Spesialisasi dokter gigi adalah praktisi medis yang menjaga kesehatan area mulut, seperti gigi dan gusi. Dokter gigi di kelompokkan lagi menjadi beberapa spesialisasi.
Mengetahui peran masing-masing spesialisasi dokter gigi dapat membantu untuk pergi ke dokter yang tepat tergantung dari permasalahan Anda.
Dokter gigi menyediakan perawatan utama bagi kebutuhan gigi, seperti pembersihan, jadwal check up, hingga pembedahan.
Terkadang, pasien membutuhkan perawatan khusus yang memerlukan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun.
Amerian Dental Association mengakui hadirnya berbagai spesialisasi profesi dokter gigi.
Calon dokter akan lulus dari perkuliahan atau program kedokteran gigi terakreditasi, mempunya lisensi sebagai dokter gigi hingga perlu melanjutkan pendidikan lebih lanjut untuk di akui sebagai spesialis gigi.

1. Dokter Gigi Umum
Dokter gigi umum adalah penyedia layanan kesehatan mulut perawatan primer dan merupakan salah satu jenis dokter gigi yang paling bayak di temukan.
Biasanya orang-orang akan datang ke dokter gigi umum untuk melakukan pembersihan rutin, tambal gigi, atau melakukan check up untuk perawatan tertentu.
Dokter gigi umum juga akan merujuk Anda ke jenis dokter gigi lain jika Anda memerlukan pengobatan lebih intensif.
2. Pedodontists or Pediatric Dentists
Pedodontists, yaitu dokter yang di khususkan untuk anak-anak. Spesialis dokter gigi anak merawat anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja.
Seorang pedodontis akan memantau perkembangan gigi dan mulut anak. Jika kondisi semakin parah, maka akan di rujuk.
3. Orthodontist
Ahli orthodontist mengkhususkan bidang dalam penyelarasan gigi dan rahang, menggunakan kabel, kawat gigi, retainer, dan perangkat lainnya.
Seorang spesialis Orthodontist menjalani pendidikan dan pelatihan selama 2-3 tahun hingga bisa mengambil spesialisasi.
Jika Anda memiliki gigi overbite, underbite, crossbite, atau misaligned, Anda mungkin di rujuk ke ortodontis untuk di periksa.
4. Periodontist: Spesialis Gusi
Periodontist membantu merawat dan memperbaiki penyakit dan masalah gusi. Sementara dokter gigi umum akan mendukung periodontist, memberikan perawatan.
5. Endodontics
Ahli endodontic secara khusus menangani masalah yang mempengaruhi saraf gigi dan rasa sakit pada saraf gigi.
Spesialis utama Endodontics adalah perawatan gigi berlubang, penambalan gigi, dan bedah akar gigi. Spesialisasi Endodontic juga membuat jasa veneer dan bleaching gigi.
Beberapa pasien yang tidak tahan sakit, mungkin lebih memilih untuk mencabut gigi, daripada melakukan perawatan yang terasa sakit terus-menerus.
Bagaimanapun, Endodontics akan tetap mempertahankan gigi seoptimal mungkin sebelum memutuskan untuk mencabutnya.
6. Oral Pathologist
Ahli patologi mulut dan ahli bedah mulut mengkhususkan diri dalam pengobatan penyakit mulut pada gigi dan rahang.
Kondisi ini mungkin termasuk gigi bungsu impaksi, rekonstruksi mulut, dan rahang tidak sejajar.
Spesialis Patologi harus mampu bekerja sama dengan spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk menangani masalah seperti sleep apnea dan trauma wajah.
7. Prostodonsia
Prosthodontist memperbaiki gigi dan tulang rahang. Mereka menyediakan kedokteran gigi, atau perawatan untuk memperbaiki penampilan gigi, seperti pemutihan gigi.
Perawatan prosthodontist juga cocok untuk orang dengan gigi palsu, sehingga mereka ahli melakukan perbaikan pada gigi asli dan penggantian gigi yang hilang
Spesialisasi Prosthodontist menggunakan gigi tiruan, mahkota gigi, implan gigi, atau veneer.

Bagaimana Mengetahui Spesialis Dokter Gigi yang Tepat?
Saat memiliki masalah gigi, umumnya orang akan pergi ke dokter gigi umum terlebih dahulu untuk melakukan perawatan awal.
Dokter umum belum memilki spesialisasi tertentu, sehingga Anda bisa memeriksa ke dokter gigi umum untuk mencari tahu penyebab gigi Anda sakit atau masalah pada mulut lainnya.
Jika dokter gigi umum merasa tidak bisa menanganinya, atau sakit terlalu parah, maka akan di rujuk ke dokter gigi dengan spesialisasi tertentu.
Melakukan kontrol ke dokter gigi umum juga bisa Anda lakukan, setidaknya setahun sekali, seperti melakukan pembersihan (Scaling), tambal gigi, dan sebagainya.
Kapan Harus Menemui Dokter Gigi
Pasien di sarankan untuk menemui dokter gigi segera setelah mengalami gejala yang mempengaruhi gigi mereka.
Mengabaikan masalah gigi dapat menyebabkan kondisi mereka semakin parah dan membutuhkan perawatan yang lebih rumit dan lebih mahal di kemudian hari.
Gejala-gejala berikut adalah tanda-tanda bahwa sudah waktunya untuk melakukan pemeriksaan gigi dengan membuat janji dengan dokter gigi Anda.

1. Sakit gigi
Sakit gigi merupakan tanda adanya rongga atau infeksi, biasanya di sertai abses. Jika rasa sakitnya tertahankan, Anda dapat menunggu janji Anda.
Namun, jika rasa sakitnya parah, di sertai peradangan, demam, atau jika nanah atau cairan mengalir dari daerah yang sakit, penting bagi pasien untuk segera mendapatkan perawatan.
2. Gusi yang meradang
Gusi yang meradang mungkin menunjukkan adanya infeksi, abses gigi, atau gingivitis.
3. Sakit rahang
Jika ada rasa sakit di rahang, spesialis mulut dan maksilofasial akan memeriksa rahang untuk tanda-tanda degenerasi atau peradangan.
Nyeri rahang sering di obati dengan pelindung mulut yang di kombinasikan dengan obat anti-inflamasi.
4. Sensitivitas terhadap suhu dingin dan panas
Jika gigi Anda tiba-tiba menjadi sensitif terhadap suhu panas dan dingin, ini bisa menjadi tanda kerusakan gigi.
5. Mulut kering
Jika tidak di obati, beberapa gejala mulut kering dapat mempengaruhi kesehatan umum seseorang. Mulut kering adalah salah satu kemungkinan tanda infeksi bakteri atau penyakit mulut.
—
Penulis: Pramitha Chandra
Distributor alat kesehatan yogyakarta

