Pentingnya mengobati dan mencegah penyakit asma

Apa Sebenarnya Penyakit Asma itu

Penyakit Asma adalah salah satu jenis penyakit jangka panjang atau penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan serta penyempitan saluran pernapasan yang menimbulkan sesak atau sulitnya bernapas. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan dengan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menyebabkan napas terasa lebih berat.

Gejala Yang dapat disebabkan oleh Penyakit Asma

Gejala utama Penyakit asma meliputi sulitnya untuk bernapas, batuk-batuk, dada terasa sesak, dan mengi (suara yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit). Apabila gejala ini kumat, sering kali penderita asma akan kesulitan tidur. Tingkat keparahan gejala asma bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah. Memburuknya gejala biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari. Sering kali hal ini membuat penderita asma menjadi sulit tidur dan kebutuhan untuk menggunakan inhaler semakin sering. Selain itu, memburuknya gejala juga bisa dipicu oleh reaksi alergi atau aktivitas fisik.

Gejala asma yang memburuk secara signifikan disebut serangan asma. Serangan asma biasanya terjadi dalam kurun waktu 6-24 jam, atau bahkan dapat terjadi selama beberapa hari. Meskipun begitu, ada beberapa penderita yang gejala asmanya memburuk dengan sangat cepat kurang dari waktu tersebut. Selain sulit bernapas, sesak dada, dan mengi yang memburuk secara signifikan, tanda-tanda lain serangan asma parah dapat meliputi:

  • Inhaler pereda yang tidak ampuh lagi dalam mengatasi gejala.
  • Gejala batuk, mengi dan sesak di dada semakin parah dan sering.
  • Sulit bicara, makan, atau tidur akibat sulit bernapas.
  • Bibir dan jari-jari yang terlihat biru.
  • Denyut jantung yang meningkat.
  • Merasa pusing, lelah, atau mengantuk.
  • Adanya penurunan arus puncak ekspirasi.

Jangan abaikan jika Anda atau keluarga Anda mengalami tanda-tanda serangan asma di atas. Segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab Terjadinya Asma

Penyebab penyakit asma secara pasti masih belum dapat diketahui. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kemunculan gejala penyakit ini, di antaranya:

  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya menyerang saluran napas bagian atas seperti flu.
  • Alergen (bulu hewan, tungau debu, dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, misalnya asap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin, cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembap, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Kondisi dalam ruangan yang lembap, berjamur, dan berdebu.
  • Pekerjaan tertentu, seperti tukang kayu, tukang las, atau pekerja pabrik tekstil.
  • Stress.
  • Emosi yang berlebihan (kesedihan yang berlarut-larut, marah berlebihan, dan tertawa terbahak-bahak).
  • Aktivitas fisik (misalnya olahraga).
  • Obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri anti-inflamasi nonsteroid (aspirin, naproxen, dan ibuprofen) dan obat penghambat beta (biasanya diberikan pada penderita gangguan jantung atau hipertensi).
  • Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet), misalnya selai, udang, makanan olahan, makanan siap saji, minuman kemasan sari buah, bir, dan wine.
  • Alergi makanan (misalnya kacang-kacangan).
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau penyakit di mana asam lambung kembali naik ke kerongkongan sehngga mengiritasi saluran cerna bagian atas.

Sangat penting untuk mengetahui apa saja yang kerap memicu munculnya gejala apabila Anda adalah seorang penderita penyakit asma. Setelah mengetahuinya, hindari hal-hal tersebut karena itu merupakan cara terbaik bagi Anda untuk mencegah terjadinya serangan asma.

Pertolongan Pertama pada Serangan Asma

Jika Anda merasa sedang mengalami serangan asma, tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah pertolongan pertama pada asma berikut ini:

  • Duduk dan ambil napas pelan-pelan dengan stabil. Sekali lagi, cobalah untuk tetap tenang, karena panik justru akan semakin memperparah serangan asma.
  • Semprotkan obat inhaler untuk asma setiap 30-60 detik, maksimal 10 semprotan.
  • Hubungi ambulans jika Anda tidak memiliki inhaler, asma bertambah parah meski sudah menggunakan inhaler, tidak ada perbaikan meski sudah menyemprotkan inhaler sebanyak 10 kali, atau jika Anda merasa khawatir.
  • Jika ambulans belum tiba dalam waktu 15 menit, ulangi langkah nomor 2.

Apabila Anda melihat orang lain sedang mengalami serangan asma, Anda dapat membantunya dengan cara mempraktikkan pertolongan pertama pada asma berikut ini:

  • Hubungi ambulans.
  • Bantu orang tersebut untuk duduk tegak dengan nyaman, sambil melonggarkan pakaiannya agar tidak sesak napas.
  • Jauhkan penderita asma yang sedang kumat dari kemungkinan pencetusnya, seperti debu, udara dingin, atau hewan peliharaan. Tanyakan faktor pencetus asma pada penderita, jika memungkinkan.
  • Jika orang tersebut memiliki obat asma, seperti inhaler, bantu dia untuk Jika dia tidak punya inhaler, gunakan inhaler yang ada di kotak P3K. Jangan pakai obat inhaler dari penderita asma yang lain.
  • Untuk menggunakan inhaler, pertama-tama lepaskan tutupnya, kocok, lalu sambungkan inhaler ke spacer, dan pasangkan mouthpiece pada spacer.
  • Setelah itu, tempelkan mouthpiece pada mulut penderita. Usahakan agar mulut penderita menutupi seluruh ujung mouthpiece.
  • Ketika penderita mengambil napas perlahan-lahan, tekan inhaler satu kali. Minta dia agar tetap mengambil napas pelan-pelan dan sedalam mungkin, kemudian tahan napas selama 10 detik.
  • Semprotkan inhaler sebanyak empat kali, dengan jarak waktu sekitar 1 menit tiap kali semprotan.
  • Setelah empat semprotan, tunggu hingga 4 menit. Jika masih sulit bernapas, berikan empat semprotan lagi dengan jarak waktu yang sama.
  • Jika tetap tidak ada perubahan, berikan empat semprotan inhaler setiap 4 menit sekali. Jika berat, semprotkan inhaler sebanyak 6-8 kali setiap 5 menit, sampai ambulans tiba.

Perawatan medis darurat harus diberikan secepatnya apabila penderita penyakit asma mengalami kesulitan bernapas hingga tampak pucat, bibirnya membiru, tidak bisa bicara, atau pingsan

AGM MEDICA INFO KESEHATAN

Sekian informasi mengenai penyakit asma serta cara pengobatannya, yang bisa saya bagikan. Semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahuan anda. Sekian dan terima kasih.

error: Content is protected !!