Informasi Lengkap Mengenai Penyakit Faringitis atau Radang Tenggorokan

Definisi dari Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan atau penyakit faringitis adalah kondisi dimana bagian belakang dari tenggorokan (faring) mengalami peradangan sehingga membuat Anda merasa sakit pada saat menelan. Di Indonesia, radang tenggorokan sering kali disebut dengan istilah panas dalam. Faringitis dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Biasanya kondisi ini menimbulkan sensasi yang mengganggu seperti rasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda kesulitan makan dan menelan. Biasanya radang tenggorokan menjadi salah satu gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Kondisi ini biasanya akan mereda tanpa obat dalam waktu kurang dari seminggu.

Gejala yang muncul akibat radang tenggorokan

Gejala Penyakit Faringitis biasanya baru akan timbul dengan perkiraan waktu 2-5 hari setelah penderita terkena infeksi. Beberapa gejala yang bisa timbul saat seseorang menderita faringitis, antara lain:

  • Nyeri atau sakit tenggorokan.
  • Gatal pada tenggorokan.
  • Sulit menelan.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pegal linu.
  • Mual muntah.
  • Pembengkakan di leher depan.
  • Muncul ruam
  • Pembesaran tongsilitis
  • Nyeri otot atau kaku otot

Selain itu, gejala lain yang bisa timbul adalah suara parau dan batuk. Jika infeksi meluas ke amandel atau tonsil bisa terjadi peradangan dan pembengkakan pada amandel.

Penyebab terjadinya Radang Tenggorokan

Penyakit Faringitis atau radang tenggorokan sering disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virusnya biasanya beragam namun umumnya berasal dari golongan virus influenza, adenovirus, rhinovirus, dan Epstein-Barr. Faringitis juga bisa disebabkan oleh penyebaran infeksi dari penyakit lain, seperti pilek, flu, pertusis, campak, cacar, dan mononucleosis. Pada beberapa kasus, faringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini biasanya berasal dari golongan Streptococcus A. Meski jarang, bakteri lain seperti Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, dan Corynebacterium diphtheriae, juga bisa menyebabkan faringitis.

Meski kondisi ini jarang terjadi infeksi jamur Candida juga bisa menyebabkan faringitis. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami faringitis, antara lain:

  • Anak-anak berusia 3-15 tahun.
  • Sering terpapar asap rokok atau polusi.
  • Memiliki riwayat alergi, seperti alergi dingin, alergi debu, atau bulu binatang.
  • Memiliki riwayat sinusitis.
  • Sering berada di ruangan yang kering, seperti ruang ber-AC.
  • Memiliki riwayat kontak dengan orang yang sedang mengalami faringitis, termasuk tinggal bersama orang yang sedang mengalami radang tenggorokan dan bekerja di rumah sakit.
  • Sering melakukan aktivitas yang menyebabkan ketegangan pada otot tenggorokan, misalnya karena bicara atau berteriak terlalu keras.
  • Memiliki sistem imun yang lemah.
  • Menderita GERD (gastroesofageal reflux disease) atau penyakit asam lambung.

Pencegahan untuk penyakit Radang Tenggorokan

Pencegahan penyakit faringitis dapat dilakukan dengan cara menghindari penyebab serta pemicunya. Anda dapat melakukannya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah ke toilet, dan setelah batuk atau bersin.
  • Jangan berbagi peralatan makan dan minum atau peralatan mandi dengan penderita faringitis.
  • Selalu tutup mulut dan hidung dengan tangan atau tisu saat batuk.
  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok dan polusi.
  • Cuci mainan anak yang menderita faringitis (terutama mainan yang biasa ia masukkan ke mulut) dengan bersih.
  • Pasien faringitis sebaiknya tidak masuk sekolah atau kantor selama 1-2 hari pertama sakit untuk mencegah penularan.

AGM MEDICA INFO KESEHATAN

Sekian informasi mengenai Penyakit Faringitis serta cara mengetahui Gejalanya, yang bisa saya bagikan. Semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahuan anda. Sekian dan terima kasih.

error: Content is protected !!