Pemeriksaan CT Scan merupakan salah satu prosedur pemeriksaan yang di lakukan untuk melihat bagian dalam tubuh manusia dengan detail. Computerized Tomography atau CT Scan biasanya di lakukan untuk mengetahui masalah dalam tubuh pasien tanpa melakukan pembedahan.
CT Scan menggunakan alat khusus dalam proses pemeriksaannya. Alat tersebut merupakan kombinasi dari teknologi rontgen atau sinar-X dan sistem komputer yang dirancang secara khusus.
Pemeriksaan ini akan menghasilkan sejumlah gambar irisan dari organ dalam tubuh pasien. Penyajian gambar dalam bentuk potongan ini akan memberikan informasi lebih jelas mengenai kondisi tubuh pasien. Sehingga dokter bisa mendiagnosa dengan tepat dan akurat.
Hal itulah yang membedakan CT Scan dengan foto rontgen. CT Scan memiliki kualitas dan kedalaman gambar yang lebih jelas serta rinci daripada foto rontgen.
Seseorang yang Memerlukan Pemeriksaan CT Scan
Tidak semua orang bisa melakukan pemeriksaan CT Scan. Ada beberapa gejala penyakit yang mengharuskan pasien untuk melakukan CT Scan untuk diagnosis yang lebih tepat.
Beberapa gejala penyakit yang memerlukan pemeriksaan ini yaitu :
- Kelainan pada pembuluh darah
- Tumor
- Masalah pada tulang atau jaringan lunak
- Masalah pada otak
- Gangguan di dalam perut, misalnya nyeri
- Kanker
Selain CT Scan, ada beberapa prosedur pencitraan tubuh yang tersedia di rumah sakit untuk mendeteksi masalah di dalam tubuh. Penggunaan prosedur pencitraan tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor.
Contohnya, pasien yang memiliki implan logam di dalam tubuhnya atau pasien yang memakai alat pacu jantung, tidak bisa menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sebab, hal tersebut bisa membahayakan pasien, sehingga prosedur yang paling tepat yaitu menggunakan CT Scan.
Alasan Seseorang Memerlukan CT Scan
Pemeriksaan CT Scan biasanya di lakukan untuk membantu diagnosis, memantau kondisi tubuh pasien sebelum dan sesudah terapi, dan membantu tindakan lanjut yang di butuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan yang di alami.
Pemeriksaan ini juga bisa di lakukan untuk memeriksa sejumlah organ tubuh. Contohnya, pemeriksaan CT Scan pada bagian dada bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya infeksi, emboli paru, atau kanker paru. Selain itu, pemeriksaan ini juga bisa di lakukan untuk memeriksa organ perut, saluran kemih, panggul, lengan, tungkai, tulang belakang, dan kepala.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah manfaat pemeriksaan CT Scan :
- Mengidentifikasi gangguan pada otak pada kasus stroke.
- Mengidentifikasi gangguan atau luka pada organ jantung, pembuluh darah, paru-paru, hati, ginjal, dan organ dalam lainnya.
- Merencanakan serta mengevaluasi operasi.
- Membuat tahapan dan rencana serta melakukan penanganan radiasi bagi pasien terapi sekaligus mengawasi respon terhadap kemoterapi.
Pemeriksaan CT Scan tidak sensitif dengan gerakan. Hal itu tentu sangat berbeda dengan pemeriksaan MRI yang begitu sensitif dengan gerakan.
Pada pemeriksaan MRI, pasien akan di minta untuk berbaring tanpa bergerak dalam kurun waktu yang cukup lama. Sedangkan CT Scan bisa di lakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Prosedur Pemeriksaan CT Scan
CT Scan merupakan pemeriksaan yang sederhana tanpa menggunakan alat bedah. Meskipun demikian, ada beberapa prosedur yang harus di lakukan ketika akan melakukan CT Scan.
Biasanya, pasien akan di larang untuk makan atau minum selama beberapa jam sebelum prosedur pemeriksaan CT Scan di lakukan. Apabila pemeriksaan di lakukan untuk melihat kondisi perut, maka larangan makan dan minum akan berlangsung sejak malam hari sebelum pemeriksaan di lakukan. Selain itu, pasien juga di haruskan melepaskan benda logam yang di pakainya, misalnya perhiasan, jam tangan, sabuk, atau kacamata.
Apabila proses persiapan telah selesai, maka proses CT Scan bisa di lakukan. Pada proses pemeriksaan ini, pasien akan di minta untuk merebahkan diri di atas tempat tidur khusus. Tempat tidur tersebut merupakan tempat tidur khusus yang di lengkapi dengan bantal, sabuk, dan penahan kepala agar tubuh tidak bergerak selama proses pemeriksaan berlangsung.
Setelah pasien berbaring dengan nyaman di atas tempat tidur, tempat tidur tersebut akan di masukkan ke mesin CT Scan yang berbentuk seperti terowongan. Di dalam mesin CT Scan tersebut terdapat tabung rontgen.
Selama pemeriksaan, mesin akan terus berputar. Pada saat mesin berputar, mesin menangkap gambar tubuh dalam bentuk potongan yang tampak dari berbagai sisi.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, pasien akan di dampingi oleh tenaga medis. Tenaga medis itulah yang akan memberikan berbagai instruksi, seperti menahan napas, membuang napas, atau bernapas secara normal.
Ketika pemeriksaan ini berlangsung, usahakan untuk tidak bergerak. Tujuannya agar hasil gambar tidak rusak.
Kondisi yang Dilarang untuk Melakukan Pemeriksaan CT Scan
Pemeriksaan CT Scan tergolong pemeriksaan yang aman. Namun, ada beberapa risiko yang bisa terjadi akibat penggunaan radiasi dan cairan kontras yang digunakan dalam pemeriksaan.
Pada beberapa orang, cairan kontras bisa menyebabkan alergi berupa gatal-gatal. Jika alergi cukup berat, maka pasien bisa mengalami sesak napas.
Itulah mengapa pasien harus memberi tahu dokter apabila memiliki alergi tertentu. Hal itu juga berlaku ketika pasien merasa ada reaksi alergi yang muncul ketika melakukan pemeriksaan.
Ibu hamil dan anak-anak juga memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan jenis pemeriksaan ini.
Penutup
Demikian penjelasan mengenai proses pemeriksaan CT Scan. Sebelum melakukan CT Scan, pastikan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda dan ikuti setiap instruksi yang di berikan tenaga medis ketika melakukan proses pemeriksaan.
Sumber Foto : Photo by MART PRODUCTION

