Fungsi dan Jenis Mikroskop

Mengetahui jenis mikroskop dalam dunia kesehatan akan menambah wawasan Anda dalam dunia medis. Mikroskop selalu dimanfaatkan dalam dunia kesehatan dari sejak dulu hingga saat ini. Objek yang berukuran sangat kecil dapat diamati dengan alat ini. Mikroskop ini seringkali kita jumpai di laboratorium,hal ini dikarenakan untuk kepentingan penelitian. Mikroskop ini merupakan salah satu alat terpenting dalam perkembangan sains, termasuk dalam bidang kesehatan.

Fungsi Utama Mikroskop

Mikroskop berasal dari bahasa Yunani yaitu micros yang berarti kecil dan scopeinyang berarti melihat. Berdasarkan arti dari mikroskop tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara umum fungsi mikroskop yaitu untuk melihat dan mengamati benda-benda atau organisme yang berkuruan mikroskopis. Benda ukuran mikroskopis ini adalah benda dengan ukuran sangat kecil yang tidak mampu anda lihat dengan kemampuan mata biasa.

Fungsi lain dari mikroskop dapat Anda temukan dari beberapa jenis mikroskop yang didesain dengan fungsi yang lebih detail. Terdapat beberapa jenis mikroskop yang sengaja dibuat hanya untuk dapat mengamati satu jenis mikroskopis saja. Selain itu, berdasarkan sumber cahayanya mikroskop dibagi menjadi dua. Pembagian jenis mikroskop dalam dunia kesehatan yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mari kita bahas bersama perbedaan dan fungsi dari masing – masing mikroskop tersebut.

Mikroskop Cahaya

Salah satu jenis mikroskop adalah mikroskop cahaya. Sesuai dengan namanya, mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang memanfaakan energi cahaya. Cahaya digunakan sebagai sumber energi untuk dapat memperbesar bayangan objek dengan bantuan lensa. Fungsi lensa ini untuk memusatkan cahaya pada objek yang akan diamati. Mikroskop ini yang umum digunakan di laboratorium konvensional dan di lingkungan sekolah. Dikarenakan jenis nya yang sederhana sehingga memudahkan untuk siswa melakukan pengamatan saat penelitian.

Pada mikroskop cahaya type konvensional, sumber cahayanya berasal dari cahaya matahari yang dipantulkan melalui cermin datar dibagian bawah kondensor mikroskop. Namun pada mikroskop cahaya type modern sudah dilengkapi dengan lampu yang dapat menggantikan fungsi cahaya matahari. Mikroskop cahaya ini bermanfaat dibidang kesehatan, karena mampu menghasilkan perbesaran hingga maksimal 1000 kali.

Mikroskop cahaya dibedakan menjadi :

  1. Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki satu lensa okuler, yang digunakan dengan satu mata sehingga bayangan yang terlihat mengenai panjang dan lebar benda, dan hanya sedikit gambaran tinggi benda nya.

  1. Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler, sehingga kedua mata dapat melihat objek bersamaan. Pengamatan dengan mikroskop ini cenderung lebih jelas hasilnya dan mikroskop ini ada juga yang type nya standar dan stereo. Mikroskop binokuler stereo yaitu object yang diamati menggunakan perbesaran rendah namun dengan sampel yang lebih besar dengan pencitraan 3 dimensi.

Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop yang lainnya yaitu mikroskop elektron. Berbeda dengan mikroskop cahaya yang memanfaatkan cahaya, mikroskop ini meggunakan elektron sebagai sumber energi untuk memperbesar bayangan objek. Memanfaatkan energi elektron yang berasal dari magnet, untuk menggantikan fungsi lensa. Magnet berfungsi untuk memusatkan sumber energi ke objek yang akan diamati. Jenis mikroskop elektron ini masih jarang digunakan di laboratorium.

Mikroskop elektron memiliki kekuatan lebih besar dalam pembesaran objek dibanding mikroskop cahaya. Mikroskop elektron mampu melakukan pembesaran hingga maksimal 2 juta kali. Menggunakan elektro statis dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan sehingga dapat menampilkan gambar objek yang lebih bagus. Selain itu kekuatan pembesaran objeknya mampu menghasilkan resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya.

Apapun jenis nya mikroskop pasti akan berguna dalam dunia kesehatan dan bidang lainnya. Tentunya pemanfaatan mikroskop harus didukung dengan alat yang berkualitas. Mikroskop berkualitas akan Anda dapatkan di AGM Medical.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!