Cara Menggunakan Stetoskop dengan Benar

Cara Menggunakan Stetoskop dengan Benar

Stetoskop merupakan alat yang di gunakan untuk mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, serta perut. Biasanya, alat ini di gunakan oleh tenaga medis untuk memeriksa pasien mereka. 

Penasaran bagaimana cara menggunakan stetoskop? Namun, sebelum mempelajari cara menggunakan stetoskop, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara memilih stetoskop yang bagus. 

Tips Memilih Stetoskop

Ada beberapa tips agar Anda tidak salah memilih stetoskop. Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih stetoskop. 

1. Pilihlah Stetoskop Selang Tunggal

Tips pertama yaitu memilih stetoskop dengan kualitas selang yang bagus. 

Ada dua jenis selang pada stetoskop, yaitu selang tunggal (single tubed) dan selang ganda (double tubed). Stetoskop selang tunggal memiliki kemampuan yang lebih baik daripada stetoskop selang ganda untuk mendengarkan bunyi jantung. Sebab, selang-selang di stetoskop selang ganda bisa saling bergesekan sehingga akan menyulitkan untuk mendengarkan bunyi. 

2. Pilihlah Stetoskop yang Pendek, Kaku, dan Tebal

Selang stetoskop yang pendek, kaku, dan tebal merupakan stetoskop terbaik. Stetoskop dengan selang yang tebal biasanya akan terlapisi dengan baik. Sehingga suara dari luar tidak akan ikut masuk dan mengganggu suara dari dalam tubuh. 

Namun, jika Anda ingin menggantungkannya di leher, maka pilihlah stetoskop dengan selang yang lebih panjang. 

3. Pastikan Selang Tidak Bocor

Tips ketiga yaitu pastikan selang tidak bocor. Caranya yaitu dengan mengetuk diafragma stetoskop.

Saat Anda mengetuknya, jangan lupa gunakan alat pendengarnya. Jika Anda tidak mendengarkan bunyi apapun, maka selang stetoskop tersebut bocor. 

4. Pilihlah Stetoskop dengan Eartips yang Nyaman

Ketika memilih stetoskop, perhatikan juga bagian eartips. Ada dua jenis eartips, yaitu eartips dengan bahan dasar material soft dan hard yang memiliki berbagai jenis ukuran. 

Selain memilih eartips yang nyaman di telinga, pastikan juga eartips yang Anda pilih cukup berkualitas sehingga bisa mencegah suara bising dari luar dan tidak mengganggu pemeriksaan.

5. Pilihlah Stetoskop dengan Chest Piece yang Berkualitas

Tips terakhir yaitu dengan memilih chest piece yang berkualitas.

Stetoskop akustik memiliki dua sisi, yaitu sisi Bell yang memiliki diameter lebih kecil, dan sisi Diafragma yang memiliki diameter lebih besar. 

Sisi Bell di gunakan untuk mendengarkan bunyi dengan frekuensi rendah, misalnya detak jantung anak. Sementara sisi Diafragma di gunakan untuk mendengarkan bunyi dengan frekuensi yang lebih tinggi, misalnya untuk mendengarkan organ orang dewasa dan pemeriksaan pembuluh darah, pernapasan, atau paru-paru. 

Ada juga stetoskop digital. Stetoskop digital ini menghasilkan suara yang begitu akurat dan jelas. 

Cara Menggunakan Stetoskop

Untuk menggunakan stetoskop dengan benar, caranya tidak hanya dengan menempelkan stetoskop pada dada saja. Berikut adalah penjelasan secara umum mengenai cara menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, dan perut. 

1. Pilihlah Tempat yang Tenang

Untuk menggunakan stetoskop, usahakan memilih tempat yang tenang. Tujuannya adalah agar Anda bisa mendengar bunyi organ tubuh pasien dengan jelas dan tidak terganggu dengan suara bising dari luar. 

2. Atur Posisi Pasien

Langkah kedua yaitu dengan mengatur posisi pasien. Posisi pasien akan sangat mempengaruhi bunyi yang terdengar melalui stetoskop. 

Untuk memeriksa bunyi jantung dan perut, posisikan pasien dalam keadaan telentang. Sedangkan untuk mendengarkan bunyi paru-paru, Anda bisa memposisikan pasien dalam keadaan telungkup.

3. Tentukan untuk Menggunakan Diafragma atau Bell

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, stetoskop memiliki 2 bagian sisi. Diafragma merupakan sisi dengan diameter yang lebih besar dan di gunakan untuk mendengarkan bunyi dengan frekuensi yang tinggi. 

Sedangkan Bell merupakan sisi dengan diameter yang lebih kecil. Sisi ini dapat Anda gunakan untuk mendengarkan bunyi dengan frekuensi yang lebih rendah. 

4. Gunakan Stetoskop Langsung Pada Kulit

Langkah terakhir yaitu gunakan stetoskop langsung pada kulit. Tujuannya adalah untuk menghindari bunyi berdesir yang di akibatkan kain baju. 

Jika pasien adalah pria yang memiliki banyak bulu dada, tekan stetoskop dengan lebih kuat untuk menghindari bunyi berdesir. 

a. Untuk Mendengarkan Jantung

Untuk mendengarkan bunyi jantung, letakkan Diafragma pada dada bagian kiri atas di antara rusuk ke-4 dan ke-6 serta sedikit di bawah puting susu. Berikan sedikit tekanan sehingga Anda tidak mendengar bunyi gesekan jari-jari Anda. 

Dengarkan serta hitung detak jantung selama satu menit. Selain itu, Anda juga perlu mendengar ada atau tidaknya bunyi abnormal pada jantung. 

b. Untuk Mendengarkan Paru-Paru

Sama seperti saat mendengarkan bunyi jantung, untuk mendengarkan paru-paru, Anda juga bisa menggunakan Diafragma. Letakkan stetoskop pada bagian atas dada, garis mid-klavikula (pertengahan tulang selangka), serta bagian bawah dada. Pastikan untuk mendengarkan semua area tersebut baik pada bagian depan maupun belakang tubuh pasien. 

Kemudian, minta pasien untuk bernapas dengan normal. Dengarkan bunyi normal dan abnormal pada pernapasan pasien. Beberapa bunyi abnormal pada pernapasan yaitu bunyi wheezing, stridor, rhonci, serta rales

c. Untuk Mendengarkan Abdomen

Untuk mendengarkan bunyi abdomen, letakkan Diafragma pada bagian perut pasien. Gunakan pusar sebagai pusat untuk membagi bagian perut yang akan di dengarkan. Dengarkan bagian kiri atas, kanan atas, kiri bawah, dan kanan bawah. 

Kemudian, dengarkan bunyi normal dan abnormal pada perut pasien. Bunyi perut yang normal mirip seperti bunyi “keruyuk” saat perut lapar. 

Penutup

Demikian penjelasan mengenai tips memilih stetoskop sekaligus cara menggunakannya dengan benar. Temukan informasi mengenai kesehatan menarik lainnya di AGM Medica.

Sumber Foto : Photo by Etatics Inc.

error: Content is protected !!
Customer Service