Cara Menggunakan Alat Pemasangan Infus yang Benar

Cara Menggunakan Alat Pemasangan Infus yang Benar

Mengetahui cara memasang infus dengan benar merupakan tanggung jawab tenaga medis. Penasaran bagaimana cara memasang infus? Artikel ini akan membahas informasi seputar infus, alat pemasangan infus serta cara memasangnya dengan benar sesuai SOP.

Sebelum membahas tentang cara memasang infus, mari kita bahas apa itu infus dan metode pemberian obat melalui infus. 

Sekilas Tentang Infus

Infus merupakan metode pengobatan dengan cara memasukkan obat ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Umumnya, tidak sembarang pasien bisa menerima infus. 

Biasanya, dokter akan memberikan anjuran untuk pemasangan alat infus ketika pasien berada pada kondisi yang lemah dan obat harus segera masuk ke dalam tubuh. Beberapa kondisi tersebut yaitu ketika pasien mengalami dehidrasi, keracunan, atau stroke. 

Pada kondisi tersebut, dokter akan lebih memilih menggunakan infus daripada obat yang harus pasien konsumsi secara oral. Sebab, obat yang dikonsumsi secara oral perlu melalui proses pencernaan terlebih dahulu. Sehingga, obat perlu waktu lebih lama untuk masuk ke tubuh. 

Metode Pemberian Obat Melalui Alat Pemasangan Infus

Ada dua metode untuk memberikan obat melalui pemasangan alat infus. Kedua metode tersebut yaitu metode manual dan metode pompa. 

Metode manual merupakan metode pemberian infus dengan mengandalkan gaya gravitasi. Tujuan metode ini yaitu agar jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh memiliki jumlah yang sama pada beberapa periode tertentu. 

Metode manual ini merupakan metode pemberian obat melalui infus yang paling banyak kita jumpai. 

Pada metode ini, perawat akan mengatur seberapa cepat tetesan cairan infus. Caranya yaitu dengan menambah atau mengurangi tekanan pada tabung yang dipasang di selang infus. 

Selain metode manual, ada juga metode pompa. Metode pompa ini menggunakan pompa listrik.

Pada metode pompa, terdapat pompa khusus yang berfungsi untuk mengontrol seberapa banyak jumlah dan kecepatan cairan infus untuk masuk ke tubuh. Salah satu syarat untuk menggunakan metode ini yaitu takaran obat yang akan diberikan sudah terkontrol.

Alat Pemasangan Infus yang Tepat

Tidak sembarang orang bisa memasang alat infus. Sebab, ada beberapa SOP mengenai pemasangan infus yang harus seseorang lakukan agar tidak melakukan kesalahan saat memasang infus. 

Biasanya, tenaga medis seperti perawat atau dokter lah yang akan melakukan pemasangan infus. Setiap rumah sakit maupun puskesmas memiliki SOP pemasangan infus yang hampir sama. 

Berdasarkan SOP, berikut ini adalah alat pemasangan infus yang harus tenaga medis sediakan sebelum memasang infus. 

  • Cairan infus
  • Standar infus
  • Perlak
  • Gunting
  • Plester
  • Tourniquet
  • Bengkok
  • Kassa
  • Alkohol
  • Betadine
  • Sarung tangan steril

Setelah alat-alat di atas telah tersedia, langkah berikutnya yaitu memasang infus. Berikut ini adalah langkah memasang infus yang benar dan sesuai dengan SOP. 

  • Perawat atau dokter mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh pasien. Tujuannya yaitu agar tangan bersih dari kuman. 
  • Mendekatkan peralatan untuk memasang infus ke dekat pasien agar perawat atau dokter lebih mudah menjangkaunya. 
  • Perawat atau dokter menjelaskan kandungan, efek samping, dan sensasi infus yang akan mereka berikan. Selain itu, pasien juga akan mendapat penjelasan mengenai prosedur pemasangan infus. 
  • Mengatur posisi pasien dalam keadaan berbaring agar sesuai dengan SOP pemasangan infus. 
  • Petugas akan menyiapkan cairan infus dan menyambungkannya ke selang infus. Setelah itu, cairan infus dan selang infus tersebut digantungkan pada standar infus. 
  • Menentukan area vena yang akan ditusuk untuk menyalurkan cairan infus lalu memasang alas. 
  • Memasang tourniquet kurang lebih 15 cm di atas area vena yang akan ditusuk. 
  • Memakai sarung tangan steril.
  • Membersihkan area yang akan ditusuk dengan menggunakan desinfektan seperti alkohol. Diameter area yang diberi desinfektan ini sekitar 5 cm hingga 10 cm.
  • Menusukkan IV catheter ke vena dengan menggunakan jarum yang menghadap ke jantung.
  • Memastikan jarum IV benar-benar masuk ke dalam vena. 
  • Melepaskan tourniquet dari tangan pasien. 
  • Menyambungkan jarum IV yang berada di dalam vena ke selang infus. 
  • Menutup area yang ditusuk dengan menggunakan kassa lalu berikan plester untuk mempertahankan posisi jarum. 
  • Mengatur kecepatan tetesan infus sesuai kebutuhan. 
  • Melepaskan sarung tangan. 
  • Memasang label tindakan yang berisi nama pelaksana dan waktu pelaksanaan yang meliputi tanggal serta jam pemasangan infus dilakukan. 
  • Membereskan peralatan untuk memasang infus dan juga memberitahukan kepada pasien jika prosedur pemasangan infus telah selesai. 
  • Mencuci tangan dan terus mengecek keadaan pasien. 

Penutup

Demikian penjelasan mengenai infus dan cara memasangnya dengan benar. Karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien, maka ada SOP pemasangan infus yang harus tenaga medis patuhi.

Sumber Foto : Image by Stefan Schweihofer 

error: Content is protected !!
Customer Service