WASPADA BAHAYA PENYAKIT KUSTA

Pengertian

Penyakit Kusta adalah penyakit infeksi yang berlangsung dalam waktu lama. Penyakit ini menyerang saraf tepi, kulit, dan saluran pernapasan bagian atas. Kusta yang juga di kenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen, dapat menjalar ke organ lain, kecuali susunan saraf pusat.

Penyebab

Penyakit kusta di sebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium leprae. Dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang, di kelilingi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium. Berukuran panjang 1- 8 micro, le bar 0,2 -0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel dan bersifat tahan asam (BTA) atau gram positif, tidak mudah di warnai namun jika di warnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu di namakan sebagai basil “tahan asam”. Mycobacterium leprae belum dapat di kultur pada laboratorium. Kuman ini menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan penderita (keduanya harus ada lesi baik mikroskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang) dan melalui pernapasan.

Gejala

Gejala kusta pada awalnya tidak tampak jelas. Bahkan, pada beberapa kasus gejala kusta baru bisa terlihat setelah bakteri kusta berkembang biak dalam tubuh penderita selama 20–30 tahun. Beberapa gejala kusta yang dapat di rasakan penderitanya adalah:

  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip
  • Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit
  • Otot melemah, terutama otot kaki dan tangan
  • Mati rasa di kulit, termasuk kehilangan kemampuan merasakan rasa sakit, sentuhan, tekanan, atau suhu
  • Kehilangan alis dan bulu mata
  • Muncul lesi pucat, berwarna lebih terang, dan menebal di kulit
  • Hidung tersumbat, mimisan, atau kehilangan tulang hidung

Jika kusta menyerang sistem saraf, maka kehilangan sensasi rasa termasuk rasa sakit bisa terjadi. Hal ini bisa menyebabkan luka atau cedera yang terdapat di tangan atau kaki tidak di rasakan oleh penderitanya, akibatnya bisa muncul gejala hilangnya jari tangan atau jari kaki.

Obat-obatan untuk kusta

Guna mengatasi penyakit ini, dokter biasanya akan melakukan terapi obat kombinasi atau multi-drug therapy (MDT). Pengobatan ini umumnya di lakukan dalam kurung waktu enam bulan hingga 1 – 2 tahun tergantung jenis kusta dan keparahannya. Beberapa obat-obatan rekomendasi dokter dalam melakukan terapi MDT di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Antibiotik yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri kusta dalam tubuh. Obat berbentuk kapsul dan biasanya di minum satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan. Efek sampingnya berupa perubahan warna urine, sakit perut, demam, dan menggigil.
  • Obat antibiotik terkadang di resepkan bersama dengan obat lain seperti kortison untuk mengobati luka dari penyakit kusta. Obat ini dapat di konsumsi bersamaan dengan makanan dan penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter agar tidak memperparah gejala.
  • Merupakan antibiotik golongan sulfona, obat ini bekerja untuk mengurangi peradangan dan menghentikan pertumbuhan bakteri. Obat biasanya di minum sehari sekali atau sesuai resep dokter. Gunakan secara teratur dan bila perlu pada jam yang sama guna mendapatkan hasil yang optimal.

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan papua.

error: Content is protected !!
Customer Service