Penyebab benjolan di leher banyak terjadi karena keluarnya kelenjar getah bening pada area tiroid yang bermasalah.
Benjolan pada leher karena getah bening cirinya bisa di lihat dari cairannya yang terletak di dasar leher, tepatnya di atas tulang dada. Benjolan tersebut juga dapat di raba.
Berbeda dengan penyebab benjolan di leher akibat pembesaran kelenjar tiroid. Biasanya terletak di area tengah leher, seperti pada jakun pria.
Benjolan pada jakun tersebut bentuknya kecil sehingga saat di raba tidak akan terasa. Beberapa penyebab benjolan di leher lainnya juga ada.
Benjolan yang di sebabkan oleh tiroid bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi jika semakin parah lebih baik di lakukan pemeriksaan.
Seperti nodul tiroid, kista, gondok, tonsilitis, Hodgkin, Non-Hodgkin, kanker tiroid, lipoma, dan kanker tenggorokan.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Akibat Infeksi Virus dan Bakteri
Penyebab benjolan di leher dari kelenjar getah bening akan bertambah besar seiring berjalannya waktu, sehingga benjolan ini memang sangat terasa saat di raba.
Terletak di sisi kanan atau kiri leher. Biasanya berukuran seperti kacang polong atau kacang merah, bahkan lebih besar.
Benjolan ini di akibatkan infeksi bakteri dan virus. semakin lama semakin membengkak. Lebih spesifiknya, berikut asal muasal bisa terjadinya infeksi:
1. Radang tenggorokan, infeksi telinga, ingeksi kulit, HIV, campak, dan tuberkulosis
2. Penyakit autoimun,seperti rheumatoid arthritis dan lupus.
3. Penggunaan obat-obatan, seperti obat antikonvulsan dan vaksin tifus
4. Kanker, seperti lomfoma dan kanker nasofaring
Benjolan Nodul Tiroid
Berbeda dengan penyebab benjolan di leher karena nodul tiroid, seperti yang di sebutkan sebelumnya, benjolan ini cenderung lebih kecil sehingga tidak terasa saat diraba.
Umumnya penyebab benjolan di leher karena kelenjar tiroid berkaitan dengan beberapa faktor, seperti
1. Kekurangan yodium
2. Pertumbuhan jaringan tiroid yang berlebihan
3. Kista tiroid
4. Kanker tiroid
5. Peradangan kronis tiroid (tiroiditis)
Penyebab Benjolan di Leher Lainnya Umum Terjadi
Selain karena kelenjar getah bening atau kelenjar tiroid, benjolan di leher juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Berikut ini diantaranya:
1. Kista Sumbing Cabang
Kista Sumbing cabang bisa menjadi faktor menyebabkan benjolan di leher, yakni jenis cacat lahir di mana benjolannya akan terus berkembang di satu atau kedua sisi leher.
Dalam banyak kasus, kista sumbing cabang menyebabkan benjolan leher tidak berbahaya, tetapi membuat iritasi atua infeksi kulit, bahkan kanker.
2. Gondok
Penyebab kedua adalah gondok. Gondok ini terjadi karena pertumbuhan kelenjar tiroid yang tidak normal.
Gondok bisa menjadi benjolan bersifat jinak atau penurunan hormon tiroid. Bisa mengawali benjolan nodular dan bisa menyebar.
Penderita gondok bisa mengalami kesulitan menelan dan bernapas. Gejalanya yaitu batuk, suara serak, atau pusing saat mengangkat lengan ke atas kepala.
3. Tonsilitis
Tonsilitis bisa menjadi penyebab benjolan di leher, dipengaruhi oleh virus atau bakteri pada kelenjar getah bening amandel.
Gejalanya berupa sakit tenggorokan, kesulitan menelan, demam, menggigil, sakit kepala, dan bau mulut. Amandel bisa membengkak, lalu melunak, bintik-bintik putih atau kuning juga bisa muncul.
4. Kista Bawaan
Kista bawaan diawali dengan bentuknya yang kecil, dan ini bisa menjadi hal lumrah. Ini merupakan jaringan jinak yang terbentuk sebelum lahir, lalu bisa membesar seiring berjalannya waktu.
Kista ini bisa menyebabkan infeksi berulang, bahkan butuh operasi pengangkatan untuk menghilangkannya.
Terdapat beberapa kista bawaan yang umum, di antaranya, Thyroglossal duct cysts, Branchial cleft cysts, dan Dermoid cysts.
5. Penyakit Hodgkin
Penyakit Hodgkin merupakan bagian dari pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak menimbulkan rasa sakit.
Gejalanya sering berkeringat saat malam hari, kulit gatal-gatal, sampai demam yang tidak jelas penyebabnya.
Penderitanya juga kaan selalu merasa kelelahan, penurunan berat badan, bahkan batu terus-menerus.
6. Limfoma non-Hodgkin
Termasuk kelompok kanker sel darah putih yang bisa menjadi benjolan di leher. Gejalanya termasuk demam, keringan malam, dan penurunan berat badan.
Rasanya tidak nyeri, akan terjadi pembesaran hari, pembesaran limpa, ruam kulit, gatal, kelelahan, dan pembengkakan perut.
7. Lipoma
Lipoma akan terasa lembut saat disentuh dan mudah bergerak jika didorong dengan jari Anda. Ukurannya kecil, tepat di bawah kulit, dan pucat atau tidak berwarna.
Biasanya terletak di leher, punggung, atau bahu dan terasa menyakitkan jika tumbuh menjadi saraf.
8. Kanker Tenggorokan
Penyebab terakhir benjolan pada leher adalah sakit kanker tenggorokan, termasuk kanker kotak suara, pita suara, dan bagian tenggorokan lainnya, seperti amandel dan orofaring.
Kanker tenggorokan yang menjadi penyebab benjolan di leher dapat terjadi dalam bentuk karsinoma sel skuamosa atau adenokarsinoma.
Gejalanya berupa perubahan suara, kesulitan menelan, penurunan berat badan, sakit tenggorokan, batuk, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mengi.
Penderitanya kebanyakan memiliki riwayat merokok, kecanduan alkohol berlebih, kekurangan vitamin A, terpapar asbes, HPV mulut, dan kebersihan gigi buruk.

Kesimpulan
Penyebab benjolan di leher bisa beragam, namun yang paling umum terjadi, di sebabkan karena kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid.
Benjolan pada leher ini bisa dengan sendirinya hilang, tetapi jika semakin parah akan menyebabkan pembengkakan hingga harus dilakukan operasi bedah untuk mengangkatnya.
—
Penulis: Pramitha Chandra
Distributor alat kesehatan yogyakarta

