Obat Keloid Terbaik?

Penjelasan Mengenai Penyakit Keloid adalah Dan Cara Mengatasinya

Penyakit Keloid adalah bekas luka yang tumbuh secara abnormal. Keloid tumbuh hingga di luar area kulit yang terluka, sehingga tampak seperti melebar dan membentuk tonjolan pada kulit. Menurut American Academy of Dermatology, tidak semua orang yang luka akan mengembangkan keloid. Jika Anda memiliki kulit yang rawan keloid, apa pun yang menyebabkan bekas luka dapat saja menyebabkan kondisi ini. Keadaan tersebut termasuk luka goresan, luka bakar, atau jerawat parah. Beberapa orang pun dapat mengalami keloid setelah mereka menindik telinga atau bertato. Keloid juga dapat muncul setelah Anda mengalami cacar. luka bekas operasi juga dapat menyebabkan kondisi ini. Pada kasus langka, kondisi ini muncul pada orang yang tidak mengalami luka apapun. Kondisi ini di sebut sebagai “spontaneous keloids” atau keloid spontan.

Apa Tanda-tanda Serta Gejala yang Di timbulkan Keloid

Tanda-tanda serta gejala yang di timbulkan keloid bervariasi pada masing-masing Penderita. Gejala umumnya terjadi pada lokasi cedera pada kulit sebelumnya. Gejala-gejala umum keloid adalah.

  • Di mulai dengan luka yang memiliki warna merah muda, merah, atau ungu
  • Muncul dan tumbuh dengan lambat
  • Terasa berbeda dengan kulit di sekitarnya (keloid terasa lembut dan pucat atau keras dan kenyal)
  • Menyebabkan rasa sakit dan gatal (saat keloid bertumbuh dan akan hilang setelahnya berhenti pertumbuhannya)

Penyebab Terjadinya keloid

Penyebab terjadinya keloid telah di kutip oleh Medicinenet, para ahli belum menemukan penyebab terbentuknya keloid. Pada saat kulit mengalami luka, sel Anda berusaha memperbaikinya dengan membentuk jaringan parut. Pada beberapa orang, jaringan parut akan terus terbentuk bahkan setelah luka tersebut sembuh. Jaringan parut berlebihan ini menyebabkan tumbuhnya area pada kulit Anda yang di sebut dengan keloid. Namun, dokter belum yakin mengapa seseorang dapat membentuk luka seperti itu.

Jenis cedera kulit yang dapat turut menyebabkan pada luka keloid adalah:

  • Luka bekas jerawat
  • Tindik telinga
  • Luka gores
  • Lokasi bekas sayatan operasi
  • Luka bekas cacar air
  • Lokasi vaksinasi
  • Luka bekas terbakar

Cara Mengobati/Mengatasi Keloid

Keloid dapat di atasi dengan kombinasi beberapa terapi. Terapi yang akan di berikan tergantung pada lokasi, ukuran, dan kedalaman/ketebalan keloid, usia pasien, serta hasil terapi keloid sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa jenis terapi untuk mengatasi keloid:

  • Suntik keloid

Pada prosedur ini, obat kortikosteroid berisi triamcinolone acetonide akan di suntikkan langsung ke jaringan keloid dengan menggunakan jarum yang sangat kecil. Suntik keloid dapat di ulang dengan interval waktu 4-6 minggu. Penyuntikan kortikosteroid ini dapat membuat kulit menjadi tipis dan berwarna lebih merah. Pengobatan keloid dapat di kombinasikan dengan terapi laser untuk memudarkan warna keloid.

  • Krioterapi

Terapi ini menggunakan zat nitrogen cair yang di semprotkan ke keloid selama 10-30 detik hingga tiga kali secara berturut-turut. Pengobatan ini dapat di ulang setiap bulan hingga keloid mengecil. Krioterapi dapat di kombinasikan dengan suntik keloid, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Akan tetapi, krioterapi hanya efektif untuk mengatasi keloid yang berukuran kecil.

  • Laser

Terapi laser cukup efektif untuk meratakan keloid dan membuat warna keloid memudar. Laser ini aman dan tidak terlalu menyakitkan, tetapi memerlukan beberapa kali sesi terapi dengan biaya yang relatif mahal. Terapi laser akan lebih efektif jika di gabungkan dengan suntik keloid.

  • Operasi pengangkatan keloid

Mengobati keloid dengan operasi merupakan tindakan yang berisiko, karena mengangkat keloid dapat memicu pembentukan keloid baru yang bahkan bisa lebih besar. Operasi biasanya akan di kombinasikan dengan penyuntikan keloid atau pemberian tekanan (kompresi) pada luka dengan alat khusus, selama beberapa bulan setelah operasi. Operasi juga sering kali di kombinasikan dengan radioterapi untuk mencegah terjadinya keloid kembali.

  • Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi di lakukan dengan menembakkan sinar-X ke keloid. Terapi ini biasanya di lakukan segera setelah operasi, keesokan harinya, atau satu minggu setelah operasi. Radioterapi bermanfaat untuk mencegah keloid tumbuh kembali. Akan tetapi, terapi radiasi memiliki risiko, yaitu dapat memicu terjadinya penyakit kanker.

Informasi tentang Kesehatan dan Alat – alat medis

Semoga informasi tentang keloid dapat bermanfaat untuk Anda. Sekian informasi yang dapat saya bagikan tentang keloid dan cara mengatasinya kepada Anda Sekalian.

error: Content is protected !!
Customer Service