Penyebab perut buncit paling utama, yaitu karena penumpukan lemak dalam perut, biasa di sebut lemak viseral.
Rasanya seperti perut kembung, di sebabkan oleh gas yang terperangkap dalam sistem pencernaan. Tampaknya mungkin tidak berbahaya, tapi perut buncit bisa memicu penyakit.
Seperti misalnya obesitas dan penyakit jantung. Beberapa kebiasaan yang menyebabkan perut buncit, seperti kurang tidur, mengunyah terlalu cepat, frekuensi olahraga tidak teratur, dan sebagainya.
Untuk pembahasan lebih lengkapnya, bisa lihat di bawah ini.

Penyebab Perut Buncit
Penyebab perut buncit bisa beragam. Banyak orang merasa bahwa kembung di sebabkan oleh kelebihan gas di usus mereka.
Gas seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan metana di masukkan ke usus Anda dengan menelan udara dan fermentasi makanan di usus besar Anda. Berikut ini penyebab perut buncit:
- intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa atau fruktosa
- menelan udara berlebih
- peningkatan cairan di usus Anda
- sembelit
- ketidakseimbangan mikrobioma usus Anda, atau ekosistem bakteri yang hidup di usus Anda
Buncit karena perut kembung di sebabkan oleh jumlah gas yang meningkat dalam usus, di kenal juga hipersensitivitas visceral.
Bisa juga karena stress, kecemasan, makanan berlemak tinggi, penambahan berat badan, dan perubahan selama siklus menstruasi.
Dalam kasus lain, buncit juga bisa karena gejala medis seperti infeksi, sindrom malabsorpsi, obstruksi usus, penyakit hati, atau kanker.
Penting untuk Anda mencari tahu penyebab perut buncit Anda. Jika kembung terasa kronis, Anda bisa mengunjungi dokter.

Alergi Lactosa Membuat Perut Buncit
Laktosa adalah gula yang di temukan dalam susu. Tubuh manusia membutuhkan enzim yang di sebut laktase, bertugas untuk memecah laktosa.
Sekitar 65-75% populasi manusia di dunia memiliki alergi terhadap lactose, karena kebanyakan orang tidak menghasilkan cukup enzim ini untuk memecah laktosa begitu mereka mencapai usia dewasa.
Jika Anda menduga Anda memiliki intoleransi laktosa, mengurangi asupan susu Anda dapat membantu menghilangkan gejala kembung.
Susu dan produk dairy lainnya tetap memilki nutrisi yang berguna bagi tubuh, seperti kalsium, vitamin D, magnesium, kalium, seng, fosfor, dan protein.
Penting untuk Anda untuk mengetahui seberapa banyak asupan lactose yang bisa Anda konsumsi.

Sembelit Menyebabkan Perut Kembung
Sembelit mempengaruhi sekitar 14% orang di seluruh dunia, menyebabkan gejala seperti jarang buang air besar, tinja keras, dan kembung.
Menyebabkan kembung karena komponen makanan yang tidak dapat di cerna, menghabiskan waktu lebih lama bagi usus besar Anda untuk mencernanya.
Untuk menyembuhkan gejala sembelit, berikut yang bisa Anda lakukan:
1. Asupan Serat Tinggi
Makanan yang di cerna di lakukan oleh bakteri usus. Untuk memaksimalkan kinerja bakteri, Anda butuh asupan serat 18-30 gram perhari.
Serat larut maupun tidak larut, terkandung dalam makanan seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
2. Minum Air Mineral
Minum cairan yang cukup. 6–8,5 gelas (1,5–2 liter) per hari ai.
3. Berolahraga Secara Teratur
Mulai dari sekarang terapkan rutinitas olahraga dengan teratur. Berjalan, jogging, berenang, atau bersepeda selama sekitar 30 menit setiap hari.
Rutinitas ini dapat membantu menjaga usus Anda, melancarkan metabolisme dalam tubuh.
Beberapa orang mungkin memiliki pola diet yang berbeda, karena setiap orang berbeda juga sistem pencernaannya.
Mungkin Anda dapat konsultasikan kepada dokter untuk kuantitas asupan serat dan nutrisi untuk Anda.

Tips Menjaga Kebiasaan Mencegah Perut Buncit
Perut buncit dapat dicegah dengan mengatur kebiasaan lebih disiplin, terutama mengatur pola makan sehat dan olahraga. Berikut ini beberapa tips yang bisa di ikuti.
1. Mengatur Porsi Makan
Makan terlalu banyak bisa menyebabkan penumpukan dalam perut. Saat perut terlalu penuh dan kesulitan mencerna makanan, maka lemak akan menumpuk.
Lebih baik Anda memakan sayur dan buah-buahan karena kandungan lemak dan kalori yang lebih sedikit.
Solusi lainnya, Anda bisa menggunakan piring kecil agar porsi makan Anda tidak banyak. Upayakan juga udah selalu jeda makan setiap 3 jam sekali, termasuk makan snack atau minuman manis.
Perut akan mencerna makanan hingga perut kosong kembali selama 3 jam ke depan, sehingga tidak menumpuk
2. Fokus Makan
Kebiasaan makan yang terlalu cepat juga bisa menjadi penyebab perut buncit. Lebih baik selama Anda maka, fokuskan diri Anda untuk makan tanpa melakukan kegiatan lain sebelum makan.
Melakukan kegiatan lain sebelum makan, seperti sambil menonton tv bisa membuat Anda tidak fokus, sehingga secara tidak sadar, Anda akan makan terlalu cepat.
Bahkan tanpa sadar mungkin porsi makan Anda bisa kebanyakan. Jadi, penting bagi Anda untuk makan pelan-pelan.
3. Mengunyah Makanan Terlalu Cepat
Biasakan pula diri Anda untuk mengunyah sampai makanan hancur di mulut, sebelum akhirnya di telan. Proses mengunyah dalam mulut bisa di lakukan 20 kali.
Mengunyah makanan terlalu cepat, dapat membuat Anda terus-terusan masih lapar.
Kesimpulan
Perut buncit merupakan kondisi di mana usus besar Anda menampung terlalu banyak lemak atau gas yang, kemudian menjadi menumpuk.
Kondisi ini dapat menyebabkan kondisi perut sembelit, hingga alergi lactose yang juga menyebabkan perut menjadi buncit.
Beberapa tips untu mencegah dan menangani perut buncit di mulai dari merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, serta aktivitas kecil lainnya yang dapat mengurangi penumpukan lemak dan gas dalam usus.
Temui dokter untuk konsultasi lebih jauh mengenai kuantitas asupan nutrisi dan makanan untuk Anda karena setiap orang memilki kualitas sistem pencernaan dan metabolisme berbeda-beda.
—
Penulis: Pramitha Chandra
Distributor alat kesehatan yogyakarta

