Manfaat dan Bahaya MSG Bagi Kesehatan

Pengertian MSG

Monosodium glutamat (MSG) adalah penambah rasa yang sering di tambahkan ke makanan restoran, sayuran kaleng, sup, daging deli, dan makanan lainnya.

Food and Drug Administration (FDA) AS telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang secara umum diakui aman.

Meskipun di akui aman, penggunaannya masih di perdebatkan. Atas alasan ini, Monosodium glutamat masih di tambahkan ke makanan, namun FDA mengharuskannya di cantumkan pada label Nutrition Facts.

Mitos MSG dan Kebenarannya Menurut Sains

Pada akhir 1960-an, Monosodium glutamat mendapat kecaman karena diduga adanya tambahan beracun dalam makanan, mulai dari sup dan saus salad hingga Chinese food dan kentang goreng.

Bahkan menjadi sangat terstigmatisasi sehingga beberapa restoran mulai mengiklankan bahwa mereka akan mengurangi Monosodium glutamat dari menu makanan mereka.

Sejak itu, penelitian telah menyanggah mitos bahwa Monosodium glutamat adalah bahan yang jahat. Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam jumlah kecil, Monosodium glutamat tidak menyebabkan kerusakan signifikan.

Sebenarnya Apa Itu Monosodium glutamat?

Sering di siarkan kalau Monosodium glutamat buruk bagi kesehatan, tapi sebenarnya apa itu Monosodium glutamat selain hanya sebagai penyedap makanan?

Penyedap masakan memang selalu berhasil menambah cita rasa masakan, apalagi dalam hidangan Asia.

Monosodium glutamat terbuat dari asam amino yang di sebut asam L-glutamat, di produksi dengan memfermentasikan jagung, tebu, bit gula, tapioka atau tetes tebu.

“MSG merupakan salah satu bahan tambahan makanan yang paling banyak di gunakan, terkandung dalam lebih banyak makanan daripada yang di pikirkan orang,” kata Czerwony, seorang Ahli Diet.

“Monosodium glutamat sering di temukan dalam Chineesefood, namun kini sering juga di temukan dalam jenis makanan lainnya,” lanjut Czerwony.

Secara alami, MSG dapat di temukan dalam tomat, keju, dan beberapa makanan lain, MSG juga biasa di tambahkan ke makanan olahan seperti:

  • Sayuran kaleng.
  • Bumbu, termasuk saus tomat, mustard, dan saus salad.
  • Daging deli.
  • Keripik kentang.

Masakan dengan MSG dapat meningkatkan produksi air liur. Monosodium glutamat memang menambahkan rasa asin pada makanan, dengan memberi sepertiga jumlah natrium.

Kandungan natrium tersebut membuat makanan menjadi menggiurkan dan sedap.

Reaksi Tubuh Setelah Konsumsi MSG

MSG telah di gunakan sebagai bahan tambahan makanan selama bertahun-tahun. Selama waktu ini, FDA menerima banyak laporan tentang reaksi yang di kaitkan orang dengan makanan yang mengandung Monosodium glutamat.

Reaksi-reaksi ini disebut gejala Monosodium glutamat, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Pembilasan
  • Berkeringat
  • Tekanan wajah atau sesak
  • Kurang rasa (mati rasa), kesemutan atau terbakar di wajah, leher dan area lainnya
  • Detak jantung yang cepat dan berdebar-debar
  • Sakit dada
  • Merasa sakit (mual)
  • Kelemahan

Untuk penjelasan lebih lanjut, mari lihat penjelasan di bawah ini.

1. MSG Membuat Sakit Kepala

Konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu pelebaran pembuluh darah. Proses pelebaran pembuluh darah ini dapat berpengaruh pada aktivitas-aktivitas yang tidak normal pada saraf-saraf otak.

Hal inilah yang jadi penyebab kenapa MSG jika di konsumsi secara berlebihan dapat memicu sakit kepala. Kondisi ini menjadi akibat dari saraf di otak yang terstimulasi secara berlebihan.

Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron). Padahal, neuron berperan sangat penting untuk menjalankan fungsi otak. | bahaya MSG bagi kesehatan

2. Kenaikan Tekanan Darah Akibat MSG

Kandungan asam glutamat pada Monosodium glutamat juga bisa membuat pembuluh darah Anda menyempit dan melebar.

Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan.

Alhasil, tekanan darah akan cenderung lebih tinggi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung Monosodium glutamat secara berlebihan.

3. Berat Badan Bertambah Hingga Memicu Obesitas

Rasa gurih dan umami yang kuat karena penambahan MSG dalam suatu makanan cenderung meningkatkan selera makan Anda.

Terlalu banyak makan tentu dapat memicu penambahan berat badan Anda.

Hubungan antara asupan MSG dan penambahan berat badan ini juga bisa di pengaruhi oleh faktor lingkungan yang bervariasi.

Para peneliti tidak menemukan bukti jelas tentang hubungan antara MSG dan gejala-gejala ini.

Meskipun begitu, para peneliti mengakui sejumlah kecil orang mungkin memiliki reaksi jangka pendek terhadap MSG.

Gejalanya seringkali ringan dan tidak perlu di obati. Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi adalah dengan tidak makan makanan yang mengandung MSG.

Benarkah MSG Membuat Obesitas?

Kritik paling sering terhadap MSG adalah MSG dapat memicu obesitas. Monosodium glutamat belum terbukti mempengaruhi sel-sel lemak.

Beberapa penelitian masih menunjukkan bahwa asupan Monosodium glutamat yang tinggi terkait dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.

Sayangnya penelitian masih di perdebatkan keakuratannya. Jadi, sampai saat ini, masih belum ada bukti pasti tentang bagaimana MSG dan obesitas bisa berkaitan.

Logika paling masuk akal menurut Czerwony, adalah Monosodium glutamat yang dapat membuat orang ketagihan makan. Terlalu banyak makan tentu dapat memicu penambahan berat badan.

“Ketika makanan Anda terasa lebih enak, Anda cenderung memakannya lebih banyak,” katanya.

“Sekali lagi, Monosodium glutamat meningkatkan produksi air liur. Air liur adalah pembersih langit-langit mulut, sehingga membantu Anda mencicipi makanan lebih banyak. Hal ini membuat Anda ingin makan lebih banyak.” | bahaya Monosodium glutamat bagi kesehatan

Kesimpulan

MSG merupakan bahan penyedap masakan yang menjadi kontroversial mengenai kemanannya terhadap kesehatan.

Alasan masuk akal mengapa Monosodium glutamat mempengaruhi kesehatan, adalah karena sifatnya yang membuat makanan terasa lebih gurih dan sedap sehingga membuat seseorang ketagihan makan.

Saat ketagihan makan, maka akan memicu penambahan berat badan hingga dapat berujung pada obesitas. | bahaya MSG bagi kesehatan

Distributor alat kesehatan yogyakarta

error: Content is protected !!
Customer Service