PRINSIP KERJA MODE ABSORBANSI, FLUORESENSI, DAN LUMINESENSI PADA MICROPLATE READER SERTA CONTOH PENGGUNAANNYA

Pengertian

Ketiga mode deteksi pada Microplate Reader—Absorbansi, Fluoresensi, dan Luminesensi—di bedakan berdasarkan asal-usul sinyal cahaya yang di ukur oleh instrumen. Berikut adalah perbedaan prinsip kerja, karakteristik sinyal, serta contoh penggunaan klinis dan risetnya:

Perbandingan Ringkas

Parameter

Absorbansi (Absorbance)

Fluoresensi (Fluorescence)

Luminesensi (Luminescence)

Prinsip Dasar

Mengukur jumlah cahaya yang di serap sampel saat di lewati sinar. Mengukur pendaran cahaya yang di lepaskan sampel setelah dieksitasi sinar eksternal. Mengukur pendaran cahaya hasil reaksi kimia/biologis internal sampel (tanpa sinar luar).

Sumber Sinar Eksternal?

Ya (Lampu menyinari menembus sampel). Ya (Lampu memberi gelombang eksitasi). Tidak Ada (Sampel menghasilkan cahaya sendiri).

Panjang Gelombang

1 Panjang gelombang tunggal. 2 Panjang gelombang (Eksitasi & Emisi). Membaca spektrum emisi yang di hasilkan.

Sensitivitas

Sedang Tinggi (100–1000x lebih sensitif dari absorbansi). Sangat Tinggi (Paling sensitif, latar belakang/kebisingan mendekati nol).
  1. Mode Absorbansi (Absorbance)

Prinsip Kerja:

Sinar dengan panjang gelombang spesifik di pancarkan oleh lampu pembaca (Xenon/Flash Lamp), menembus sampel di dalam well, dan di tangkap oleh detektor di sisi berlawanan. Sebagian energi cahaya di serap oleh molekul berwarna dalam sampel. Alat mengukur berkurangnya intensitas cahaya tersebut berdasarkan Hukum Beer-Lambert.

 Contoh Penggunaan:

  • Uji ELISA Kuantitatif: Deteksi antibodi/antigen (misal: Uji ELISA HIV, Hepatitis, atau Dengue) menggunakan substrat TMB yang di baca pada 450 nm.
  • Kuantifikasi Protein: Metode Bradford, BCA, atau Lowry assay pada 595 nm / 562 nm.
  • Kuantifikasi Asam Nukleat (DNA/RNA): Pengukuran kemurnian DNA/RNA pada panjang gelombang UV 260 nm dan 280 nm.

 

  1. Mode Fluoresensi (Fluorescence Intensity)

Prinsip Kerja:

Alat memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu (panjang gelombang eksitasi) untuk menembak molekul khusus (fluorofor) dalam sampel. Molekul ini menyerap energi tersebut, naik ke tingkat energi lebih tinggi, lalu memancarkan kembali cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang (panjang gelombang emisi) yang kemudian di tangkap oleh detektor.

Contoh Penggunaan:

  • Kuantifikasi DNA/RNA Sensitivitas Tinggi: Menggunakan pewarna fluoresen spesifik (seperti PicoGreen atau Qubit assays) yang jauh lebih presisi di bandingkan metode absorbansi UV jika sampel sangat sedikit.
  • Uji Sitotoksisitas & Viabilitas Sel: Menggunakan Calcein-AM atau Propikium Iodida (PI) untuk membedakan sel hidup dan sel mati.
  • Studi Aktivitas Enzim (Protease/Kinase): Menggunakan substrat berlabel fluorofor.

 

  1. Mode Luminesensi (Luminescence)

Prinsip Kerja:

Mode ini tidak membutuhkan sumber cahaya eksternal (lampu/filter eksitasi) dari alat. Cahaya murni di hasilkan secara alami dari reaksi kimia (kemiluminesensi) atau reaksi enzimatis (bioluminesensi) yang terjadi di dalam well sampel saat substrat di tambahkan. Karena tidak ada lampu eksternal yang menyinari sampel, tidak ada gangguan pendaran latar belakang (background noise), menjadikan mode ini memiliki sensitivitas dan dynamic range tertinggi.

Contoh Penggunaan:

  • Uji Viabilitas Sel Berbasis ATP (CellTiter-Glo): Menggunakan enzim luciferase (seperti pada kunang-kunang) yang bereaksi dengan ATP sel hidup untuk memancarkan cahaya. Semakin terang cahayanya, semakin banyak sel yang hidup.
  • Reporter Gene Assay (Luciferase Assay): Menganalisis ekspresi gen atau jalur sinyal seluler di tingkat molekuler.
  • Ultra-Sensitive Immunoassay (CLIA / Chemiluminescent Immunoassay): Pengujian hormon (seperti Tiroid T3/T4, Troponin jantung) dengan kadar sangat kecil yang tidak dapat terdeteksi oleh ELISA absorbansi biasa.

 

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan yogyakarta

 

error: Content is protected !!
Customer Service