Pada artikel kali ini AGM Medica akan berbagi pengetahuan mengenai struktur tulang penyusun rangka tubuh manusia. Ingin tahu bagaimana struktur tulang yang ada di tubuh kita ? Yuk simak selengkapnya artikel berikut ini.
Tubuh manusia memiliki struktur yang sangat kompleks jika kita bandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya. Struktur yang sangat kompleks tersebut yaitu kerangka yang menyusun tubuh.Rangka manusia membentuk sistem gerak yang dapat memungkinkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Maka dari itu rangka manusia terdiri dari kurang lebih 206 tulang yang masing masing memiliki fungsi tersendiri.
Tulang penyusun rangka tubuh manusia terdiri dari dua bagian yaitu kerangka aksial dan kerangka apendikular. Bagian kerangka aksial sendiri terdiri dari 80 tulang dan kerangka apendikular terdiri dari 126 tulang.
Kerangka Aksial

Kerangka aksial pada orang dewasa terdiri dari 80 tulang antara lainnya seperti tulang tengkorak, tulang belakang dan rongga dada. Tengkorak tersusun dari 22 tulang dan terkait dengan kepala terdapa tujuh tulang tambahan termasuk tulang hyoid dan tulang tulang telinga. Bagian vertebral terdiri dari 24 tualng yang masing masing yaitu vertebra, sacrum dan tulang ekor. Rongga dada terdiri dari 12 pasang tulang rusuk, tulang dada dan tulang dada bagian depan yang rata.
Kerangka Apendikular

Kerangka apendikular mencakup semua tulang yang berada pada tungkai atas dan bawah di tambah dengan tulang yang menempel pada setiap anggota tubuh ke kerangka aksial. Ada 126 tulang yang berada dalam kerangka apendikular orang dewasa. Tulang yang melekat pada anggota tubuh ke kerangka aksial membentuk korset dada yang terdiri dari dua tulang yaitu scapula dan klavikula. Klavikula (tulang selangka) adalah tulang yang berbentuk S yang berada di sisi anterior bahu. Tulang ini melekat ke ujung medialnya ke tulang dada sangkar toraks yang merupakan bagian dari kerangka aksial. Ujung lateral klavikula bergabung dengan scapula tepat di atas sendi bahu.
Fungsi Sistem Rangka

Fungsi yang sangat jelas dari sistem kerangka adalah fungsi yang terlihat dengan mata kita. Cukup dengan melihat seseorang, Anda dapat melihat bagaimana tulang menopang, memfasilitasi gerakan, dan melindungi tubuh manusia.
Sama seperti balok baja bangunan menyediakan perancah untuk menopang beratnya, tulang dan tulang rawan dari sistem kerangka menyusun perancah yang menopang seluruh tubuh anda. Tanpa sistem kerangka, anda akan menjadi kumpulan organ, otot, dan kulit yang lunak.
Tulang juga memfasilitasi gerakan dengan berfungsi sebagai titik perlekatan untuk otot. Sementara beberapa tulang hanya berfungsi sebagai penopang otot, yang lain juga mengirimkan kekuatan yang di hasilkan saat otot berkontraksi. Dari sudut pandang mekanis, tulang bertindak sebagai pengungkit dan sendi berfungsi sebagai tumpuan. Kecuali otot merentangkan sendi dan berkontraksi, tulang tidak akan bergerak.
Klasifikasi Tulang
206 tulang yang menyusun kerangka orang dewasa di bagi menjadi lima kategori berdasarkan bentuknya. Bentuk dan fungsinya saling terkait sehingga setiap bentuk tulang memiliki fungsi yang berbeda.
Tulang Pipa / Tulang Panjang
Jenis tulang Panjang yang berbentuk silinder, tulang panjang di temukan di lengan (humerus, ulna, radius) dan kaki (femur, tibia, fibula), serta di jari tangan (metacarpals, phalanges) dan jari kaki (metatarsals, phalanges). Tulang panjang berfungsi sebagai pengungkit, tulang akan bergerak ketika otot berkontraksi.
Tulang Pendek
Jenis tulang pendek adalah salah satu tulang yang berbentuk seperti kubus, yang kira-kira panjang, lebar, dan ketebalannya sama. Satu-satunya tulang pendek dalam kerangka manusia ada di karpal pergelangan tangan dan tarsal pergelangan kaki. Tulang pendek memberikan stabilitas dan dukungan serta beberapa gerakan yang terbatas.
Tulang Pipih
Jenis tulang pipih merupakan tulang yang tipis ada juga yang bersifat melengkung. Contohnya termasuk tulang tengkorak (tengkorak), tulang belikat (tulang belikat), tulang dada (tulang dada), dan tulang rusuk. Tulang pipih berfungsi sebagai titik perlekatan otot dan berfungsi untuk melindungi organ dalam.
Tulang Tidak Beraturan
Jenis Tulang tidak beraturan yaitu tulang yang tidak memiliki bentuk tetap dan tidak sesuai dengan klasifikasi tulang yang lainnya. Tulang tulang ini cenderung memiliki bentuk yang kompleks, seperti tulang belakang yang menopang sum sum tulang belakang dan melindungi dari gaya tekan. Bentuk tulang wajah terutama yang memiliki sinus dapat di kelompokan sebagai tulang tidak beraturan.
Tulang Sesamoid
Tulang sesamoid adalah tulang bulat kecil yang berbentuk seperti biji wijen. Tulang-tulang ini terbentuk di tendon (selubung jaringan yang menghubungkan tulang ke otot) di mana banyak tekanan yang berasal dari dalam persendian. Tulang sesamoid melindungi tendon dengan membantu untuk mengatasi gaya tekan. Tulang sesamoid bervariasi dalam jumlah dan penempatan dari orang ke orang tetapi biasanya berada pada tendon yang berhubungan dengan kaki, tangan, dan lutut. Patela (tunggal = patela) adalah satu-satunya tulang sesamoid yang di temukan sama pada setiap orang.
Jika anda membutuhkan alat alat kesehatan anda dapat membeli secara langsung di Distributor Alat Kesehatan AGM Medica. AGM Medica merupakan distributor alat kesehatan terbaik di Indonesia yang menyediakan berbagai macam alat alat kesehatan seperti peralatan medis rumah sakit, alat laboratorium, furniture rumah sakit dan alat kesehatan yang lainnya.

