APA ITU NARKOBA ?

Narkoba di sebut juga narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat aditif. Paling populer di Indonesia, yakni ganja, sabu, ekstasi, dan heroin. Narkoba akan menyebabkan efek kecanduan secara fisik dan psikis. Sehingga, tidak heran jika banyak bahaya narkoba bagi kesehatan. Bahaya narkoba bagi kesehatan yang harus lebih di perhatikan, yakni kerusakan sel otak. Narkoba akan berpengaruh pada bagian otak yang bertanggung jawab atas ‘kehidupan’ perasaan. Bagian ini di sebut sistem limbus pada hipotalamus. Hipotalamuslah yang selama ini memunculkan perasaan nikmat ketika mengonsumsinya. Sebab, hipotalamus merupakan pusat kenikmatan pada otak.

Mengenal berbagai bahaya penyalahgunaan narkoba

Akibat narkoba juga tergantung pada jenis narkoba yang di gunakan, seberapa banyak yang telah di konsumsi, dalam jangka waktu berapa lama, kondisi kesehatan orang itu sendiri, maupun faktor lainnya. Beberapa bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan:

  • Daya ingatan menurun

Dampak perubahan sel saraf otak, dapat menyebabkan daya ingat menjadi menurun atau bahkan kehilangan ingatan. Hal ini di karenakan jenis obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedakif atau mengantuk, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu, kebingungan hingga melemahnya daya ingat seseorang.

  • Ketergantungan

Akibat narkoba, bisa membuat seseorang menjadi ketergantungan. Namun perlu di ketahui bahwa, tidak semua orang yang mengonsumsi narkoba akan merasakan ketergantungan selama zat adiktif berbahaya dalam narkoba belum merusak sel-sel otak.

  • Kehilangan keseimbangan tubuh

Beberapa jenis narkoba dapat mempengaruhi saraf otak dan organ keseimbangan di telinga, sehingga tubuh dapat mengalami gangguan keseimbangan. Hal ini di karenakan otak bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan gerakan. Oleh karena itu, seorang pencandu narkoba tidak di perbolehkan untuk mengemudi.

  • Perubahan sel saraf otak

Seseorang yang mengonsumsi narkoba secara berulang dan dalam jangka waktu yang panjang akan memicu perubahan sel saraf dalam otak, yang kemudian akan mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan, dalam kondisi yang kronis, setelah konsumsi narkoba di hentikan, efek tersebut akan menetap dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tanda-Tanda Remaja Menjadi Pecandu

Remaja yang menggunakan narkoba bisa menunjukkan beberapa tanda dan gejala secara fisik maupun psikologis berikut ini:

Tanda perilaku dan psikologis

Selain gejala fisik, remaja atau orang dewasa yang menggunakan narkoba juga bisa menunjukkan beberapa tanda dan gejala psikologis atau perubahan perilaku, seperti:

  • Sulit konsentrasi
  • Lebih tertutup dan terlihat seperti merahasiakan sesuatu
  • Perubahan suasana hati secara tiba-tiba
  • Tidak memiliki motivasi dan tampak lesu
  • Berkurangnya minat terhadap hal-hal yang di sukai sebelumnya

Tanda fisik

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala fisik yang dapat di kenali dari seorang pecandu narkoba:

  • Sering kelelahan atau justru sangat bertenaga dan tidak bisa diam
  • Mata merah dan pupil mata yang mengecil atau membesar
  • Sering mimisan
  • Perubahan pola makan atau pola tidur
  • Penurunan atau peningkatan berat badan yang drastis dalam waktu singkat
  • Sulit atau tidak bisa tidur
  • Perubahan pada penampilan fisik atau ketidakpedulian terhadap penampilan

Cara mengatasi kecanduan

  • Melakukan detoksifikasi

Detoksifikasi adalah langkah pertama dalam perawatan pemulihan diri dari narkoba. Ini melibatkan pembersihan tubuh dari zat-zat berbahaya. Detoksifikasi akan membantu dalam proses melepaskan diri dari kecanduan yang menyakitkan. Detoks bisa di lakukan dalam beberapa hari hingga satu minggu.

  • Di lanjutkan dengan terapi konseling dan perilaku

Setelah detoksifikasi di lakukan, kini giliran terapi konseling dan perilaku. Terapi ini bisa di lakukan secara privat antara pasien dan terapis, di lakukan dalam kelompok hingga melibatkan anggota keluarga. Beberapa jenis terapi ini meliputi terapi kognitif perilaku, terapi keluarga multi-dimensi dan wawancara motivasi.

  • Berlanjut pada program rehabilitasi

Rehabilitasi merupakan pengobatan jangka panjang untuk gangguan dan kecanduan zat psikotropika terlarang. Rehabilitasi di lakukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan zat psikoaktif seperti alkohol, ganja, kokain, heroin dan lain sebagainya. Dengan rehabilitasi, seseorang bisa bebas dari narkoba, tentunya setelah di barengi dengan niat dan kesungguhan hati untuk melepaskan diri.

Jual alat kesehatan

Bagi anda yang sedang mencari alat-alat kesehatan, anda bisa mencarinya di berbagai distributor alat kesehatan yang menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan. Dan untuk anda yang sedang berada di daerah yogyakarta anda bisa menghubungi AGM Medica Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi alat kesehatan yang lebih lengkap. Karena di AGM medica Yogyakarta anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli alat yang anda inginkan. Dan terdapat juga garansi setiap pembelian alat kesehatan di AGM Medica yogyakarta. | Distributor alat kesehatan surabaya

error: Content is protected !!
Customer Service