk berolahraga dan memiliki waktu yang sangat sedikit untuk beristirahat karena sering lembur bisa membuat jantung anda tidak sehat. Namun, ketika anda memiliki waktu istirahat yang cukup lama dan hanya anda gunakan untuk bermalas-malasan seperti menonton tv terlalu lama, bermain gadget dan tidak melakukan olahraga, resiko serangan jantung juga bisa jadi lebih meningkat.

7. Merokok

Sudah menjadi rahasia umum bahwa merokok dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Sosialisasi terkait hal ini tidak hanya di lakukan oleh mereka yang bekerja di bagian kesehatan melainkan sudah banyak slogan tentang bahaya merokok yang ada di berbagai tempat. Salah satunya ialah di desain packaging rokok itu sendiri. Seseorang yang merokok memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi dan bisa meningkat secara signifikan. Berbahayanya rokok karena adanya kandungan nikotin yang mampu mengonstriksi (membengkak serta membekukan) pembuluh darah manusia. Selain itu, terdapat karbon monoksida yang dapat merusak lapisan yang ada di dalam pembuluh darah dan membuat seseorang lebih rentan terhadap aterosklerosis. Serangan jantung memang lebih sering terjadi untuk orang yang menjadi perokok aktif daripada perokok pasif. Meskipun begitu, perokok pasif yang sering terekspos asap rokok juga sangat beresiko terkena penyakit jantung coroner.

8. Penyakit Gusi

Salah satu faktor yang menjadi penyebab penyakit jantung ialah penyakit gusi. Ternyata penyakit gusi yang berasal dari bakteri yang bersarang di mulut juga menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Bakteri yang ada tersebut kemudian mampu masuk ke dalam darah serta memicu peradangan arteri dan menyebabkan penumpukan lemak yang ada di dalamnya. Penumpukan lemak tersebutlah yang kemudian juga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

9. Pola Makan Tidak Sehat

Dimana-mana, pola makan selalu menjadi hal yang wajib untuk di perhatikan. Hal ini berkaitan dengan asupan dalam tubuh. Memakan makanan dengan jumlah yang terlalu banyak dengan kandungan lemak jenuh, lemak trans, garam serta gula yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya kolesterol yang berkontribusi banyak terhadap penyakit jantung. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah mampu menambah resiko pembentukan plak serta aterosklerosis. Salah satu penyebab kolesterol tinggi ialah kolesterol LDL (low-density lipoprotein) tingkat rendah, hal inilah yang di kenal sebagai kolesterol jahat. Selain LDL, hal lain yang berkontribusi dalam pengembangan aterosklerosis ialah HDL tingkat rendah atau memiliki nama lain sebagai kolesterol baik.

10. Tekanan Darah Tinggi

Tingginya tingkat tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan serta penebalan pembuluh darah, dan mempersempit saluran pembuluh darah. Tekanan darah tinggi biasanya tidak dapat terdeteksi jika tidak melakukan pemeriksaan yang rutin. Sehingga, anda perlu mewaspadainya karena nyatanya tekanan darah yang tinggi dapat menyebabakan penyakit jantung.

11. Diabetes

Penyakit jantung koroner dan penyakit diabetes saling berkaitan. Diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner memiliki faktor resiko yang sama yaitu obesitas serta tekanan darah tinggi.

Hal yang tidak dapat anda hindari ialah usia dan faktor keturunan keluarga. Namun, anda dapat menghindari pemifu atau faktor lainnya dengan menjauhi pemicu eksternal serta mengubah pola gaya hidup menjadi lebih baik. Itulah berbagai informasi kesehatan terkait berbagai faktor penyebab penyakit jantung. Bagi anda yang membutuhkan informasi kesehatan lainnya ataupun sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa menggunakan produk dari berbagai distributor alat kesehatan. Karena, distributor alat kesehatan biasanya memiliki jumlah produk yang lebih lengkap sesuai dengan apa yang anda butuhkan.

error: Content is protected !!
Customer Service