Apasih Bronkiolitis itu ?
Penyakit bronkiolitis merupakan infeksi pada saluran napas yang menyebabkan terjadinya radang dan penyumbatan di dalam bronkiolus atau saluran pernapasan kecil di dalam paru-paru. Kondisi ini umumnya di alami oleh bayi hingga anak-anak usia dua di bawah tahun. Pada awalnya, seorang anak yang terkena penyakit bronkiolitis akan terlihat seperti sedang sakit pilek biasa dengan gejala batuk ringan dan hidung meler. Beberapa hari kemudian, gejala akan berkembang. Anak tersebut akan sering mengalami batuk kering disertai mengi dan demam. Selain itu, dia akan menjadi susah makan. Kebanyakan kasus bronkiolitis tergolong ringan. Gejala penyakit ini biasanya akan reda dengan sendirinya dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu tanpa di perlukan pengobatan. Meskipun begitu, ada juga sebagian kecil kasus bronkiolitis yang gejalanya cukup serius. Maka dari itu, orang tua tetap harus mewaspadainya.

Bawalah anak Anda ke dokter jika demamnya tetap tinggi, sesak napas, rewel, terlihat sangat lelah, dan porsi makannya berkurang dengan drastis. Selain itu, bawa juga anak Anda ke dokter jika menunjukkan tanda-tanda dehidrasi (bisa di lihat dari kencingnya yang jarang). Jika sesak napasnya makin parah hingga menyebabkan kulit menjadi pucat, bibir dan lidah tampak biru, dan tubuh berkeringat, atau ada jeda berhenti napas yang cukup lama, segera bawa anak Anda ke rumah sakit atau hubungi ambulans.
Diagnosis Bronkiolitis
Umumnya diagnosis penyakit bronkiolitis dapat terdeteksi oleh dokter melalui konfirmasi gejala yang di alami oleh anak-anak, misalnya dari batuk, pilek, dan demam. Selain itu, akan di lakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi pernapasan anak yang bisa di dengar oleh dokter dengan menggunakan stetoskop. Jika dokter tidak yakin dengan penyebab gejala yang terjadi (kondisi asma dan cystic fibrosis juga dapat menyebabkan gejala yang serupa dengan bronkiolitis), maka pemeriksaan lebih lanjut dapat di lakukan. Contoh-contoh pemeriksaan lanjutan tersebut adalah pemeriksaan virus melalui sampel lendir, pemeriksaan kadar oksigen dalam darah menggunakan oksimeter, tes darah, dan tes urine.
Faktor Risiko Bronkiolitis
Terdapat beberapa kondisi yang dapat berpotensi meningkatkan seorang anak untuk mengalami penyakit bronkiolitis, antara lain:
- Lahir dengan kondisi prematur.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
- Memiliki usia kurang dari tiga bulan.
- Belum atau tidak pernah mendapatkan ASI. Nyatanya, anak yang mendapatkan ASI akan memiliki imunitas tubuh yang lebih baik dibanding dengan mereka yang tidak.
- Tinggal di lingkungan yang kumuh dan terlalu padat.
- Sering melakukan kontak dengan anak-anak lain.
- Kerap terpapar asap rokok.
- Memiliki penyakit paru-paru atau jantung bawaan.
Penyebab terjadinya Bronkiolitis
Beberapa jenis virus dapat menyebabkan penyakit bronkiolitis, termasuk di antaranya adalah virus flu dan pilek. Namun, jenis virus yang paling sering menyebabkan kondisi ini (terutama pada anak-anak yang masih berusia kurang dari dua tahun) adalah respiratory syncytial virus (RSV). Anak-anak biasanya tertular virus ketika berada di dekat pengidap bronkiolitis dan terpapar oleh percikan liur dari batuk atau bersin pengidap bronkiolitis. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seorang anak terkena bronkiolitis, di antaranya:
- Memiliki kekebalan tubuh yang rendah.
- Lahir prematur.
- Berusia kurang dari tiga bulan.
- Tidak pernah mendapat ASI. Anak yang di susui ASI memiliki imunitas tubuh yang lebih baik di banding dengan yang tidak.
- Tinggal di lingkungan padat.
- Sering melakukan kontak dengan anak-anak lain.
- Sering terpapar asap rokok.
- Memiliki penyakit paru-paru atau jantung.
Pengobatan Untuk Bronkiolitis
Jika anak Anda sakit bronkiolitis dan tidak tergolong kondisi yang parah, biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan perawatan di rumah. Contoh-contoh perawatan di rumah untuk kondisi ini adalah:
- Mengistirahatkan anak
- dan berikan dia banyak cairan (termasuk ASI dan susu formula). Hali ini di lakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
- Membuat ruangan kamar anak Anda nyaman dengan memasang pelembap udara.
- Mensterilkan ruangan kamar anak Anda dari polusi udara (terutama asap rokok).
- Memberikan obat pereda panas yang bisa di beli bebas di apotek(misalnya ibuprofen dan paracetamol) jika anak Anda mengalami demam sesuai dosis yang di anjurkan oleh dokter atau pada petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan. Parasetamol dapat di berikan pada anak di atas umur dua bulan, dan iburofen dapat di berikan pada anak di atas umur tiga bulan dengan berat minimal lima kilogram. Jangan berikan aspirin karena obat ini di peruntukkan bagi orang-orang yang berusia 16 tahun ke atas.
- Memberikan obat tetes saline (larutan mengandung garam) yang bisa di beli secara bebas di apotek untuk meredakan hidung anak Anda yang tersumbat.
Pada kasus penyakit bronkiolitis yang parah dengan sesak napas yang mengkhawatirkan, maka penanganan harus dilakukan di rumah sakit. Selama di rawat di rumah sakit, selain mendapatkan terapi oksigen, anak-anak penderita bronkiolitis akan mendapatkan asupan cairan melalui infus.
AGM MEDICA INFO KESEHATAN
Sekian informasi mengenai penyakit bronkiolitis serta cara pengobatannya, yang bisa saya bagikan. Semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahuan anda. Sekian dan terima kasih.

