Sembelit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gejala sembelit paling sering terjadi ketika kotoran atau tinja bergerak terlalu lambat melalui saluran pencernaan. Akibatnya tinja sulit di keluarkan dari rektum, sehingga dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan kering.

Sembelit sering juga disebut konstipasi, gangguan pencernaan ini di akibatkan penurunan kerja pada usus.

Gejala sembelit di tandai dengan keluhan kesulitan buang air besar dalam jangka waktu tertentu. Biasanya terjadi kurang dari 3 kali seminggu.

Meskipun demikian, kuantitas seseorang buang air besar akan berbeda-beda. Beberapa orang mungkin beberapa kali sehari, ada juga hanya 1-2 kali seminggu.

Bagaimana Sembelit Bisa Terjadi

Sembelit terjadi karena usus besar Anda menyerap terlalu banyak air dari tinja. Akibatnya tinja tersebut menjadi kering sehingga sulit didorong keluar dari tubuh.

Limba dari makanan yang telah di tubuh, bergerak dari usus kecil ke usus besar. Usus besar di sini perannya menyerap air limbah tersebut.

Saat proses tersebut bermasalah, tepatnya karena pergerakan yang terlalu lambat melalui saluran pencernaan.

Seberapa Sering Sembeli Terjadi Pada Orang-orang?

Percayalah, bahwa Anda tidak sendirian ayng mengalaminya.

Konstipasi merupakan salah satu gangguan pada gastrointestinal yang paling sering terjadi di Amerika Serikat.

Setidaknya di Amerika, terjadi pada 2,5 juta penduduk, mengunjungi dokter karena keluhan sembelit pada perutnya.

Tidak memandang usia, semua orang bisa mengalaminya, bahkan terjadi terus-menerus sehingga termasuk kategori sembelit level kronis.

Biasanya sembelit yang sudah kronis terjadi pada:

1. Seseorang berusia lanjut

Seseorang dengan usia yang sudah tua cenderung memiliki metabolisme yang lebih lambat dan kekuatan kontraksi otot yang lebih sedikit di sepanjang saluran pencernaan.

2. Wanita Hamil

Sembelit juga sering terjadi pada wanita hamil, bahkan paska melahirkan. Disebabkan karena erubahan hormon wanita membuat mereka lebih rentan terhadap sembelit.

Bayi di dalam rahim menekan usus, memperlambat perjalanan tinja. Solusinya, bisa dengan rajin makan makanan berserat tinggi.

3. Minum obat tertentu

Biasanya obat bisa mempengaruhi sistem pencernaan manusia.

Gejala Konstipasi

Kebiasaan buang air besar setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin terlalu sering buang air besar, atau justru jarang sekali.

Berikut gejala sembelit.

  • Buang air besar kurang dari tiga kali seminggu
  • Buang air besar kental, keras, atau justru kering
  • Mengejam atau nyeri saat buang air besar
  • Perasaan perut kenyang, bahkan setelah buang air besar

Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK) merekomendasikan untuk mengunjungi dokter jika gejalanya tidak hilang. Berikut gejala lainnya:

  • pendarahan dari rektum
  • darah di tinja Anda
  • sakit perut terus menerus
  • nyeri di punggung bawah
  • perasaan bahwa gas terjebak
  • muntah
  • demam
  • penurunan berat badan yang tidak dapat di jelaskan
  • perubahan gerakan usus yang tiba-tiba

Gejala ini juga bisa mengarah pada penyakit yang lebih serius, seperti kanker kolorektal atau sindrom iritasi usus besar.

Kebiasaan Buruk Penyebab Konstipasi

Berikut penyebab konstipasi dikarenakan kebiasaan yang buruk

1. Pola Makan Tidak Benar

Sembelit termasuk gangguan pada saluran pencernaan, sehingga kemungkinan besar terjadi karena makanan.

Salah satu penyebabnya karena salah makan. Contohnya kurang makan sayuran dan buah-buahan yang membuat buang air besar tidak lancar.

Sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk melancarkan proses pencernaan karena kandungan mineral, dan serat yang tinggi di dalamnya.

Selain kurang makan sayur dan buah, kemungkinan Anda juga kekurangan air mineral. Penting bagi Anda untuk selalu minum 8 gelas air mineral setiap harinya.

2. Tidak Banyak Aktivitas

Selain membuat otot-otot kendur, kurang beraktivitas juga menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh, hingga menyebabkan diabetes.

Melakukan banyak aktivitas fisik bisa membakar lemak dalam tubuh sekaligus melancarkan buang air besar.

Faktor ini di sebabkan karena usus yang perlu begerak agar makanan saat melewati usus dapat lancar melewati saluran tersebut.

Malasnya bergerak, malas berolahraga, di tambah aktivitas yang sedikit bisa menyebabkan pergerakan usus melambat.

3. Stress atau Faktor Lingkungan

Ternyata pemikiran kita juga mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh. Usus juga akan menjadi lambat kerjanya saat kita merasa tertekan.

Cara Menyembuhkan Sembelit

Satu-satunya cara paling efektif untuk menyembuhkan sembelit adalah rutin berolahraga dan memadatkan jadwal aktivitas fisik.

Berikut ini tips lainnya untuk menangani sakit sembelit:

  1. Minum 1,5 – 2 liter air tanpa pemanis setiap hari untuk hidrasi tubuh
  2. Batasi konsumsi alkohol dan minuman berkafein yang menyebabkan dehidrasi
  3. Banyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sereal. Konsumsi setidaknya 20 – 35 gram perhari.
  4. Kurangan makanan rendah serat, seperti keju, susu, makanan instan, dan daging.
  5. Olahraga setidaknya 30 menit perhari.

Kesimpulan

Sembelit terjadi karena tinja yang di proses oleh usus besar mengalami kekeringan atau justru terlalu encer.

Hal ini di sebabkan karena pergerakan pencernaan makanan pada usus yang terlalu lambat. Biasanya di sebabkan karena tubuh yang kekurangan cairan, seperti serat dan mineral.

Sembelit bisa terjadi pada semua orang, tidak memandang usia. Satu-satunya cara menyembuhkan sembelit paling efektif adalah rutin berolahraga atau tingkatkan aktivitas sehari-hari.

Konsumsi makanan tinggi serat, serta minum air mineral setidaknya 8 gelas sehari juga di perlukan. Mulai dari sekarang harus mulai mengubah pola hidup Anda!

—

Penulis: Pramitha Chandra

Distributor alat kesehatan yogyakarta

error: Content is protected !!
Customer Service