Pengetahuan Mengenai Mimisan / NoseBleed Lengkap

Apa itu Mimisan / NoseBleed Itu ?

Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan yang terjadi di hidung. Meski terlihat menyeramkan, mimisan bukanlah kondisi yang berbahaya. Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Penyebab Mimisan / hidung berdarah Meski begitu, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak usia 3-10 tahun, lansia, wanita hamil, penderita kelainan darah, dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang berlangsung hanya selama beberapa detik, namun ada juga yang lebih dari 20 menit.

Apa saja tanda-tanda dan gejala mimisan?

Mimisan adalah gejala yang ditandai dengan adanya pendarahan dari satu atau dua sisi hidung. Darah dapat pula mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan dapat menyebabkan batuk maupun muntah darah. Apabila feses Anda berwarna gelap, berarti Anda telah menelan darah dengan jumlah yang cukup banyak.

Ada gejala lain yang mungkin tidak dipaparkan di atas. Silahkan berkonsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai gejala-gejala ini. Kapan sebaiknya saya berkonsultasi dengan dokter? Hubungi dokter Anda apabila Anda:

  • Merasa intensitas darah dari hidung tinggi atau beberapa kali muntah darah.
  • Menderita hipertensi atau gangguan hematologi (seperti hemofilia dan leukimia) yang dapat menyebabkan mimisan.
  • Memiliki riwayat penggunaan antikoagulan (warfarin).
  • Mengalami demam dengan suhu badan lebih tinggi dari 38.90oC, terutama ketika Anda sudah mengalami proses hemostasis.
  • Kesulitan dalam bernapas.
  • Mengalami pendarahan selama 30 menit tanpa henti bahkan ketika hidung ditekan.
  • Mengalami pendarahan akibat trauma atau luka seperti kecelakaan lalu lintas.

Penyebab Mimisan

Penyebab mimisan paling umum adalah kondisi udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung. Kedua hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah halus di dalam hidung pecah sehingga terjadi perdarahan dalam hidung. Selain kedua penyebab di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mimisan. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Membuang ingus terlalu kencang.
  • Cedera pada hidung.
  • Bentuk hidung yang bengkok, baik akibat faktor keturunan atau cedera.
  • Penggunaan obat pelega hidung dalam bentuk semprot secara berlebihan.
  • Infeksi yang menyebabkan hidung tersumbat, misalnya flu.
  • Sinusitis kronis.

Pada anak-anak, sebagian besar mimisan disebabkan oleh alergi, pilek, atau udara yang kering. Ketika seseorang mengalami mimisan, darah dapat keluar dari pembuluh darah pada bagian depan hidung (epistaksis anterior) atau pada bagian belakang hidung (epistaksis posterior). Mimisan yang berasal dari pembuluh darah bagian belakang dapat disebabkan oleh hal-hal yang lebih serius, meliputi:

  • Paparan bahan kimia yang menyebabkan iritasi pada hidung, misalnya amonia.
  • Masuknya benda asing.
  • Benturan keras di kepala atau cedera yang menyebabkan hidung patah.
  • Tumor yang tumbuh di rongga hidung.
  • Dampak dari operasi hidung.
  • Penyakit aterosklerosis.
  • Beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand.
  • Obat-obatan pengencer darah, seperti warfarin, heparin, atau aspirin.

Seseorang perlu waspada bila mimisan terjadi berulang, karena dapat menjadi gejala dari suatu penyakit, seperti hipertensi, gangguan pembekuan darah, atau sinusitis.

Langkah untuk Menangani Mimisan

Ketika Seseorang mengalami mimisan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk tenang dan tidak panik. Kemudian, lakukan langkah-langkah penanganan awal mimisan sebagai berikut:

  • Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk dapat mengurangi tekanan pembuluh darah dalam hidung, sehingga perdarahan dapat segera berhenti.
  • Condongkan tubuh ke depan agar darah yang keluar dari hidung tidak masuk ke tenggorokan. Karena Darah yang tertelan dapat memicu muntah darah.
  • Tahan hidung dengan cara memencet selama 10-15 menit dan bernapaslah melalui mulut.
  • Kompres pangkal hidung dengan kompres dingin untuk memperlambat lajunya perdarahan.

Setelah mimisan berhenti, usahakan untuk tidak membuang ingus, mengorek bagian dalam hidung, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat setidaknya selama 24 jam. Selain itu juga hindari rokok dan minuman beralkohol. Penyebab Mimisan / hidung berdarah Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya iritasi hidung atau risiko perdarahan berulang. Jika langkah-langkah di atas tidak efektif untuk menghentikan mimisan, maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi mimisan adalah:

  • Menyumbat rongga hidung dengan kain kasa untuk menghasilkan tekanan pada area pembuluh darah.
  • Menutup pembuluh darah yang pecah, menggunakan bahan kimia atau energi panas (cauterization).
  • Memperbaiki pembuluh darah di bagian belakang hidung yang menjadi sumber perdarahan, melalui prosedur operasi yang dilakukan oleh dokter THT.

AGM MEDICA INFO KESEHATAN

Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda. Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai mimisan.

error: Content is protected !!