Fungsi Oksigenasi Untuk Kesehatan

fungsi oksigenasi

Pengertian oksigenasi

Oksigen merupakan salah hal terpenting di kehidupan termasuk manusia. Tubuh manusia memerlukan oksigen untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsinya. Oleh kerena itu kebutuhan oksigen dalam tubuh kita harus selalu terpenuhi.

Lantas bagaimana jika kekurangan oksigen? Kekurangan oksigen bisa di atasi salah satunya yaitu dengan cara oksigenasi. Fungsi oksigenasi yaitu metode pengobatan dengan pemberian oksigen melalui selang ataupun masker. Terapi oksigenasi ini hanya boleh di gunakan pada kondisi tertentu. Seseorang yang membutuhkan terapi oksigen apabila kandungan oksigen dalam tubuh berada di bawah kisaran normal yaitu tidak mencapai 95 – 100 %. Pengukuran kadar oksigen ini bisa di lakukan dengan pulse oximeter maupun analisis gas darah.

Siapa Saja yang Membutuhkan Oksigenasi ?

Terdapat bebrapa kriteria dan kondisi medis tertentu yang membutuhkan terapi oksigen. Kandisi tersebut yaitu seperti:

Hipoksemia

Seseorang di katakan hipoksemia apabila hasil pengukuran saturasi oksigen dalam darah rendah di bawah 90%. Hipoksemia ini bisa menjadi tanda seseorang memiliki penyakit yang parah. Gejela hipoksemia ini yaitu sesak napas, jantung berdetak kencang, kulit dan bibir membiru, sakit kepala, mual-mual, batuk, hingga pingsan.

Pemberian terapi oksigen pada pasien hipoksemia ini dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen pasien.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Terapi oksigen ini sangat di perlukan bagi seseorang penderita PPOK. PPOK ini dapat menyebabkan aliran udara di saluran pernafasan terhambat sehingga saturasi oksigen akan menurun.

Oksigenasi dapat di lakukan melalui selang hidung dan masker oksigen. Bahkan pada konsdisi pasien tertentu perlu melakukan operasi atau operasi trakeostomi untuk memasangkan alat bantu agar oksigen dalam darah meningkat.

Gagal Jantung Stadium Akhir

Jantung merupakan salah satu organ tubuh kita yang memiliki peranan penting dalam sistem pernafasan. Fungsi jantung yaitu memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Apabila jantung mengalami gangguan maka suplai oksigen dalam tubuh akan berkurang. Gangguan pada jantung ini dapat menyebabkan gagal jantung yang parah. Terapi oksigen pada penderita gagal jantung stadium akhir bisa menjadi salah satu pengobatan selain dengan pemberian obat-obatan medis.

Asma

Penderita asma memiliki resiko yang tinggi untuk melakukan terapi oksigen. Peradangan yang terjadi pada saluran pernafasan menyebabkan penyempitan sehingga mengakibatkan susah untuk bernafas.

Serangan asma yang mendadak perlu adanya tindakan terapi oksigen dan pemberian obat-obatan. Namun, biasanya penderita asma dapat beradaptasi bahkan anak-anak.

Pneumonia Akut

Infeksi paru-paru yang di sebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur ini bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Kondisi ini bisa membuat penderitanya susah bernafas sehingga oksigen dalam tubuhnya tidak terpenuhi. Pneumonia akut bahkan membutuhkan terapi oksigen untuk memenuhi suplai oksigen dalam darah. | Oksigenasi

Bayi Terlahir Prematur

Terapi oksigen juga berfungsi untuk membantu sistem pernafasan bayi yang terlahir prematur. Bayi prematur memiliki resiko yang besar mengalami sindrom distres pernafasan atau respiratory distress syndrome (RDS). RDS ini merupakan kelainan pada paru-paru atau yang biasa di sebut bronchopulmonary dysplasia (BPD). |  Fungsi Oksigenasi

Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru bayi. Sehingga perlu adanya penanganan medis seperti pemberian obat-obatan dan oksigenasi.

Sleep Apnea

Penyakit sleep anea yaitu gangguan pernafasan yang terjadi saat kita tidur, sehingga menyebabkan suplai oksigen dalam darah berkurang. Sleep anea ini bisa menyebabkan kesulitan bernafas saat tidur. Kondisi seperti ini biasanya membutuhkan terapi oksigen jika suplai oksigen berada di bawah kisaran normal.

Prosedur Terapi Oksigen

Oksigenasi atau terapi oksigen ini bisa di berikan dalam jangka pendek maupun panjang tergantung dengan kondisi pasien. terapi oksigen ini bisa anda lakukan sendiri di rumah maupun di rumah sakit. Jika ingin melakukan terapi oksigen sendiri di rumah, pastikan anda sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Terapi oksigen hiperbarik ini merupakan proses penyembuhan menggunakan oksigen untuk suatu kondisi tertentu. Prosedur ini tentunya membutuhkan tabung berisi oksigen murni dengan tekanan yang kuat. Tekanan udara tersebut yang membantu agar oksigen bisa masuk ke dalam tubuh menuju paru-paru. Umumnya tekanan udara yang di gunakan yaitu 3 kali lebih kuat dari pada tekanan udara normal. Terapi oksigen ini membutuhkan waktu hingga 1 sampai 2 jam dan menyesuaikan dengan kondisi pasien.

Terdapat dua jenis terapi oksigen hiperbarik yaitu monoplace hyperbaric chamber dan multiple hyperbaric chamber. Perbedaan kedaunya yaitu terdapat pada daya tampung pasien. Untuk monoplace hyperbaric chamber ini hanya bisa menampung 1 orang, sedangkan multiple hyperbaric chamber bisa menampung hingga 20 orang.

Efek Samping Terapi Oksigen

Fungsi oksigenasi memang sangat penting. Terapi oksigen ini memiliki efek samping yang bisa anda rasakan setelah menjalani prosedurnya. Meskipun tidak semuanya merasakan efek samping ini, namun anda perlu mempertimbangkan sebelum melakukan. Berikut merupakan efek samping dari terapi oksigen:

  • Menimbulkan rasa cemas dan gelisah
  • Tekanan darah akan meningkat
  • Gula darah menurun
  • Menimbulkan cairan berlebih dalam paru-paru
  • Penglihatan terganggu
  • Mengalami paru-paru kolaps
  • Rasa sakit bahkan cedera pada mata, gigi, paru-paru dan telinga

Penting buat anda ketahui, sebelum melakukan terapi oksigen sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai rencana terapi yang akan anda jalani. Dokter akan memberikan saran jumlah terapi buat anda serta pengobatan yang tepat agar terapi oksigen bisa efektif. Itulah informasi yang bisa kami berikan tentang fungsi oksigenasi yang perlu anda ketahui.

error: Content is protected !!
Customer Service