Kelembapan udara menjadi hal penting untuk kesehatan manusia. Namun, hal ini sering di abaikan oleh masyarakat. Mereka mengangap ini bukan persoalan yang serius. Padahal banyak kasus yang sudah terjadi seperti penyakit paru-paru atau jantung yang menyangkut soal pernapasan. Suhu dan banyaknya cahaya matahari merupakan beberapa fenomena lingkungan yang turut memancing perubahan dan pengaturan ulang bagi tubuh manusia. Contohnya saat cuaca panas pembuluh darah dalam tubuh kita akan cenderung melebar dan mendekati permukaan kulit. Fungsinya adalah agar dapat mengalirkan panas keluar dari tubuh. Sehingga kamu tidak mengalami overheating karena pada dasarnya setiap perubahan kamu akan menghasilkan panas. Selain suhu dan cahaya matahari, hal lain yang dapat mengutak atik fungsi tubuh kamu ialah kelembapan udara. Ini yang mungkin jarang terlintas di pikiran kamu. Apa sih yang di maksud dengan kelembapan udara?
Kelembapan udara adalah satuan untuk menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang terkandung dalam udara, maka semakin lembap udara tersebut. Kelembapan udara di nyatakan dalam persen (%) dan rentang kelembapan udara dalam ruangan (indoor) yang di anggap ideal ialah 40-60 % tergantung dimana kamu tinggal. Tanpa kamu sadari, kamu yang berada di tempat tinggal yang sensasinya lembap dan kering biasanya akan merasakan sirkulasi udara kurang lancar bila di dalam sebuah ruangan yang mempunyai jendela tidak terlalu banyak. Sehingga sirkulasi udaranya tidak lancar dan sedikit untuk memperoleh sinar matahari.
Rumah yang mempunyai kelembapan yang rendah, kamu dapat menemukan wallpaper dinding yang telah mengelupas dan tanaman yang di sekitar rumah sudah mengiring karena jarang di siram. Fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi fungsi dari tubuh kita, misalnya kelembapan udara. Kelembapan udara yang sudah rendah akan menimbulkan efek bahaya pada kondisi tubuh manusia. Jadi apa sih bahayanya untuk tubuh kita? Yuk mari kita intip penjelasannya berikut ini!
Kelembapan udara menjadi rendah sehingga resiko penyakit flu dan batuk menjadi tinggi
Jika kamu seorang pegawai swasta yang bekerja di dalam ruangan yang ber- Ac atau dengan ruangan yang airnya conditioner, kamu akan beresiko besar terpapar udara yang kering setiap hari. Udara yang kering membuat kamu merasakan kelembapan udara yang berada di bawah 30%. Kondisi seperti ini akan semakin parah dengan musim hujan. Karena pada musim hujan kelembapan udara di dalam outdoor maupun indoor akan menurun dan umumnya akan selalu rendah.
Pada proses penguapan yang terjadi di ruangan akan terjadi peristiwa yang namanya benda cair menjadi gas secara spotan. Seperti perubahan air menjadi uap air. Peristiwa ini akan mempengaruhi kesehatan kita loh. Bagian hidung, rongga mulut, dan tenggorokan yang di lapisi oleh mukosa berwarna merah muda yang di luarnya di lapisi dengan lendir. Biasanya normalnya rongga hidung dan mulut tidak kering melainkan berair. Jika kamu dalam keadaan tubuh yang tidak sehat atau lingkungan sekitar yang tidak sehat maka jangan heran kamu akan mudah terserang batuk dan flu, sinusitis yang mempunyai riwayat energi. Selain itu organ lain juga di lapisi oleh cairan untuk menangkap debu-debu dan mikroorganisme yang berguna untuk melumaskan gerakan bola mata. Sehingga penguapan yang terjadi pada mata yang kering, perih dan merah ini bisa di sebabkan kurangnya cairan yang melapisi luar bola mata.
Kelembapan udara yang tinggi akan menyebabkan resiko infeksi pernapasan juga lebih tinggi
Kelembapan udara yang rendah menyebabkan resiko kesehatan kian meningkat. Salah satunya adalah iritasi pernapasan karena kekurangan lendir untuk menangkap debu dan mikroorganisme. Contohnya, kamu pasti tidak asing dengan yang namanya jamur, salah satunya jamur mikroskopis yang menyebabkan penyakit yang suka dengan udara lembap. Seperti pada perubahan warna cat pada rumah kamu, jika pada cat rumah berwarna bercak-bercah besar kemungkinan rumah kamu telah di invasi oleh jamur. Apalagi jika kamu merasa rumahnya kurang terpapar oleh sinar matahari. Maka jamur itu akan menghasilkan spora yang kemudian bebas lepas di udara dan apabila terhirup akan menimbulkan infeksi pada saluran pernapasan. Selain itu ada pula mahluk hidup yang senang dengan suasana lembab yaitu tungau. Tungau atau biasanya di sebut kutu debu, biasanya hidup di kasur, selimut, ataupun karpet yang jarang di bersihkan atau di cuci dengan bersih.
Bagaimana Solusi yang Tepat?
Pertama kamu harus memastikan berada di ruangan yang kering atau lembab. Kamu bisa mengetahuinya dengan menggunakan alat ukur yang di namakan kelembapan udara.
Kedua apabila ruangan terbukti mempunyai kelembapan yang rendah, maka kamu dapat melengkapi ruangan itu dengan menggunakan alat humidifier ruangan yang berfungsi untuk menambah uap air pada udara yang di sekitar.
Ketiga jika kamu berada di lingkungan yang mempunyai kelembapan tinggi maka kamu bisa menambahkan alat dehumidifier pada suhu ruangan tersebut yang berfungsi untuk menyaring uap air.
Itulah beberapa penjelasan mengenai kelembaban udara yang merupakan sebuah faktor penting yang cukup sering untuk di abaikan. Kini, setelah mengetahuinya jangan lupa untuk selalu peduli dengan kelembaban udara di sekitarmu. Untuk mengetahui hal tersebut, tentu anda bisa membeli alat ukur kelembaban udara di toko yang jual alat kesehatan.

